Siap Gelar Karpet Merah, Indonesia Bujuk VW Bikin Mobil Listrik di Indonesia

Automotive | Rabu, 13 Oktober 2021 18:36

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa yang ditawarkan oleh pemerintah kepada pabrikan asal Jerman ini?

Dream – Pemerintah terus mewujudkan ambisi membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Setelah menggandeng Hyundai, pemerintah kembali membujuk produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, untuk memproduksi mobil listrik secara lokal di Indonesia.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 13 Oktober 2021, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik.

Dia juga mendorong Volkswagen untuk merealisasikan rencana investasinya ke dalam pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Actice Materials (PCAM) di Indonesia.

“ Saya datang langsung ke sini (Jerman) untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia,” kata Bahlil.

Siap Gelar Karpet Merah, Indonesia Bujuk VW Bikin Mobil Listrik di Indonesia
Pemerintah Rayu Volkswagen Agar Memproduksi Mobil Listrik Di Indonesia. (Foto: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

Tak Perlu Cemas Soal Perizinan

Dia meminta perusahaan otomotif raksasa Eropa itu tak perlu khawatir soal perizinan dan insentif yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. “ Kami akan urus langsung,” lanjut Bahlil.

Bahlil yakin dengan potensi Indonesia yang punya cadangan nikel terbesar di dunia. Ini menjadi peluang bagi produsen mobil listrik di dunia untuk masuk dan investasi di Indonesia.

“ Saya ingin ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik di Indonesia,” kata dia.

Hal ini bertujuan agar industri ini bisa tumbuh pesat dan konsumen punya banyak pilihan kendaraan listrik. Dengan begitu, harganya pun menjadi kompetitif.

3 dari 7 halaman

Ingin Tahu Rantai Pasok Potensial Bahan Baku di Indonesia

Sementara CEO Volkswagen Group, Thomas Schmall, menyatakan perusahaan masih ingin mengetahui rantai nilai potensial bahan baku baterai di Indonesia lebih lanjut. Hal ini berdasarkan pada kebutuhan pabrik baterai di Eropa pada masa depan.

Schmall juga ingin tahu regulasi ekspor di Indonesia.“ Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada,” kata dia.

Schmall juga berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku.

“ Serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II tahun 2025 mendatang,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

4 dari 7 halaman

PLN Siap Pasok Listrik untuk Pabrik Baterai Mobil Listrik

Dream – PT PLN Persero siap menyuplai daya kepada HKML Battery Indonesia, pabrik baterai kendaraan listrik konsorsium LG dan Hyundai, yang pembangunannya baru saja dimulai di Karawang, Jawa Barat.

“ Untuk mendukung agenda investasi jangka panjang HKML Battery Indonesia yang akan dimulai pembangunan tahap pertama pada September 2021 dan akan beroperasi di tahun 2022, dilanjutkan dengan tahap ke dua pada 2026, PLN siap untuk memenuhi kebutuhan listriknya,” kata Dirut PLN, Zulkifli Zaini, dalam keterangan tertulis, Jumat 17 September 2021.

 

 PLN Siap Pasok Listrik untuk Pabrik Baterai Mobil Listrik© Dream

 

Untuk memenuhi kebutuhan listrik HKML Battery Indonesia, PLN menyiapkan sejumlah gardu induk. BUMN setrum itu juga telah membahas perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Karawang New Industry City (KNIC) sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia.

“ PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant di KNIC khususnya, contohnya green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya,” kata Zulkifli.

5 dari 7 halaman

Investasi Rp15 T, Pabrik Baterai Listrik Pertama Asia Tenggara Hadir di Karawang

Dream – Indonesia resmi akan memiliki sebuah pabrik baterai kendaraan listrik pertama yang terletak di Karawang, Jawa Barat. Proses pembangunan pabrik dengan nilai investasi US$1,1 miliar atau sekitar Rp15 triliun itu diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. 

“ Kita patut bersyukur hari ini ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar US$1,1 miliar,” kata Jokowi dalam peletakan batu pertama atau groundbreaking Pabrik Industri Baterai Kendaraan Listrik PT HKML Battery Indonesia, Karawang, Jawa Barat, dikutip dari setkab.go.id, Rabu 15 September 2021.

 

 Investasi Rp15 T, Pabrik Baterai Listrik Pertama Asia Tenggara Hadir di Karawang© Dream

 

Pembangunan pabrik ini, lanjut Jokowi, merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk hilirisasi industri serta mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas menjadi industrialisasi.

“ Menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” kata dia.

6 dari 7 halaman

Kolaborasi

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini merupakan kolaborasi antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan. Jokowi berharap kerja sama tersebut bisa semakin diperkuat, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

“ Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita, tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” kata dia.

Jokowi menyakini pengembangan industri baterai kendaraan listrik akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai. Sebut saja, motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.

7 dari 7 halaman

Komitmen Dukung Pengembangan Ekosistem Industri Baterai dan Kendaraan Listrik

Sebagai bukti dukungannya pada proyek tersebut, pemerintah juga berkomitmen membantu pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Jokowi akan terus menggulirkan reformasi struktrulan untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha dan investor untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.

“ Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dengan negara-negara sahabat,” kata dia

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahaladia mengatakan pabrik baterai kendaraan listrik ini akan memprioritaskan pembukaan lapangan pekerjaan bagi pekerja lokal. Hal ini ditegaskan dalam perjanjian kerja sama dengan investor dari Republik Korea.

“ Luar negeri boleh selama dia memenuhi spesifikasi-spesifikasi khusus dan jabatan-jabatan tertentu,” kata dia.

Diketahui pabrik tersebut merupakan hasil kerja sama dari Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. Selain presiden dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, seremonial peletakan batu pertama juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, CEO Battery Cell joint venture Hong Woo-pyeong, dan Head of Asia-Pacific headquarters Hyundai Motor Company, Youngtack Lee.

Pada saat yang bersamaan, Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group; Sung Hwan Cho, President & CEO Hyundai Mobis; dan Jong-hyun Kim, President & CEO LG Energy Solution, juga menghadiri seremonial ini secara virtual dari Korea.

“ Hyundai Motor Group terus fokus mengembangkan kemampuannya agar dapat menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik, yang mana menjadi kunci daya saing di masa depan. Keberadaan pabrik ini adalah bagian dari upaya tersebut,” ungkap Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group dalam keterangan tertulisnya.

“ Dimulai dari kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik akan dapat sukses terbangun di Indonesia seiring dengan pengembangan dari berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN.”

“ Bersama-sama, melalui kemitraan joint venture ini, kita telah selangkah lebih maju dalam membangun rantai pasokan komprehensif kendaraan listrik yang pertama di dunia,” tambah Jong-hyun Kim, President & CEO LG Energy Solution.

Join Dream.co.id