Aksi `Tipu-Tipu` Pemudik, Ngumpet di Tumpukan Kerupuk

Automotive | Sabtu, 2 Mei 2020 16:01
Aksi `Tipu-Tipu` Pemudik, Ngumpet di Tumpukan Kerupuk

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mau mudik ke mana tuh?

Dream – Ada-ada saja modus orang-orang untuk bisa mudik ke kampung halaman di tengah larangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain masuk ke truk kontainer, baru-baru ini para pemudik ketahuan bersembunyi di balik tumpukan kerupuk.

Dikutip dari Korlantas Polri, Jumat 1 Mei 2020, peristiwa terjadi di Pospam Gerem Nawah, Cilegon, Banten. Mobil terlihat dari kejauhan memuat kerupuk di bagian atas bak. Bak belakang ditutup terpal untuk mengelabui petugas.

Kejadian ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2020.

" Kejadiannya jam 2 siang tadi di Pospam Gerem bawah. Kita curiga karena kok muatan kerupuk keliahatannya muatan lebih," kata Kapolsek Pulomerak AKP Rifki Seftirian.

Petugas kemudian memberhentikan pikap untuk diperiksa, hasilnya terdapat 2 orang di dalam bak 1 perempuan dan 1 laki-laki. Kepada polisi, penumpang belakang bak itu berasal dari Semarang.

" Di dalamnya ada 2 orang, pas kita tanya dari Semarang mau ke Bengkulu," kata dia.

2 dari 7 halaman

Putar Balik

Petugas kepolisian perintahkan putar balik mobil pikap muatan lantaran ketahuan memuat orang di bak belakang. Sebab, itu sudab menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

" Kita nggak menyelidiki lebih lanjut karena langsung kita minta putar balik,” kata Rifki.

3 dari 7 halaman

Warga Boleh Mudik Asal Bawa Surat `Sakti` Ini

Dream – Pemerintah membuat pengecualian untuk masyarakat yang terpaksa harus mudik ke kampung halaman. Untuk bisa melakukan itu, warga harus memenuhi satu persyaratan khusus kepada petugas. 

Dikutip dari laman Divisi Humas Polri, Kamis 30 April 2020, pemudik harus menyertakan surat keterangan urgensi yang ditandatangani oleh lurah setempat. Dalam surat itu, warga diperbolehkan mudik karena alasan keluarga sakit atau meninggal. Alasan istrinya hendak melahirkan juga akan dikecualikan dari pelarangan mudik.

“ Keluarganya sakit, meninggal, tapi tunjukan surat nggak masalah (mudik). Cukup foto aja bener nggak keluarganya sakit,” jelas Kakorlantas Polri, Irjen Istiono, di Jakarta.

 

Warga Boleh Mudik Asal Bawa Surat Sakti Ini© Dream

 

Istiono mengatakan selain alasan di atas, polisi akan menindak tegas para pemudik dengan memutarbalikkan kendaraan ke rumah masing-masing.

Bila pemudik tetap memaksa pulang karena alasan tidak punya pekerjaan, Polri akan mendata dan langsung memberikan bantuan sosial.

“ Lagi disisir masyarakat yang tak punya pekerjaan kemudian tak kebagian bansos bagaimana, di wilayah paling ujung termasuk Polri menyiapkan 25 ton beras di sana bagi masyarakat yang kelaparan. Polri akan proaktif memberikan bantuan ke masyarakat,” kata dia.

4 dari 7 halaman

Periksa Setiap Kendaraan yang Lewat di Titik Penyekatan

Lebih lanjut, Istiono mengatakan Polri juga akan memeriksa setiap kendaraan yang lewat di titik-titik penyekatan. Hal itu guna mengantisipasi adanya pemudik yang ‘ngumpet’ di truk dan lain sebagainya.

“ Macam-macam modusnya. Ada yang naik truk, kontainer macem-macem. Kita periksa. Saya takutnya mereka lemas kekurangan oksigen. Kedua nyuri pakai truk kontainer kemudian tertular Covid-19 sangat bahaya dan menularkan saudara di kampung,” kata dia.

Istiono menambahkan selama 4 hari pelaksanaan operasi ketupat 2020, jumlah warga yang mudik terus berkurang. Hal itu menandakan kesadaran masyarakat untuk menunda mudik cukup tinggi. Dikatakan jalan keluar kota, khususnya, yang mudik dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah atau Jawa Timur, dan Sumatera, sudah berkurang jauh.

“ Titik-titik tertentu yang masih ramai aktifitasnya adalah wilayah PSBB yan memang berlaku di daerahnya masing-masing. Ini tentunya atas pertimbangan kapolda masing-masing untuk mengelola 

5 dari 7 halaman

Pekerja di Bandara Nyamar Jadi Penjual Bawang Buat Kelabui Larangan Mudik

Dream - Di tengah pandemi corona yang sedang terjadi, ada saja aksi nekat yang dilakukan banyak orang hanya untuk pulang ke kampung halaman. Misalnya, seorang pria di India yang nekat menyewa truk yang bermuatan bawang.

Dikutip dari Rushlane, Rabu 29 April 2020, pria ini membeli bawang 25 ton dan menyewa truk. Pria yang bernama Prem Murti Pandey, menempuh jarak 1.400 km dari Mumbai ke Praygraj, India Utara. Namun, sesampainya di sana, dia harus dikirim ke karantina dan menjalani tes.

 

Pekerja di Bandara Nyamar Jadi Penjual Bawang Buat Kelabui Larangan Mudik© Dream

 

Pihak kepolisian setempat mengatakan bahwa Pandey yang bekerja di bandara Mumbai. Selama bekerja di Bandara Mumbai, ia secara detail memiliki pengetahuan yang baik tentang bagaimana sistem transportasi bekerja di masa lockdown nasional.

Pria ini mengetahui jika setiap warga untuk sementara waktu tidak diizinkan bepergian. Namun pengecualian diberikan kepada transportasi kebutuhan pokok.

Saat itulah, dia memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pedagang bawang.

6 dari 7 halaman

Beli 25,5 Ton Bawang Merah

Pandey pertama kali menyewa sebuah truk mini untuk mengangkut semangka dari Pimpalgaon dekat Nashik ke Mumbai. Setelah percobaan itu berhasil, Pandey memulai rencana utamanya yaitu melakukan perjalanan dari rumahnya.

Pria ini membeli 25,5 ton bawang dari pasar Pimpalgaon. Selanjutnya, ia membawa truk untuk mengangkut bawang dari Pimpalgaon menuju ke rumahnya di Prayagraj, India Utara.

Rencana Pandey berjalan dengan mulus tanpa menghadapi rute sulit. Selama perjalanan, Pandey sempat menjual barang secara grosir di pasar Mundera, namun tidak ada yang mau membelinya. Kecewa, ia langsung membawa bawang itu ke kampung halamannya.

7 dari 7 halaman

Tapi Aksinya `Terendus` Polisi

Entah bagaimana, pihak berwenang diberitahu tentang rencana Pandey dan melakukan pengecekan virus corona. Dia juga diminta untuk mengkarantina dirinya sendiri di rumah. Dia berharap akan dapat menjual bawang dalam beberapa minggu mendatang dan memulihkan sebagian dari jumlah yang diinvestasikan.

Pandey mengaku terjebak di Mumbai dan merasa takut lantaran adanya lonjakan kasus virus corona di sekitar Azad Nagar, Andheri East tempat ia tinggal. Maka dari itu, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.

Lockdown nasional yang masih diberlakukan di India, melarang adanya pergerakan segala bentuk transportasi. Namun, kendaran-kendaraan pengantar bahan makanan masih diperbolehkan melintas.(Sah)

Join Dream.co.id