Ditawari Motor Bekas Murah, Cek Pelat Nomornya Biar Tak Tertipu

Automotive | Senin, 26 Juli 2021 09:47

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Jangan sampai yang dibeli adalah motor dengan pelat yang palsu.

Dream – Pada masa pandemi, ada banyak penawaran sepeda motor bekas dengan harga yang miring. Penawaran ini marak dilakukan melalui WhatsApp atau media sosial.

Saat mencari motor bekas, kamu harus ekstra hati-hati. Selain spesifikasinya, satu hal lain yang sering luput diperhatikan adalah pelat motor.

Sebagai identitas kendaraan, nomor pelat motor penting diperhatikan agar kamu tak mendapatkan motor jarahan. Kalau dapat motor bekas hasil kejahatan, bisa-bisa kamu bisa terseret masalah hukum.

Dikutip dari Wahana Honda, Senin 26 Juli 2021, kamu bisa mengidentifikasi pelat motor palsu dengan cara yang cukup mudah. Ada tiga trik mengetahui pelat nomor kamu palsu atau asli.

Pertama, melihat material. Sekilas, pelat motor palsu sama dengan yang asli. Tapi, ada bedanya. Pelat motor palsu terbuat dari besi atau seng non Samsat.

 

Ditawari Motor Bekas Murah, Cek Pelat Nomornya Biar Tak Tertipu
Ilustrasi Pelat Motor. (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Perhatikan Ini Juga

Kedua, perhatikan posisi angka dan huruf. Jarak antarangka maupun antarhuruf pada pelat palsu tidak ideal, tidak seperti pelat asli dari Samsat.

Di pelat palsu, jarak tiap huruf maupun angka bisa terlalu dekat, atau malah kelewat jauh. Hurufnya juga bukan standar pelat Samsat.

Ketiga, cari garis putih. Di pelat asli dari Samsat, kamu bisa menemukan garis putih di dekat pelat motor. Selain itu, pola dan tulisannya pun jelas.

3 dari 3 halaman

Sanksi untuk Pengguna Pelat Nomor Palsu

Dengan memiliki motor sesuai dengan prosedurnya, kamu sudah turut serta dalam mematuhi peraturan perundang-undangan di Indonesia. Tentu ada sanksi yang menanti bagi pengguna pelat motor palsu.

Pelat nomor yang tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri, dianggap tidak sah dan tidak berlaku.

Penggunanya harus bersiap menghdadapi ancaman pidana kurungan maksimal dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Ketentuan ini mengacu pada Pasal 39 ayat (5) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 5 Tahun 2012).

Join Dream.co.id