Bisa Dikendarai, Mahasiswa di Jepang Ciptakan Sepeda Motor Tiup

Automotive | Senin, 29 Maret 2021 09:47
Bisa Dikendarai, Mahasiswa di Jepang Ciptakan Sepeda Motor Tiup

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sepeda motor tiup? Seperti apa itu?

Dream – Tak cuma smartphone saja yang kini sudah mulai banyak dikembangkan dalam desain dilipat. Kendaraan bermotor, tepatnya sepeda motor, kini juga bisa dilipat di tangan para ahasiswa kreatif di Jepang. 

Sekelompok mahasiswa di Universitas Tokyo, Jepang, diketahui baru saja mengumumkan karya sepeda motor lipat dengan bentuk yang unik. Sepeda motor lipat itu bernama POIMO.

Dikutip dari Motosaigon, karya ini lahir dari masalah lalu lintas di Jepang yang cukup padat. Belakangan penduduk Negeri Sakura ini mengalami overpopulasi terutama kota-kota besar dan berujung kepada masalah lalu lintas yang serius.

Kondisi ini membuat kendaraan portable pribadi menjadi sebuah kebutuhan dengan peminat yang semakin besar. Menyadari fenomena tersebut, tak sedikit brand besar berusaha mengembangkan kendaraan yang bisa dimilik masyarakat.

2 dari 5 halaman

Muncul Sepeda Motor Tiup

Alasan serupa yang membuat para mahasiswa di universitas tersebut menciptakan POIMO yng saat ini masih dalam bentuk konsep. Kendaraan ini seperti sepeda motor, namun bisa dikayuh serta memiliki sadel, kemudi, dan motor listrik.

Yang menarik, kendaraan unik ini bisa dikempeskan dan dilipat. Untuk mengembangkannya, kamu cukup memompanya. Ukuran kendaraan ini juga pas untuk dimasukkan ke dalam tas.

Pengembangan kendaraan ini baru bisa diproduk dalam versi concept. Masih memerlukan waktu yang lama untuk memodifikasi powertrain listrik agar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Meskipun demikian, POIMO menarik perhatian banyak pihak dan dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat belakangan ini. Tak hanya itu, POIMO juga dinilai sebagai gebrakan di industri sepeda motor.

3 dari 5 halaman

Pria Ini Akhirnya Punya SIM Usai 17 Tahun Ikut Tes 192 Kali dan Habis Rp22 Juta

Dream – Gagal 2-3 kali saat menjalani ujian mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) biasanya akan membuat frustasi. Selain berulang kali merogoh uang buat uang pendaftaran, peserta juga malas untuk mengulang kembali karena prosesnya yang cukup panjang. 

Namn pria yang satu ini patut diacungi jempol. Di usia yang sudah menginjak 50 tahun, pria lanjut usia (Lansia) ini akhirnya berhasil mendapatkan SIM. Namun perjuangan harus dilalui setelah dia mengikuti ujian mengemudi sampai 192 kali.

 

 Pria Ini Akhirnya Punya SIM Usai 17 Tahun Ikut Tes 192 Kali dan Habis Rp22 Juta
© Dream

 

Dikutip dari World of Buzz, Kamis 25 Maret 2021, pria asal Piotrkow Trybunalsk, Polandia, sampai merasa diirinya sebagai pengemudi terburuk karena belum sukses mendapatkan SIM. Tapi, setelah menjalani ujian ke-192, pria yang tak disebutkan namanya ini berhasil mendapatkan lisensi mengemudi.

Notes From Poland memberitakan bahwa sang pria ini berusaha mendapatkan SIM sejak 17 tahun yang lalu. Da pun belum kunjung lulus.

4 dari 5 halaman

Belum Lulus Ujian Teori

Berdasarkan media itu, diketahui bahwa passing grade ujian teori 50-60 persen. Kandidat biasanya lulus ujian teori pada tes kedua dan ketiga kali. Nah, kandidat yang lolos ujian teori ini diperbolehkan untuk mengikuti tes praktik.

Namun, pria ini belum juga lulus ujian praktik. Padahal, dia sudah menghabiskan uang 6 ribu zloty (Rp22,1 juta) untuk biaya ujian SIM.

Rekor pengemudi terburuk kedua adalah seorang pengemudi yang gagal sebanyak 40 kali. Dia tak berhasil lulus di ujian teori di Provincial Centre for Road Traffic di Piotrków Trybunalski.

5 dari 5 halaman

Sebenarnya, Ada Larangan Ini di Polandia

Berdasarkan media itu, diketahui bahwa passing grade ujian teori 50-60 persen. Kandidat biasanya lulus ujian teori pada tes kedua dan ketiga kali. Nah, kandidat yang lolos ujian teori ini diperbolehkan untuk mengikuti tes praktik.

Namun, pria ini belum juga lulus ujian praktik. Padahal, dia sudah menghabiskan uang 6 ribu zloty (Rp22,1 juta) untuk biaya ujian SIM.

Rekor pengemudi terburuk kedua adalah seorang pengemudi yang gagal sebanyak 40 kali. Dia tak berhasil lulus di ujian teori di Provincial Centre for Road Traffic di Piotrków Trybunalski.

Join Dream.co.id