Sulit Rawat Mobil Matik atau Manual? Pembalap Rifat Sungkar Punya Jawabnya

Automotive | Jumat, 1 Oktober 2021 06:35

Reporter : Sandy Mahaputra

Apalagi kalau bicara oli transmisi.

Dream – Mobil matik merupakan pilihan yan tepat untuk berkendara di jalanan ibu kota yang selalu dilanda kemacetan. Pengemudi takkan lagi mengalami kaki pegal karena memindahkan kopling transmisi. Cukup bermain gas dan rem, kendaraan melaju santai kala macet. 

Meski membuat berkendara menjadi lebih nyaman, masih banyak yang mempertanyakan soal perawatan mobil matik. Masih ada yang beranggapan perawatan mobil matik lebih ringkih dibandingkan transmisi manual.

Pereli nasional, Rifat Sungkar, mengaku perbedaaan yang dirasakannya untuk perawatan mobil manual versus matik hanya pada urusan mengganti oli transmisi.

“ Untuk manual harus ganti oli semua. Bedanya kalau mobil matik adalah oli gearbox dan oli cadangan. Namun untuk penggantian oli mobil otomatis, butuh 2-3 kali flushing,” kata Rifat Sungkar dalam Virtual Media Session, Rabu kemarin, 29 September 2021.

Brand ambassador Mitsubishi Indonesia itu juga menjelaskan, pergantian pelumas pada mobil manual biasanya harus lebih mendapat perhatian. Sementara untuk urusan komponen kopling, diakuinya mobil manual lebih mudah dalam hal perawatan dibanding matik.

“ Mengenai kopling, kalau mobil manual bisa diketahui kopling kapan habisnya. Jadi ikuti rekomendasi setelah habis ya pasti harus diganti. Tapi habisnya tidak tahu karena sesuai dengan kebiasaan,” kata suami Sissy Priscillia.

Sulit Rawat Mobil Matik atau Manual? Pembalap Rifat Sungkar Punya Jawabnya
Ada Anggapan Merawat Mobil Matic Lebih Susah Daripada Yang Manual. (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Pergantian Kopling Harusnya Setiap 50 Ribu Km

Menurut pengalaman Rifat, pergantian kopling sebaiknya dilakukan setiap 50 ribu kilometer. Hal ini untuk peremajaan komponen pada mobil.

“ Tetap ingat juga, mobil manual yang sering beban banyak dan banyak di tanjakan jadi variabelnya lebih berbeda, itu kembali ke gaya (kebiasaan) pengendaranya,” kata dia.

Dikatakan Rifat, pada mobil matik biasanya sudah menggunakan teknologi converter. Sementara untuk perbaikan mobil matik secara menyeluruh bisa dilakukan dilakukan setiap 100 ribu km.

“ Bisa begitu perawatannya karena di mobil matik yang bekerja ada sistem hidrolik. Jadi untuk pemiliharannya, ya oli spare itu yang rutin diganti. Jadi penggantiannya biasanya kepada komponen yang lebih ke literan kecil,” kata dia.

3 dari 5 halaman

5 Kiat Berkendara dengan Mobil Matic Saat Terabas Genangan Air

Dream – Intensitas hujan semakin meningkat jelang Imlek yang banyak diyakini masyarakat sebagai masa-masa akhir musim penghujan. Curat hujan yang tinggi bahkan mengakibatkan banjir tak hanya di Jakarta namun beberapa daerah di Indonesia.

Kondisi ini membuat semua orang harus waspada, terutama yang sedang berkendara. Meski sedang ada urusan yang mendesak, pengendara tetap harus sabar terutama ketika melewati genangan air atau menerobos banjir.

Pada kondisi ini, kamu tentu harus tetap memperhatikan beberapa hal, baik ketika akan berkendara maupun setelah berkendara di tengah banjir.

 

 5 Kiat Berkendara dengan Mobil Matic Saat Terabas Genangan Air© Dream

 

“ Melalui sharing tips ini, Sahabat dapat melakukan pencegahan dan lebih waspada ketika memang terpaksa harus berkendara pada kondisi banjir. Sahabat juga dapat memastikan kondisi kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin di bengkel resmi Daihatsu terdekat,” kata Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Daihatsu, Rabu 10 Februari 2021.

Berikut beberapa kita mengendarai mobil matic saat melintas banjir yang harus Sahabat Dream ketahui.

© Dream
4 dari 5 halaman

Pastikan Saluran Masuk Udara Tak Terendam

Pertama, pastikan saluran masuk udara tidak terendam air. Jika saluran masuk udara ini sampai terendam, water hammer bisa terjadi. Kondisi membuat air masuk ke ruang pembakaran dan menyebabkan mesin rusak.

Pastikan ketinggian genangan air tersebut tidak lebih dari setengah roda. Jangan memaksakan diri melewati jalan yang genangan airnya tinggi.

Kedua, gunakan gir paling rendah. Tujuannya agat kecepatan mobil tetap stabil dan putaran mesin akan lebih bertahan.

Selain itu, gas buang yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot. Dengan begitu, air bisa tertahan dan tidak masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan.

5 dari 5 halaman

Majukan Kendaraan Secara Perlahan

Ketiga, melaju secara perlahan dan konstan akan membantumu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi membahayakan. Misalnya, lubang besar di jalan yang tentunya dapat membahayakan kendaraan.

Keempat, mematikan mesin saat mogok. Ketika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil dan dapat membuat mesin mati/mogok, jangan mencoba hidupkan mesin. Cara itu bisa membuat kerusakan parah di bagian mesin mobil.

Kelima, mengeringkan rem dengan cara sederhana dengan kecepatan lambat sekitar 5 km per jam. Setelah itu, remlah mobil berkali-kali secara perlahan.

Tujuannya untuk memastikan bahwa mobil masih dalam kondisi yang baik dan kampas rem kering. Jika dirasa ada yang tidak beres dengan kendaraan, kamu dapat melakukan pengecekan mobil di bengkel resmi.

© Dream
Join Dream.co.id