Penjualan Mobil di Luar Dugaan Loyo Sepanjang April 2022, Ini Biang Keroknya

Automotive | Jumat, 20 Mei 2022 11:35

Reporter : Alfi Salima Puteri

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan di Indonesia pada April 2022 mencapai sekitar 81.000 unit, lebih rendah 9 persen dibanding Maret yang mencatatkan angka penjualan 89.000 unit.

Dream - Pelonggaran ketentuan mudik di awal Mei 2022 lalu tak cukup merangsang masyarakat untuk membeli kendaraan baru. Hal ini setidaknya terlihat dari volume penjualan mobil di Tanah Air yang menurun sepanjang April 2022 lalu. 

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, mengaku penurunan penjualan mobil sebulan yang lalu di luar dugaan. Banyak pihak semula memperkirakan akan ada kenaikan penjualan sebesar 10 persen.

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan di Indonesia pada April 2022 mencapai sekitar 81.000 unit, lebih rendah 9 persen dibanding Maret yang mencatatkan angka penjualan 89.000 unit. Penurunan juga dirasakan untuk penjualan mobil Daihatsu.

Hendrayadi melaporkan penjualan Daihatsu turun pada April 2022 mencapai 15.401 unit. Jumlah ini menurun dibanding bulan sebelumnya yang berhasil meraih angka penjualan sebesar 16.318 unit.

Penjualan Mobil di Luar Dugaan Loyo Sepanjang April 2022, Ini Biang Keroknya
Foto: PT Astra Daihatsu Motor
2 dari 4 halaman

“ Jadi prediksi kami sebelumnya yaitu pasar otomotif seharusnya meningkat sekitar 10 persen pada 1 bulan sebelum Lebaran adalah salah. Jadi penurunan ini sebenarnya di luar prediksi ya, karena kan biasanya saat mudik banyak orang yang melakukan pembelian. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi tahun ini,” ujar Hendrayadi.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan melesetnya prediksi penjualan di April 2022. Salah satunya adalah berakhirnya program PPnBM DTP pada bulan Maret sehingga membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk membeli kendaraan.

“ Maret menjadi bulan terakhir untuk penerapan PPnBM DTP. Nah, berakhirnya program ini pun jadi berdampak pada menurunnya permintaan kendaraan yang sebelumnya mendapat keringanan dari pemerintah,” ungkapnya.

3 dari 4 halaman

Sebelumnya pemerintah memang memberi keringanan dengan menghapuskan PPnBM untuk mobil-mobil tertentu. Hal ini bertujuan untuk segera mengembalikan kondisi industri otomotif nasional yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“ Faktor lain yang menyebabkan menurunya penjualan di April 2022 adalah banyaknya jumlah hari libur. Di otomotif, libur satu hari saja sangat berpengaruh terhadap penjualan kendaraan secara keseluruhan. Hari kerja kan jadi lebih pendek, apalagi wholesales," tuturnya.

4 dari 4 halaman

Meski demikian, Hendrayadi mengaku masih bersyukur penurunan penjualan Daihatsu tidak sedalam total penyusutan pasar secara nasional.

" Daihatsu itu biasa jual 15.400an. Dibandingkan Maret, itu market share mengalami penurunan minus 9,3 persen, Daihatsu turunnya tidak sedalam itu. Hanya 5,6 persen," ungkpanya.

Hal tersebut terbantu berkat penjualan mobil LCGC yang terbilang masih stabil karena tidak perlu membayar PPnBM. Pada April 2022, penjualan LCGC Daihatsu secara total untuk Ayla dan Sigra mencapai 5.428 unit atau naik 13 persen dibandingkan Maret 2022 sebanyak 4.811 unit.

 

Terkait
Join Dream.co.id