Mesin Motor Bergetar Parah Saat Berkendara, Kenapa ya?

Automotive | Jumat, 4 Juni 2021 19:12

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Saat naik motor, motor tiba-tiba gredek-gredek?

Dream – Sahabat Dream, apakah kamu pernah merasakan motor bergetar ketika sedang berkendara? Tentu saja motor yang bergetar seperti ini mengganggu kenyamanan berkendara.

Tapi, itu karena apa, ya? Dikutip dari Federal Oil, Jumat 4 Juni 2021, mesin motor bisa bergetar parah dan itu bisa membuat tangan kesemutan.

Tak hanya itu, badan juga akan gampang lelah ketika sedang menyetir motor. Ternyata, ada dua penyebab motor bisa bergetar.

Mesin Motor Bergetar Parah Saat Berkendara, Kenapa ya?
Motor
2 dari 7 halaman

Bandul Kruk Tak Seimbang

Penyebab yang pertama adalah bandul kruk yang tidak seimbang. Kemungkinan pertama adalah putaran bandul kruk as yang tidak seimbang. Karena tak seimbang, putaran kruk as tidak normal.

Nah, putaran yang tidak normal ini akhirnya membuat mesin motor bergetar parah.

Biasanya, putaran kruk as menjadi tidak normal karena motor sering jatuh. Selain itu, bandul kruk tak seimbang karena pemiliknya lupa mengganti oli, apalagi oli dibiarkan sampai kering.

3 dari 7 halaman

Lihat Velg

Selain putaran bandul kurk as yang tidak normal, kondisi velg pun ternyata mampu membuat motor bergetar parah.

Selain putaran bandul kruk as yang tidak normal, kondisi velg pun ternyata mampu membuat motor bergetar parah. Biasanya ini dialami ketika motor digeber pada kecepatan tinggi. Memang, kalau kasusnya seperti ini, getaran bukan berasal dari mesin, melainkan setang hingga ke jok.

Kondisi velg lah yang mesti dicek. Velg dengan model palang, harus menjalani pemeriksaan keseimbangan setiap 10 ribu kilometer.

Jika tidak, motor akhirnya bergetar dan bahkan menjadi tidak stabil hingga 50 persen.

Jika memasang velg racing, coba lihat bagian tengahnya. Soalnya, velg racing bawaan pabrik sudah dilengkapi timah keseimbangan berat di bagian tengahnya. Komponen ini harus dicek dan disetel atau di-balancing ulang secara rutin. Pastikan titik balance ada di angka 10, masing-masing untuk outer dan inner. (mut)

4 dari 7 halaman

Jangan Lupa Rawat Motor Setelah Berkendara Jarak Jauh

Dream – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, saat melakukan perjalanan berjarak jauh wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan termasuk yang terkait dengan protokol kesehatan. Bagi pengguna motor, perawatan kendaraan setelah berkendara jarak jauh juga sangat penting untuk dilakukan.

“ Bagi pengguna sepeda motor, setelah berkendara jarak jauh baiknya memperhatikan perawatannya,” kata Senior Manager Aftersales Main Dealer PT Thamrin Brothers, Wahidin, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 27 Kamis 2021.

Wahidin berbagi tips agar kondisi motor tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, kendaraan  bisa digunakan untuk mendukung aktivitas dan aman saat digunakan.

5 dari 7 halaman

Ganti Oli dan Filter Udara

Pertama, jangan lupa ganti oli. Karena telah menempuh perjalanan jauh, kamu perlu mengecek oli atau menggantinya. Untuk oli mesin, dia merekomendasikan diganti setiap 2 ribu km.

Selain oli mesin, cek juga oli gear, terutama kendaraan matik. Untuk oli matik masa pergantian di setiap 10 ribu km.

 Perlukah Ganti Oli Mesin Sebelum Mudik?
© MEN

Kedua, filter udara. Kondisi jalan yang cukup berdebu membuat filter udara jadi cepat kotor. Untuk filter udara saat service dapat dibersihkan sedangkan untuk pergantian kami rekomendasi pergantian setiap 15 ribu km. Jika pemakaian dalam kondisi ekstrem dan penggunaan terlalu sering atau lama, semakin cepat diganti semakin baik.

Ketiga, busi. Untuk pengecekan busi, cukup banyak motor kurang performa bahkan mati dikarenakan kurangnya perawatan busi. Busi dapat dibersihkan saat service. Jika sudah lebih dari 6 ribu km, busi wajib diganti.

6 dari 7 halaman

Lihat Ban

Keempat, ban. Cek pola kembang serta tekanan udara ban. pola kembang ban habis karena terpakai/tipis ditambah tekanan udara yang tidak standar, dapat membahayakan penggunanya.

 Fakta atau Mitos: Tekanan Angin Ban Motor Harus Dikurangi Saat Hujan
© MEN

Pemilik kendaraan harus cek kondisi ban setiap 12 ribu KM atau 1 tahun pemakaian. Kalau kurang bagus, ban dapat segera diganti dan tentunya dengan tekanan udara yang sesuai spesifikasi ban tersebut.

Kelima, gear sprocket dan rantai. Pemilik motor manual bisa mengecek kondisi gear dan rantai dan memastikan apakah terlalu kencang atau kendur. Rantai yang terlalu kendor atau kencang bisa merusak beberapa sistem gear.

 

7 dari 7 halaman

Perhatikan Injector

Keenam, injector. Saat bepergian jauh biasanya sering mengisi bahan bakar di pinggir jalan atau eceran. Sebenarnya tidak masalah namun kita tidak tahu kandungan dalam bahan bakar tersebut bagus atau tidak. Oleh sebab itu saat service wajib melakukan pengecekan injeksi khusus injector. Direkomendasikan pembersihan injector dilakukan setiap 10 ribu km.

Terakhir, lanjut Wahidin, adalah servis di bengkel resmi Yamaha. Di bengkel Yamaha Thamrin, kata dia, ada promo menarik.

“ Untuk bulan Mei 2021 ini, terdapat promo servis berhadiah sembako, yaitu belanja dengan nominal tertentu langsung dapat sembako gratis,” kata dia. (mut)

Join Dream.co.id