Penumpang MRT, LRT, dan KRL Wajib Pakai Masker Mulai 12 April 2020

Automotive | Senin, 6 April 2020 13:34
Penumpang MRT, LRT, dan KRL Wajib Pakai Masker Mulai 12 April 2020

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kewajiban menggunakan masker kain akan disosialisasikan mulai hari ini sampai 11 April 2020.

Dream Para pengguna transportasi umum, khususnya moda MRT dan LRT, wajib memakai masker saat akan bepergian menggunakan angkutan tersebut. Tak harus masker bedah, masyarakat bisa menggunakan masker kain.

Kebijakan tersebut ditetapkan pengelola PT MRT Jakarta dan PT LRT Jakarta yang mengikuti anjuran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan setelah menerbitkan Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Coronavirus Disease (COVID-19) yang ditandatangani pada 3 April 2020.

Seruan tersebut mempertimbangkan peningkatan kasus corona di Jakarta dan bertujuan untuk menekan potensi penularan antar orang.

Pengelola MRT mengimbau para penggunanya untuk mengenakan masker saat akan menggunakan moda transportasi mereka. Salah satu jenis masker yang disarankan adalah masker kain minimal dua lapis (2 ply).

" Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah, tanpa terkecuali. Adapun jenis masker yang disarankan adalah masker jenis kain minimal dua lapis yang dapat dicuci setiap hari," kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, di Jakarta, dikutip dari beritajakarta, Senin 6 April 2020.

Kamaluddin meminta semua calon penumpang agar menggunakan masker ketika akan memasuki stasiun dan menggunakan layanan MRT Jakarta.

" Kebijakan ini akan disosialisasikan mulai tanggal 6 – 11 April 2020, dan efektif diberlakukan tanggal 12 April 2020," kata dia.

2 dari 6 halaman

Masker Juga Wajib Dipakai Saat Naik LRT Jakarta

Hal sama juga diungkapkan oleh General Manaer Corporate Secretary LRT Jakarta, Arnold. Dikatakan bahwa masker yang digunakan adalah jenis kain minimal dua lapis. Masker ini bisa dibuat sendiri atau dibeli.

“ Serta dapat dicuci setiap hari untuk menjaga kebersihannya dan tidak membeli atau menggunakan masker medis karena diprioritaskan untuk para tenaga medis,” kata Arnold.

LRT Jakarta mulai menyosialisasikan penggunaan masker mulai 6 hingga 11 April 2020 dan akan efektif mulai 12 April 2020.

" Calon penumpang yang tidak mengenakan masker, tidak diperkenankan masuk stasiun. Ini adalah upaya bersama memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata dia.

3 dari 6 halaman

KCI Juga Tak Mau Ketinggalan

Dikutip dari akun Instagram PT KCI, @commuterline, perusahaan ini juga akan memberlakukan penggunaan masker saat berada di lingkungan stasiun dan di dalam kereta. Masker yang disarankan adalah kain dua lapis. Masker bedah dan N95 dikhususkan bagi tenaga medis dan petugas lain yang paling rawan terpapar virus corona.

“Aturan ini akan serentak berlaku pada 12 April 2020, termasuk di moda transportasi lain seperti MRT, LRT, dan Transjakarta. Para petugas di stasiun dan KRL akan senantiasa mengingatkan Rekan Commuters untuk selalu menggunakan masker,” tulis KCI.

      View this post on Instagram

Sesuai dengan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Untuk Mencegah Penularan Covid-19, demi kesehatan bersama Rekan Commuters untuk selalu gunakan masker saat keluar rumah. Masker juga wajib digunakan saat berada di lingkungan stasiun maupun di dalam KRL. Masker yang disarankan adalah jenis kain minimal dua lapis yang dapat dicuci. Sementara masker sekali pakai seperti masker surgical dan N95 kita utamakan untuk kebutuhan tenaga medis dan petugas lain yang paling rawan terpapar Covid-19. Aturan ini akan serentak berlaku pada 12 April 2020, termasuk di moda transportasi lain seperti MRT, LRT, dan Transjakarta. Para petugas di stasiun dan KRL akan senantiasa mengingatkan Rekan Commuters untuk selalu menggunakan masker. Tapi Rekan Commuters ingat ya, sebaiknya #dirumahaja dan hanya keluar rumah untuk keperluan yang sangat mendesak. #BUMNUntukIndonesia #KAILawanCorona #KCILawanCorona

A post shared by Kereta Commuter Indonesia (@commuterline) on

4 dari 6 halaman

Keluar Rumah Wajib Pakai Masker! Pemerintah Ikuti Anjuran WHO

Dream - Jumlah kasus Covid-19 setiap harinya di Indonesia terus bertambah. Total sudah ada 198 korban jiwa. Penularan virus ini yang melalui droplet atau percikan air liur memang begitu cepat.

Salah satu cara untuk menekan penyebarannya adalah menggunakan masker. World Health Organization (WHO) sangat menganjurkan untuk menggunakan masker ke mana pun demi mengurangi risiko penularan. Juru bicara Covid-19, Ahmad Yurianto, mengungkapkan hal ini.

" Mulai hari ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker. Lindungi diri kita, gunakan masker pada saat keluar rumah terutama," kata Yuri, di Jakarta, Minggu, 5 April 2020.

 

 Keluar Rumah Wajib Pakai Masker! Pemerintah Ikuti Anjuran WHO© Dream

 

Pemakaian masker ini, sangat dianjurkan karena kita tak pernah tahu orang di sekitar, bisa saja carrier (pembawa virus). Mereka tak memiliki gejala apapun, tapi bisa menulari.

" Karena kita tidak pernah tahu bahwa di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi untuk menularkan ke kita," ungkap Yuri.

 

5 dari 6 halaman

Masker Kain Rekomendasi WHO

Sebelumnya, WHO merekomendasikan, hanya orang yang sakit, bergejala atau berisiko terpapar virus yang boleh menggunakan masker. Bahwa penggunaan masker bedah khususnya untuk para profesional medis.

 Masker kain© Shutterstock

Namun, pandangan WHO berubah tatkala penelitian terbaru menunjukkan, efek positif memakai masker dalam mencegah penyebaran virus Corona. Apalagi lebih banyak pemerintah di Eropa yang mengharuskan warganya untuk menutupi hidung dan mulut di depan umum. Masyarakat awam bisa menggunakan masker kain.

" Kita tentu melihat keadaan penggunaan masker, baik buatan sendiri maupun masker kain, di tingkat masyarakat dapat membantu cegah penyebaran virus Corona," jelas Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, dikutip South China Morning Post, Minggu 5 April 2020.

" Mungkin ada situasi saat pemakaian masker dapat mengurangi tingkat infeksi. Kami akan mendukung pemerintah yang ingin melakukan pendekatan penggunaan masker kepada seluruh warga dan yang memasukkan itu sebagai upaya dari strategi komprehensif untuk mengendalikan Corona," kata Ryan.

6 dari 6 halaman

Diterapkan di banyak negara

Penggunaan masker yang ditujukan kepada semua orang mulai diterapkan negara-negara di dunia. Dalam waktu sekitar seminggu terakhir, Austria, Slovakia, dan Republik Ceko memperkenalkan, persyaratan bagi orang-orang untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum, seperti supermarket.

Pada Rabu, 1 April 2020, California menjadi negara bagian Amerika Serikat yang pertama menawarkan pedoman resmi untuk warganya. Bahwa setiap orang harus mengenakan masker supaya membantu menahan penyebaran virus Corona.

Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id