Langkah Pertama yang Mesti Dilakukan Ketika Mobil Mogok di Jalan

Automotive | Kamis, 30 September 2021 07:14

Reporter : Cynthia Amanda Male

"Jangan panik".

Dream - Mobil mogok di tengah perjalanan sering kali membuat pengemudi kebingungan. Apalagi jika hal ini terjadi di tengah jalanan yang sedang macet.

Apabila mengalaminya, jangan panik! Berikut ini adalah beberapa cara yang harus dilakukan jika terjebak dalam kondisi mobil mogok dari pembalap nasional sekaligus brand ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar.

Langkah pertama ketika mobil mogok yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan detik-detik berharga ketika mobil masih bisa bergerak walaupun kecepatannya melambat.

Manfaatkan waktu berharga ini untuk memposisikan mobil ke tempat yang lebih aman, sehingga tidak menghalangi kendaraan lain.

Setelah ditepikan, pastikan situasi aman di sekitar, kemudian matikan mesin. Pasang segitiga pengaman dan nyalakan hazard.

" Jangan panik. Tepikan kendaraan, agar tidak menghalangi kendaraan di belakang. Itu dulu. Mobil sekarang sudah banyak drive by wire, kunci utama adalah kelistrikan. Ketika masuk ke kelistrikan, itu ke tingkat lebih advance. Jadi jangan lakukan sesuatu yang aneh kecuali menjumper," ujar Rifat dalam Virtual Media Session, Rabu 29 September 2021.

Head of After Sales Marketing & Promotion Section After Sales Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Tegar Ardisura Raharja menambahkan, cara aman jika mobil mengalami mogok di jalan yakni menggunakan layanan emergency, seperti yang dimiliki Mitsubishi.

" Layanan ini beroperasi 24 jam. Dengan jaringan dealer yang begitu banyak, jadi bisa diandalkan, Disarankan untuk menyiapkan nomor dealer atau bengkel yang ada di lokasi yang kita tuju. Ini tindakan preventif," .

Langkah Pertama yang Mesti Dilakukan Ketika Mobil Mogok di Jalan
Ilustrasi Mobil Mogok
2 dari 3 halaman

Deretan Fakta Oli Mobil, Termasuk Kapan Harus Diganti?

Dream - Oli atau pelumas merupakan salah satu kebutuhan utama yang membantu kinerja mesin, sehingga pemilihan pelumas yang tepat dapat memaksimalkan kinerja sekaligus menjaga keawetan kendaraan.

" Oli harus dijaga kondisinya. Karena oli ibarat 'darah' dalam sebuah mobil. Pastikan ganti oli tepat waktu dan sesuai jarak yang sudah ditentukan buku pedoman," kata pembalap nasional sekaligus brand ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar dalam Virtual Media Session, Rabu 29 September 2021.

Suami Sissy Priscillia menyarankan menggunakan oli sesuai dengan yang disarankan pabrikan.

 Oli mesin mobil© Shutterstock.com

Menurutnya ada lima jenis pelumas pada mobil, yakni oli mesin, minyak rem, oli transmisi, oli gardan, dan oli power steering. Dalam perawatannya, kelima jenis oli pelumas ini mempunyai kriteria dan ketentuan penggunaan berbeda.

Untuk oli mesin ganti secara berkala sesuai dengan aturan jarak tempuh atau jangka waktu. Biasanya setiap 10.000 kilometer atau 6 bulan sekali, tergantung mana lebih dulu tercapai. Penggunaan oli disesuaikan dengan jenis atau tipe kendaraan, seperti mobil bermesin bensin dan bermesin diesel.

" Pakai oli yang direkomendasikan pabrikan, lalu selalu cek level oli mesi. Pastikan tidak ada kebocoran oli pada mobil," imbuh Rifat.

3 dari 3 halaman

Kemudian untuk minyak rem, ganti minyak rem sesuai rekomendasi dari pabrikan, biasanya ganti minyak rem setiap 20.000 kilometer atau 2 tahun

Kata Rifat, perlu diingat jangan menambah minyak rem, jika berkurang itu tandanya kampas rem sudah menipis atau ada kebocoran minyak rem. Lalu gunakan minyak rem sesuai dengan spesifikasi pada mobil, karena titik didih minyak rem berbeda dari masing-masing spesifikasi.

Adapun perawatan oli transmisi dan oli gardan yang harus diingat adalah kedua pelumas itu berbeda. Dari fungsi, takaran penggunaan, spesifikasi oli, dan periode penggantiannya.

 Oli mesin mobil© Shutterstock.com

" Kebutuhan oli ini dapat dilihat dalam buku panduan kendaraan (manual book) di setiap mobil. Oli transmisi matic biasanya menggunakan SAE 40 atau 90, sedangkan oli gardan biasanya menggunakan SAE 90 sampai dengan 140," ucap Rifat.

Terakhir oli power steering. Sebaiknya diganti maksimal setiap 40.000 kilometer atau sesuai ketentuan dari pabrikan. Gunakan oli power steering yang tepat.

" Jika spesifikasi oli gak sesuai, power steering bisa cepat rusak. Tanda-tanda power steering rusak biasanya akan terasa berat saat dibelokkan" .

Join Dream.co.id