Usai Banjir, Begini Kondisi Lamborghini Hotman Paris

Automotive | Selasa, 7 Januari 2020 17:43
Usai Banjir, Begini Kondisi Lamborghini Hotman Paris

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Banjir yang terjadi awal tahun turut merendam dan menghanyutkan mobil-mobil milik warga.

Dream - Jakarta baru saja diterjang banjir. Tak sedikit kendaraan jadi korban. Bahkan, mobil-mobil mewah seperti Lamborghini juga jadi korban.

Bicara tentang Lamborghini, jadi teringat dengan mobil berlogo banteng tempur milik Hotman Paris Hutapea. Apakah kendaraan ini aman dari terjangan banjir?

Dikutip dari akun Instagram @hotmanparisofficial, Selasa 7 Januari 2020, Hotman Paris memamerkan kondisi mobil Lamborghini Huracannya. Mobil berwarna jingga ini disebut aman dari terjangan banjir.

 Mobil Hotman Paris Hutapea© Akun Instagram @hotmanparisofficial

“ Lambo aman dari banjir,” tulis Hotman Paris.

Selain Lamborghini, dia juga memperlihatkan kondisi mobil mewah miliknya yang lain. Di depan Bentley Musalane, Hotman Paris mengangkat satu kakinya.

 Mobil Hotman Paris Hutapea (1).© Dream

“ Sementara aman dari banjir,” tulis dia.

2 dari 7 halaman

Jakarta Banjir, Hotman Paris Ajak Warga DKI Gugat Pemerintah Triliunan Rupiah

Dream - Hotman Paris menyarankan masyarakat Jakarta yang menjadi korban banjir mengajukan gugatan class action. Dia menyerukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk membantu masyarakat melakukan gugatan tersebut.

" Kepada seluruh LBH, Lembaga Bantuan Hukum di Indonesia, kalau benar anda LBH, cepat ajukan gugatan class action," kata Hotman dalam video yang diunggah ke akun Instagram @hotmanparisofficial.

Menurut pengacara kondang itu, gugatan class action korban banjir bisa dilakukan seperti yang pernah diajukan oleh masyarakat di negara-negara Barat. Class action, kata dia, bisa dilakukan untuk menuntut ganti rugi yang dialami oleh masyarakat terdampak banjir.

 

 Jakarta Banjir, Hotman Paris Ajak Warga DKI Gugat Pemerintah Triliunan Rupiah© Dream

 

" Class action, gugat ganti rugi atas kerugian seluruh masyarakat Jakarta. Class action gugat ganti rugi, class action triliunan rupiah," tambah dia.

Hotman mengatakan, sudah waktunya masyarakat Jakarta yang terdampak banjir melakukan gugatan class action. Menurut dia, gugatan class action sudah memenuhi syarat.

" Saya melihat telah memenuhi syarat semuanya untuk gugat class action. OK, halo LBH, jangan dipakai LBH hanya untuk loncatan karier karena Anda belum dapat pekerjaan," tutup Hotman Paris.

3 dari 7 halaman

Ini Videonya

      View this post on Instagram

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

4 dari 7 halaman

Puluhan Warga DKI Gugat Pemprov

Sementara, Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, mengatakan, ada sekitar 30 warga korban banjir Jakarta yang akan melayangkan gugatan perdata menuntut ganti rugi melalui class action. Tim Advokasi menilai, banjir tahun baru akibat kelalaian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pencegahan dan penanggulangan banjir.

" Sudah ada sekitar 30an (warga) yang berencana menggugat," kata Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Alvon K Palma, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Pemprov DKI telah gagal mencegah banjir dan mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan kerugian materiil yang sangat besar. Oleh karena itu, gugatan class action akan fokus pada DKI saja, tidak pemerintah pusat.

" Untuk kepentingan bukti dan saksi dalam dalil gugatan kami berencana di Jakarta saja," ucapnya.

Tim Advokasi menyatakan, untuk mencegah agar bencana buatan manusia ini tidak terus berlanjut, maka perlu adanya sebuah upaya hukum dari masyarakat agar ada efek jera bagi pemangku kebijakan terkait.

" Upaya hukum yang dapat ditempuh di antaranya adalah pengajuan gugatan perdata tuntutan ganti rugi bagi para korban banjir melalui mekanisme class action," tulis Tim Advokasi yang terdiri dari Diarson Lubis, Alvon K Palma dan Ridwan Darmawan itu.

Tim advokasi membuka pintu bagi para warga masyarakat yang merasa dirugikan baik terdampak langsung maupun tidak langsung atas bencana banjir besar Jakarta kali ini, dengan dapat memberikan data nama, alamat, no tlp/HP, KTP DKI, rincian dan perkiraan jumlah kerugian. Kemudian foto-foto bukti kerugian serta waktu kejadian/peristiwa.

" Korban banjir tidak dipungut biaya apa pun," tulis tim advokasi.

5 dari 7 halaman

Posko 24 Jam

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Dinas Kesehatan, mendirikan lima posko kesehatan 24 jam di kawasan Jakarta Timur.

Posko ini tersebar di wilayah terdampak banjir, seperti Kampung Pulo, Bidara Cina, dan Kampung Melayu, Jatinegara.

" Posko kesehatan terletak di Puskesmas Kampung Melayu, Kantor Sudinkes Jaktim, Rusun Jatinegara, GOR Otista, dan Kantor Kelurahan Bidara Cina," tulis siaran pers Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, Sabtu 4 Januari 2019.

Widyastuti menegaskan, tiap posko kesehatan, Dinkes DKI menerjunkan petugas kesehatan baik tim dokter, perawat, dan apoteker yang siap melayani para korban banjir yang membutuhkan bantuan.

Dia membantah kabar yang beredar bahwa posko kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta di wilayah Jatinegara tutup pelayanan.

" Kabar itu tidak benar, karena saya keliling langsung ke lima posko itu, para petugas sibuk melayani korban," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan jajaran BPBD dan Dinsos lainnya. Karenanya, selama ada pengungsi di lokasi tersampak, Dinkes DKI tetap buka pelayanan selama 24 jam.

6 dari 7 halaman

Tangani Banjir, Hotman Paris: Pilih Cara Semarang Atau DKI?

Dream - Sejak Jakarta dan sekitarnya dikepung banjir, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengunggah banyak content terkait banjir.

Termasuk hari ini, Hotman mengunggah cara kota Semarang menangani banjir. Dan Hotman menyebut, apakah Jakarta akan mengikuti cara Semarang?

Hotman me-regram unggahan Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Dari situ terlihat bagaimana kota Semarang mengatasi banjir.

Video yang diunggah pengacara berusia 60 tahun ini menunjukkan kota berhasil mengatasi banjir dengan membangun sistem pengendalian banjir.

Dalam video itu juga memperlihatkan cara kerja teknologi pengendalian banjir di Kota Semarang. Mulai dari cara menyedot air dengan ribuan liter air hanya dalam satu detik, sampai pembuangan air yang dialirkan ke laut.

Alat pengendali banjir tersebut juga dipantau selama 24 jam oleh petugas. Petugas dengan mudah memantau alat pengendali banjir itu agar dapat meminimalisir genangna.

 hotman paris hutapea© Dream

Dengan alat itu, Semarang membuktikan mampu membebaskan 82,6 persen wilayah kota Semarang dari banjir.

Pada keterangan video, ayah tiga anak ini seolah ingin membandingkan cara mengatasi banjir kota Semarang dan Jakarta.

" Oh andaikan....? Pilih cara Semarang atau Dki??," tulis Hotman Paris Hutapea dikutip Dream dari akun instagramnya, Jumat 3 Januari 2019.

Unggahan Hotman langsung dipenuhi komentar dari warganet. Selain banyak warganet yang mengatakan beda kasus banjir Jakarta dan Semarang, mereka juga memberikan masukan agar Gubernur Jakarta mengikuti cara Semarang dalam mengatasi banjir.

" Beda kasusnya ma jakarta bang hotman ,klau mau di jelaskan bakalan panjang ... Pak jokowi dan pak ahok dan pak anies sudah pasti memikirkan ini, tapi sekali lagi kasusnya berbeda," tulis akun @rezal_ichal.

" Pilih cara DKI.. masukin air ke tanah bang hotman.. biar santuy," kata akun @koko_febriant.

" Gabener coba di ikuti kan sdh ada contohnya," kata akun @noviimelda.

7 dari 7 halaman

Berikut Unggahan Hotman Paris

      View this post on Instagram

Oh andaikan....? Pilih cara Semarang atau Dki??

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

(Sumber: Instagram @hotmanparisofficial)

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id