Cara Jual Motor Usai Lebaran Agar Harganya Tak Anjlok

Automotive | Rabu, 12 Juni 2019 11:36
Cara Jual Motor Usai Lebaran Agar Harganya Tak Anjlok

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dengan cara ini, harga motormu tidak turun drastis.

Dream – Pasca libur panjang Lebaran, ada satu kondisi yang sama-sama dirasakan oleh masyarakat, terutama pemudik: dompet tiris. Gajian masih panjang, namun dompet sudah mulai kosong melompong bak kopiah.

Agar bisa menyambung hidup hingga masa gajian tiba, salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah menjual kendaraan bermotor. Tapi, bagaimana, ya, caranya agar bisa menjual motor dan harganya tidak anjlok?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan kamu sebelum melepas motor kesayangan. Pertama, kamu harus memastikan surat-surat kendaraan bermotormu lengkap. Pastikan ada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Keberadaan dokumen itu menegaskan motormu bukan motor yang bodong.

Kamu juga harus membayar pajak kendaraan. Pastikan juga motormu tidak “ mati”. Harga jual sepeda motor yang pajaknya mati, akan turun drastis. Tentu kamu tak mau “ rugi bandar”, kan?

Selanjutnya, kamu harus memastikan sepeda motor yang akan dijual, dalam kondisi yang prima. Pastikan setiap komponennya berjalan baik, mulai dari rem, lampu, sampai aki. Calon pembeli akan jatuh hati kepada motor bekas yang kinerja dan tampilannya masih oke.

Pastikan juga motormu tidak dimodifikasi. Motor yang dimodifikasi akan menurunkan harga jual. 

Selamat mencoba!

2 dari 3 halaman

Modifikasi Motor Merusak Harga Jual?

Dream – Pemilik kendaraan lumrah melakukan modifikasi. Selain meningkatkan performa dengan mengubah mesin, pemilik sering mempercantik tampilan dengan mengganti knalpot, jok, pelek, atau yang berhubungan dengan eksterior dan interior.

Ternyata, modifikasi juga akan menurunkan harga jual motor di samping harga komponennya lebih mahal daripada yang asli.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 21 Mei 2019, salah satu mekanis inspeksi dari Otomoto, Andri, mengatakan, untuk menentukan harga jual kendaraan memang lebih mudah jika sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, serta kondisi kendaraan masih sangat baik dan dalam kondisi standar seperti bawaan pabrik.

" Saat kami melakukan inspeksi, kami juga melihat fungsi dari komponen. Jadi, saat sudah dilakukan modifikasi, dan tidak sesuai standar, harganya akan jatuh," kata Andri kepada Liputan6.com.

Dia mengatakan penurunan harga jual tersebut, juga berlaku bagi penggantian dengan komponen yang lebih mahal. Misalnya, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor. Harganya mahal, plus shockbreaker-nya. Nah, komponen mahal itu bisa menekan harga jual sepeda motor.

" Alasannya, karena kondisi kendaraan tidak lagi standar. Penurunannya bahkan kurang lebih 50 persen. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan,” kata dia.

Misalkan, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor, dan mahal maka akan terjadi penurunan untuk knalpot, begitu juga dengan shockbreaker. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan," kata dia. 

3 dari 3 halaman

Ubah Jadi Standar

Sementara itu, dengan melakukan penggantian atau modifikasi biasanya hanya sesuai dengan si pemilik tangan pertama. Ketika dijual, belum tentu komponen modifikasi tersebut berguna untuk pemilik baru.

" Jika masih ada waktu, sebaiknya ganti dulu kendaraan sesuai standar pabrikan,” kata dia.

Tapi, kalau ada kesepakatan pembeli dan penjual, ya, itu tidak apa-apa jika tidak diubah.

“ Namun, jika memang ada kesepakatan lain antara pembeli dan penjual, bisa juga dilakukan hal lain," kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id