Nissan Permudah Pelanggan Selama Pandemi

Automotive | Sabtu, 16 Mei 2020 17:02
Nissan Permudah Pelanggan Selama Pandemi

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai dari pembiayaan sampai garansi mobil.

Dream – Nissan tak mau ketinggalan membantu masyarakat selama pandemi corona. Perusahaan otomotif ini merilis inisiatif “ Nissan Care” dengan memberikan kemudahan dalam pembiayaan hingga layanan servis.

“ Untuk meringankan beban pikiran ‘keluarga besar Nissan’, bersama dengan mitra diler dan mitra leasing, kami memberikan kemudahan, baik itu terkait layanan servis, garansi ataupun kebutuhan pembiayaan,” kata Presiden Direktur Nissan Indonesia, Isao Sekiguchi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat 15 Mei 2020.

Sekiguchi memerinci “ Nissan Care” ini terdiri atas pemeliharaan layanan kendaraan di rumah, garansi, bantuan darurat, sampai kemudahan pembiayaan.

Misalnya, produsen otomotif ini memberikan toleransi garansi hingga 31 Juli 2020 jika pelanggan tak bisa melakukan servis berkala dalam inisiatif “ warranty support”.

Perusahaan ini juga menawarkan suku cadang dan servis gratis, Nissan Care Package, berlanjut padamei untuk pelanggan Livina, Serena, X-Trail, dan Terra. Paket ini mencakup suku cadang dan servis berkala gratis selama empat tahun atau 50 ribu km.

2 dari 6 halaman

Bagaimana dengan Pembiayan?

Untuk pembiayaan, mitra leasing Nissan, PT Nissan Financial Services Indonesia (NFSI) turut menawarkan paket program kredit bunga 0 persen selama setahun untuk Livina dan Serena.

“ NFSI juga menawarkan paket program kredit bunga 0 persen selama tiga tahun untuk Nissan Terra,” kata dia.

Diler Nissan juga melakukan disinfeksi pada kendaraan sebelum dan sesudah test drive, serta melakukan disinfeksi pada setiap area servis dan penjualan secara teratur.

“ Untuk informasi lebih lanjut terkait program-program di atas, pemesanan layanan servis, dan bantuan lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Nissan Care online assistance 24 Jam di 14023,” kata Sekiguchi. 

3 dari 6 halaman

Nissan Bakal Suntik Mati Datsun?

Dream – Nissan akan memangkas biaya tetap tahunan senilai 300 miliar yen (Rp41 triliun) dan restrukturisasi akibat pandemi corona yang menekan penjualan.

Produsen otomotif ini juga membuka peluang untuk menghapus produk merek Datsun dan menutup lini produksinya.

Dikutip dari Auto News, Kamis 14 Mei 2020, Nissan juga akan memotong biaya pemasaran, penelitian, dan biaya lainnya.

Untuk menangani krisis yang terjadi, perusahaan ini telah merencanakan untuk mengurangi kapasitas penjualan menjadi sekitar 6,6 juta unit per tahun dari 7,2 juta.

 

 Nissan Bakal Suntik Mati Datsun?© Dream

 

" Nissan akan mengumumkan rencana jangka menengah yang direvisi bersama dengan hasil laporan keuangan tahun 2019 pada 28 Mei. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut tentang hal ini,” kata juru bicara Nissan, Azusa Momose.

Seperti yang diketahui, saham Nissan sendiri telah merosot lebih dari 40 persen tahun ini, melampaui Toyota dan Honda.

4 dari 6 halaman

Upaya Penyelamatan Nissan

Target terbaru dari tim eksekutif Nissan yaitu mengambil alih program bulan Desember, dengan menggunakan Rencana Kinerja Operasional untuk menggantikan perencanaan sebelumnya yang telah diumumkan pada bulan Juli.

Mantan Co-Chief Operating Officer, Jun Seki, saat ini telah merencanakan perencanaan 'penyelamatan' produksi Nissan sebelum ia meninggalkan perusahaan.

Akibat keterpurakannya, Nissan saat ini hanya berfokus pada negara-negara yang berpotensi tinggi seperti India, Vietnam dan Thailand dengan produk-produk Nissan yang akan disederhanakan.

Merk Datsun yang menjadi mobil kelas bawah, dimana rencana awalnya yaitu dikembangkan di India, saat ini akan dihapus. Nissan akan memfokuskan diri pada pasar utama di AS, Jepang dan China.

Pada pasar-pasar utama tersebut, Nissan akan menonjolkan produk kelas atas seperti Nissan Infinity dengan pembaruan. Di antara ketiga pasar besar berpotensi, China menjadi titik terang ekonomi Nissan. Volume penjualan Nissan di China naik 1,1 persen menjadi 122.846 pada April 2020 lalu.

5 dari 6 halaman

Tahun Depan, Nissan Setop Produksi Datsun di Indonesia

Dream - Pabrikan mobil berbasis di Jepang, Nissan, resmi menghentikan produksi Datsun dan Datsun Go+ di Indonesia pada pada Januari 2020. Dua mobil LCGC tidak akan lagi mewarnai pasar otomotif Indonesia.

" Datsun Go dan Datsun Go+ akan diberhentikan produksinya per Januari 2020,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto, dikutip dari Liputan6.com, Senin 25 November 2019

Haryanto mengatakan meskipun produksi Datsun disetop, Nissan akan tetap melanjutkan proses manufaktur di Indonesia. Tapi, Nissan akan menempuh strategi yang berbeda. 

 

 Tahun Depan, Nissan Setop Produksi Datsun di Indonesia© Dream

 

“ Perubahan strategi yang dilakukan oleh Nissan, yakni dengan melakukan lokalisasi komponen utama, mesin New Livina,” kata Harjanto.

Sekadar informasi, rencana produksi mesin Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander telah berembus kencang beberapa waktu lalu. Mesin yang digunakan oleh dua low multi purpose vehicle (LMPV) ini memang masih diimpor langsung dari Jepang.

6 dari 6 halaman

Komentar Nissan?

Terkait kabar ini, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) belum memberikan keterangan apapun. 

Sekadar informasi, Nissan akan mematikan merek Datsun di India pada 2022. Hal ini disebabkan oleh penjualan Datsun yang kurang memuaskan.

Di India, Nissan mengenalkan kembali merek Datsun pada 2013. Merek ini difokuskan untuk pasar negara berkembang seperti India, Indonesia, Rusia, dan Afrika Selatan. 

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Join Dream.co.id