Tips Jitu Menghindari Microsleep Saat Berkendara, Apa Itu?

Automotive | Selasa, 28 Januari 2020 08:36
Tips Jitu Menghindari Microsleep Saat Berkendara, Apa Itu?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Microsleep bisa mengakibatkan hal patal buat pengendara mobil atau sepeda motor.

Dream - Saat berkendara, ada satu bahaya yang mengintai, yaitu microsleep. Kondisi ini menjadi momok bagi para pengendara, termasuk pengendara kendaraan bermotor roda dua. Microsleep bisa menimbulkan kecelakaan yang berujung luka-luka, bahkan kematian.

Dikutip dari Wahana Honda, Selasa 28 Januari 2020, microsleep adalah kondisi saat seseorang tertidur singkat dari satu detik hingga beberapa detik dan kemudian kaget terbangun.

Penyebab microsleep adalah pengendara terlalu lelah untuk bisa menahan kantuk yang datang.

Saat tertidur beberapa detik inilah, pengendara akan kehilangan kendali karena berada di alam bawah sadar. Kecelakaan pun kemungkinan besar terjadi.

Gejalanya dimulai dari pengendara merasa bosan. Konsentrasi akan terpecah, mulai dari salah menyalakan lampu sampai tak bisa mengatur kecepatan.

Kelopak mata akan terasa berat. Mata akan memaksa untuk tertutup, tapi tak kuat untuk menahan. Kondisi ini juga dibarengi dengan menguap yang terlalu sering. Selanjutnya, mata tertutup dan tertidur.

2 dari 7 halaman

Cara Menghindari Microsleep

Ada beberapa cara untuk melawan microsleep saat berkendara. Untuk menghindari ini, ketahuilah dulu penyebabnya. Microsleep bisa menyerang ketika kondisi tubuh jadi lelah.

Saat merasa mengalami gejala microsleep seperti yang sudah diuraikan di atas, ambillah istirahat sejenak. Manfaatkan SPBU, masjid atau rest area yang ada yang dilewati. Cukup istirahat sekitar 15-30 menit, untuk kembali memulihkan rasa kantuk yang ada.

Selain faktor kelelahan, microsleep akan menyerang ketika dilanda kebosanan. Untuk mengusir kebosanan, kamu bisa memutar lagu melalui handphone atau pemutar musik lainnya.

Mendengarkan lagu, bisa mengalihkan perhatian karena otak akan memproses suara yang terdengar, sehingga rasa bosan bisa dihilangkan.

3 dari 7 halaman

Buka Kaca Helm

Konsentrasi saat gejala microsleep muncul akan terpecah, sehingga kita tidak begitu awas dengan kondisi sekitar. Untuk menyiasatinya, kamu bisa membuka kaca helm (kalau pakai helm full face). Angin yang menerpa wajahmu akan mengembalikan konsentrasi dan mengusir kantuk.

Kamu juga bisa memperbanyak minum air putih saat dalam perjalanan. Konsentrasi bisa hilang dan rasa kantuk datang kalau tubuh dehidrasi.

Saat lama mengemudi, peredaran darah tidak lancar. Inilah yang menjadi penyebab rasa kantuk datang. Selain minum air putih, kamu bisa berhenti sejenak untuk melakukan stretching atau senam kecil.

4 dari 7 halaman

Benarkah Faktor Warna Bisa Pengaruhi Harga Jual Motor Bekas?

Dream - Dalam dunia otomotif kamu pasti pernah mendengar harga jual mobil juga dipengaruhi oleh warnanya. Salah satu yang kita ketahui adalah mobil berwarna putih putih cenderung lebih mahal dibandingkan silver atau hitam.

Faktor warna mobil ini membuat pabrikan otomotif menghadirkan beragam warna untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Namun apakah faktor warna juga turut mempengaruhi harga jual sepeda motor bekas?

Mengutip laman Liputan6.com, Rabu 22 Januari 2020, pemilik showroom motor bekas, Rudy Motor, mengatakan harga jual motor bekas tak dipengaruhi oleh warna, seperti halnya mobil.

 

 Benarkah Faktor Warna Bisa Pengaruhi Harga Jual Motor Bekas? © Dream

 

Walaupun ada beberapa konsumen yang memilih warna saat membeli, harga yang ditawarkan tak jauh berbeda.

“ Beda sama mobil, ya, kalau sepeda motor tidak berlaku warna khusus, apalagi motor bekas karena memang unit yang ada ada di kami, itu yang dijual. Nggak ada stok banyak sehingga bisa memilih warna,” kata Rudy.

Bagi penjual sepeda motor bekas, faktor kondisi mesin dan body merupakan hal utama dalam menentukan harga kendaraan bekas.

" Yang pasti kalau motor bekas yang harus dipastikan kondisi mesin. Untuk warna tidak banyak memberikan pengaruh, kecuali memang dia edisi khusus," kata dia.

5 dari 7 halaman

Warna Doff jadi Pilihan

Pendapat senada diungkapkan pemilik Tapas Motor, Rio yang mengatakan warna tak begitu berpengaruh terhadap pembelian motor.

Meskipun demikian, dia mengaku ada beberapa model motor yang memiliki warna favorit, seperti hitam dan merah doff.

" Untuk model tertentu seperti Nmax dan Vario 150 lebih banyak yang doff. Kalau harga enggak berpengaruh kecuali memang beda tipe. Kalau tipe sama enggak ada (perbedaan harga)," kata dia

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

6 dari 7 halaman

Trik Dongkrak Harga Motor Bekas Banjir, Insya Allah Laku!

Dream - Beberapa pemilik sepeda motor yang terendam banjir tentu berharap bisa menjual tunggangannya itu dan mengganti dengan yang baru. Tapi publik juga mengetahui jika motor bekas banjir rentan mengalami kerusakan. Alhasil harganya selalu jatuh di pasaran. 

Kalaupun ada yang membeli motor bekas banjir, si pembeli harus menyiapkan budget lebih. Ujung-ujungnya mereka akan menawar motor itu dengan harga sangat miring.

Sebetulya para pemiliki sepeda motor bekas banjir ini tak apes-apes banget. Dengan sedikit trik mereka bisa menjual motornya dengan harga lebih baik.

 

 Trik Dongkrak Harga Motor Bekas Banjir, Insya Allah Laku! © Dream

 

Pemilik Rudy Motor, Rudy, meminta pemilik kendaraan untuk melakukan perbaikan kerusakan secara menyeluruh pada motor yang terendam banjir.

" Pastinya diperbaiki dulu ya, setelah itu baru deh dijual. Kalau dalam keadaan rusak pasti enggak ada harganya," katanya kepada Liputan6.com, dikutip pada Kamis 16 Januari 2020.

Rudy juga mengimbau pemilik untuk memperhatikan bodi kendaraan. Tampilan motor bisa lebih maksimal jika dicuci secara menyeluruh.

7 dari 7 halaman

Berapa Harga Motor Bekas Banjir?

Saat disinggung penurunan harga motor bekas banjir, Rudy mengaku tak bisa memprediksi tanpa melihat wujudnya. Meski demikian, Ia menegaskan motor bekas banjir pasti mengalami penurunan harga.

“ Harus dilihat dulu bagaimana wujudnya, apa saja yang rusak,” kata dia.

Rudy mengatakan jenis motor juga berpengaruh terhadap harga jual. “ Nggak sampai 30 persen (turunnya). Kalau motor itu berbeda dengan mobil. Kalau mobil, perbaikannya lebih ribet,” kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id