Ayah 5 Anak Tewas Ditabrak, Malaysi Kaji Denda Sopir Mabuk Naik jadi Rp330 Juta

Automotive | Senin, 17 Februari 2020 14:24
Ayah 5 Anak Tewas Ditabrak, Malaysi Kaji Denda Sopir Mabuk Naik jadi Rp330 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ada juga hukuman penjara sampai 20 tahun.

Dream - Banyak negara di dunia membuat sanksi yang sangat berat untuk para pengemudi yang masih nekat berkendara dalam kondisi mabuk. Aturan itu dibuat agar keselamatan pengemudi maupun orang lain di jalan raya terjamin. 

Tak hanya di negara maju, aturan ketat juga diberlakukan negara tetangga Indonesia, Malaysia. Negeri jiran ini tengah mempertimbangkan merevisi aturan sanksi bagi pengemudi yang berkendara dalam keadaan mabuk atau mengkonsumsi obat-obatan.

Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng mengusulkan pengendara yang kedapatan mabuk sambil berkendara dikenakan denda sampai 100 ribu ringgit atau sekitar Rp330,31 juta.

Selain denda uang, pengemudi juga akan dikenakan hukuman penjara, dari 10 tahun menjadi 20 tahun.

“ Pemerintah mempertimbangkan hukuman penalti berdasarkan pasal 41 Undang-Undang Transportasi Darat 1987 bagi mereka yang menyebabkan kecelakaan hingga meninggal dunia karena mabuk,” kata Lim Guang Eng, dikutip dari New Straits Times, Senin 17 Februari 2020.

Keterangan sang menteri disampaikan setelah mengunjungi korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia, Khairizul Mohammad Noor. Sang korban yang meninggalkan lima orang anak tewas setelah ditabrak pengemudi mabuk.

2 dari 7 halaman

Pentingnya Aturan Diubah

Lim Guang Eng menjelaskan usulan untuk menaikkan nilai denda serta lamanya masa tahanan diperlukan karena korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas terbilang tinggi.

Setiap tahun tercatat ada 7 ribu kecelakaan lalu lintas fatal di Malaysia. Angka ini termasuk sebagai yang tertinggi di dunia.

Dia juga meminta kerja sama masyarakat untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas itu.

3 dari 7 halaman

Ngakak! Ditilang Polisi, Pemuda Mabuk Salahkan Motor Karena Belok Sendiri

Dream - Pemilik kendaraan bermotor pasti juga mengetahui jika berkendara dalam kondisi mabuk sangat membahayakan. Tak hanya bagi diri sendiri, keselamatan pengendara lain juga terancam.

Anjuran inilah yang dilanggar seorang pengendara sepeda motor yang diduga mengemudikan roda duanya dalam kondisi mabuk. Dia masih bisa bersyukur diberikan kesempatan hidup karena sempat terkena tilang polisi.  

 

Aksi pemuda itu tertangkap dalam sebuah video yang beredar di sosial media. Kocaknya, pria yang mengaku tak sedang mabuk itu menyalahkan sepeda motornya karena tak mengikuti instruksinya.

Dikutip dari akun Instagram @makassar_iinfo, seorang polisi tengah memberhentikan seorang pengendara berkaus singlet hitam. Memakai topi dengan posisi terbalik, dia berkendara tanpa menggunakan helm. 

Seperti para pelanggar umumnya, pria ini juga berusaha membela diri karena merasa tak melakukan kesalahan apapun. Setelah mengangkat sepeda motor dan memasang standar samping, pria itu mengoceh jika dia tidak sedang mabuk saat berkendara. 

“ Saya nggak mabuk, Om. Tadi itu saya mau belok ke situ, Om. Tapi motornya yang mau ke sini. Yang salah motornya, om,” kata si pengendara.

Polisi pun menenangkan si pengendara. " Tenang, tenang, tenang," kata polisi.
 

 Seorang pemuda menyalahkan sepeda motornya ketika ditilang.© Akun Instagram @fakta.indo

4 dari 7 halaman

Deretan Hukuman bagi Sopir Mabuk di Dunia, yang Terakhir Bikin Merinding

Dream – Di berbagai dunia, ada sanksi yang dijatuhkan kepada pengemudi yang ketahuan mabuk. Hukumannya beragam, mulai dari sanksi denda sampai kurungan penjara.

Tapi, ada juga, lho, hukuman unik bagi pengemudi yang mabuk.

 

 Deretan Hukuman bagi Sopir Mabuk di Dunia, yang Terakhir Bikin Merinding© Dream

 

Ada yang diminta jalan sejauh 32 kilometer. Ada juga yang dihukum cambuk. Bahkan, ada juga hukuman memandikan mayat.

Berikut ini adalah hukuman unik bagi pengemudi mabuk, dikutip dari Zing dan Auto Evolution, Kamis 9 Mei 2019.

5 dari 7 halaman

1. Jalan Kaki Sejauh 32 KM

Turki menerapkan hukuman yang unik bagi pengemudi yang mabuk. Orang-orang yang ketahuan mabuk ketika mengemudi dipaksa untuk berjalan sejauh 32 kilometer ke rumah dan diawasi oleh polisi. Kedengarannya aneh, tapi bisa jadi ide yang buruk kalau dipraktikkan.

2. Kursus Politik Selama Setahun atau Hak Politik Dicabut

Polandia merupakan negara dengan jalan yang paling berbahaya di Eropa. Kalau ada pengemudi yang ketahuan mabuk, hukuman yang akan dijatuhkan adalah kursus politik selama satu tahun. Atau, hak politikmu akan dicabut selama tiga tahun sampai lima tahun.

3. Dicambuk

Di Uni Emirat Arab, hukumannya ngeri, Sob. Sebelum mendekam beberapa bulan di jeruji besi, kamu akan mendapatkan 80 kali cambukan di punggung, lengan, dan kaki. Jadi, masih mau coba-coba?

 

6 dari 7 halaman

4. Penumpang Kena Getahnya

Di Malaysia, kalau ada penumpang lain yang berada di satu mobil dengan pengemudi mabuk, dia juga akan kena getahnya. Penumpang yang bersangkutan juga dihukum karena dinyatakan terlibat.

5. Wajah Dipampang di Koran

Kalau di Australia, pengemudi akan mendapat hukuman sosial. Harian lokal di sana akan menyisihkan satu halaman bagi para pengemudi yang mabuk. Selain itu, mereka akan didenda dan dipenjara.

6. Mobil Disita

Di Kosta Rika, El Salvador, dan Perancis, pengemudi mabuk bisa gigit jari. Mobil mereka akan jatuh ke tangan polisi. Mobil akan ditebus oleh pemerintah dan menjadi milik negara.

 

7 dari 7 halaman

Hukuman Paling Ekstrem

7. Denda Berdasarkan Rekening Tabungan

Penalti mengemudi dalam keadaan mabuk di Swedia akan sebanding dengan jumlah saldo rekening pelanggar. Kalau kamu seorang jutawan, denda yang akan diterima bisa mencapai puluhan ribu dolar AS. Kemudian, pelanggar akan kehilangan SIM selama 3 tahun atau mobil disita.

8. Memandikan Mayat

Hukuman ini benar-benar ada di Moldova—sebuah negara pecahan Soviet yang berada di Eropa Timur. Dikutip dari Auto Evolution, pengemudi yang mabuk harus bekerja di kamar mayat rumah sakit pemerintah, menonton otopsi, dan memandikan mayat selama tiga bulan. Ini adalah syarat bagi mereka yang ingin mendapatkan lisensi mengemudinya kembali.

Ya, di sana, pelanggar akan langsung kehilangan hak mengemudi begitu ketahuan mabuk. Mereka juga harus menunggu keputusan pengadilan untuk melihat berapa lama lisensi ditangguhkan. Kalau kadar alkohol dalam darah lebih tinggi dari 0,3 mg/l, pengemudi dilarang mengemudi seumur hidup.

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id