Mesin Mobil Tiba-Tiba Overheat, Begini Cara Mengatasinya

Automotive | Jumat, 23 Agustus 2019 13:12
Mesin Mobil Tiba-Tiba Overheat, Begini Cara Mengatasinya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mesin mobil bisa saja tiba-tiba mengalami peningkatan temperatur.

Dream – Mobil overheat atau mengalami peningkatan temperatur, sangat mengkhawatirkan pengemudi. Overheat bisa membahayakan keselamatan.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 23 Agustus 2019, kondisi ini ditandai dengan jarum indikator temperatur yang melewati batas tengah pada sistem analog atau menyalanya lampu indikator temperatur pada sistem digital.

Meningkatnya temperatur mobil secara tidak normal dapat disebabkan oleh beberapa hal.

" Penyebabnya bisa saja karena radiatornya mampet, kalo yang pake motor fan, ya, motornya. Lebih sering itu ada kebocoran di radiator atau selang,” kata pemilik bengkel mobil Oscar di Gading Serpong, A. Guan.

Kondisi overheat ini bisa merusak komponen yang ada di mobil. “ Kalau dibiarkan, overheat bisa menyebabkan mesin jebol (dan) cylinder head melengkung,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Begini Cara Mengatasinya

A. Guan mengatakan, dalam kondisi darurat, overheat bisa diatasi dengan sementara. Caranya dengan mengurangi beban kerja mobil.

Misalnya, mengurangi kecepatan mobil dan mematikan AC. Pengemudi juga bisa menghentikan mobil atau mematikan mesin jika kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Guan mengatakan, sebagai antisipasi, penumpang disarankan untuk melakukan pengecekan berkala dengan memperkecil kemungkinan kerusakan komponen yang menyebabkan overheat pada mobil.

(Sumber: Liputan6.com/Khema Aryaputra)

3 dari 6 halaman

Cara Kerja Oli Membuat Mesin Tak Overheat

Dream – Kemacetan parah bisa membuat radiator mobil bisa bekerja kurang optimal karena kurang mendapatkan embusan udara dingin. Suhu panas di ruangan mesin juga akan terperangkan sehingga membuat bagian penting mobil ini panas.

Dalam kondisi ekstrem, mesin bisa mengalami overheat dan mati mendadak. Hal ini disebakan oleh oli yang menguap.

Dikutip dari Auto2000, Senin, 12 Agustus 2019, saat suhu kerja mesin normal, sebenarnya oli telah membantu tugas mengurangi panas mesin. Masalahnya, oli mesin tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga menemui kesulitan melepaskan panas yang berlebih saat jalanan macet.

 Cara Kerja Oli Membuat Mesin Tak Overheat

Secara alami oli juga mengalami penguapan saat suhu tinggi. Karena pada batas temperatur tertentu, energi dalam yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat adanya energi panas dari luar.

Asal masih dalam kadar aman, penguapan oli mesin masih wajar saja. Direkomendasikan pemilik mobil mengganti oli setiap 6 bulan sekali atau 10 ribu km.

4 dari 6 halaman

Performa Bisa Turun

Kalau kamu sama sekali tidak peduli pada kondisi oli mesin, seperti tidak pernah mengecek volume oli lewat tongkat pemeriksa (dipstick), ini akan bermasalah. Tanpa sadar, oli mesin berkurang atau bahkan mengering.

Volume oli yang tidak sesuai kebutuhan akan membuat tugasnya melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin semakin berat. Jika dibiarkan akan membuat usia pakai komponen mesin turun dan cepat rusak.

Turunnya kondisi komponen membuat mesin kesulitan mengail tenaga sehingga performanya turun. Selain tentunya membuat boros konsumsi bensin karena kamu akan menekan pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga.

Apalagi kalau sampai oli mesin habis total. Komponen mesin yang bergesekan tanpa ada pelumas akan membuat mesin macet dan rusak parah. Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki pun tidak murah.

5 dari 6 halaman

Risiko Lupa Ganti Oli Mobil, Yakin Kuat Tanggung Akibatnya?

Dream – Oli mesin punya jangka waktu masa pergantian. Umumnya hal itu ditentukan dari seberapa keras mesin bekerja dan jangka waktu penggunaan kendaraan. Apalagi jika kendaraan kamu baru saja diapakai mudik ke kampung halaman. 

Sering kita dengar risiko berat jika telat mengganti oli mobil atau malah tidak menggantinya sama sekali. Oli yang menipis apalagi sampai habis bisa menyebabkan kerusakan parah pada mesin mobil.

Dikutip dari Suzuki, Selasa 11 Juni 2019, risiko pertama lupa ganti oli adalah overheating atau mesin yang kelewat panas. Dalam kondisi ini, suhu mesin mobil naik dan jadi sangat panas. Ketika oli mesin tidak diganti, fungsi utama oli mesin sebagai pendingin mesin tak bisa bekerja maksimal. Alhasil, mesin mobil menjadi sangat panas atau overheat.

Kedua, kualitas mesin turun. Oli yang tidak diganti tepat waktu berisiko memberi efek pada kinerja mesin. Oli berfungsi untuk membantu memaksimalkan kinerja mesin.

Oli yang tidak diganti warnanya akan semakin hitam dan kental, sehingga fungsinya sebagai pelumas komponen mesin akan menurun. Tentu saja ini berefek pada kinerja mesin yang sudah pasti akan menurun.

Suara mesin juga berisiko menjadi semakin kasar, serta mesin mobil akan menjadi sulit untuk dinyalakan.

6 dari 6 halaman

Boros Bensin dan Komponen Mesin Bisa Rusak

Ketiga, boros bensin. Gesekan antara komponen-komponen mesin akan berkurang karena dibantu oleh oli mobil yang fungsinya memang sebagai pelumas. Gesekan mesin mobil yang halus bisa membuat performa kerja mobil semakin meningkat dan semakin nyaman untuk dikendarai.

Oli mobil yang tidak diganti, akan menyebabkan yang semakin kuat dan tarikan mesin yang juga terasa semakin berat. Hasilnya, mesin akan memerlukan sumber tenaga tambahan lain yaitu bensin dan hal ini sudah pasti akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.

Keempat, komponen mesin rusak. Saat oli mobil sudah lama tidak diganti, otomatis oli mobil sudah terlalu kental dan kotor. Oli yang kental dan kotor inilah yang mengakibatkan rusaknya komponen bagian dalam mesin.

Bagian mesin yang terkena biasanya adalah piston, silinder, dan beberapa komponen mesin lainnya. Oli yang dibiarkan terlalu lama dalam mesin mobil dapat menyebabkan mesin bekerja secara berlebihan, dan berpotensi menimbulkan karat dan goresan. Yang paling parah, komponen mesin bisa terbakar. (Sah)

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id