Memacu Ferrari Portocino di Istana Tersembunyi Tengah Hutan

Automotive | Jumat, 3 Mei 2019 06:17
Memacu Ferrari Portocino di Istana Tersembunyi Tengah Hutan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mobil berlogo kuda jingkrak itu dicoba oleh 10 Ferraristi

Dream – Deru knaplpot menyala keras di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur. Kelirnya mobil mewah itu sebagian besar berwarna merah. Dari logonya di body mobil itu, orang bisa langsung menerka merek mobil yang menderu tersebut. 

Bergambar kuda jingkrak dengan latar berwarna kuning, belum lama ini lebih dari 10 mobil Ferrari terlihat berseliweran di kaki Gunung Arjuno. Para Ferraristi itu adalah anggota Ferrari Jakarta dan Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) chapter Surabaya

Mengawali perjalanan dari Surabaya, para pemilik mobil mewah dari Italia itu berencana konvoi ke sebuah istana tersembunyi di dalam hutan. Tujuannya mansion pribadi di Prigen. 

Usai 90 menit perjalanan, konvoi Ferrari itu tiba di Kaliandra.

Dikutip dari keterangan tertulis Ferrari Indonesia yang diterima Dream, Kamis 2 Mei 2019, 

Kaliandra adalah istana tersembunyi di tengah hutan. Dibangun pada tahun 1997, villa pribadi yang tak ada duanya ini merupakan persilangan gaya Eropa dengan budaya Jawa Kolonial, yang dinamakan Villa Leduk oleh pemiliknya.

 Para Ferraristi mencoba Ferrari Portocino (1)

Terinspirasi oleh rumah-rumah bangsawan di Tuscany, dikombinasikan dengan pengaruh abad pertengahan Majapahit, Villa Leduk adalah sebuah museum seni yang dikelilingi oleh burung merak dan rusa hidup. 

 Mereka mencoba mobil berlogo kuda jingkrak itu.

Di gerbang utama Kaliandra, para pemilik Ferrari itu disambut oleh Ferrari Portofino. Kuda jingkrak berwarna merah itu secara bergiliran dites para Ferraristi yang menjajalnya dengan mendaki bukit menuju Palladian mansion.

Semuanya bersemangat dan puas dengan kualitas performa dan raungan mesin V8 dengan 600 hp.

Beberapa staf berpakaian tradisional Jawa menyambut para pemilik Ferrari di gazebo belakang di Rumah Kolonial 1880, bagian terbaru dari kompleks Kaliandra. Replika dari rumah leluhur sang pemilik di Pasuruan.

Mereka menikmati sajian lokal untuk makan siang setelah sesi seru bersama Ferrari Portofino. 

 Mereka mencobanya di Kaliandra

Sebagai penutup hari tersebut, sang pemilik mengajak Ferarristi berkeliling dalam sebuah tur pribadi. Mereka terkesima dengan koleksi antik di rumah utama, Villa Leduk. Di antaranya adalah seekor kuda monokrom Dinasti Tang dari abad ke delapan.

Sebelum kembali ke kota, para pemilik Ferrari berfoto bersama-sama di depan Palladian mansion yang berwarna kuning oker tersebut.(Sah)

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id