JK: Regulasi Mobil Listrik Selesai Tahun Ini

Automotive | Kamis, 18 Juli 2019 13:13
JK: Regulasi Mobil Listrik Selesai Tahun Ini

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Kendala terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan mobil listrik yaitu ketentuan pajak.

Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan regulasi mobil listrik kini sedang dalam tahap penggodogan. Menurut JK, regulasi tersebut selesai disusun tahun ini.

" Tahun ini, tahun ini (selesai)," ujar JK usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 18 Juli 2019.

JK mengatakan saat ini beberapa kementerian seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan bersama industri dalam negeri tengah melakukan sinkroninasi. sejumlah aturan. Ini untuk menunjang hadirnya mobil listrik.

" Segera disinkronkan," kata dia.

Menurut JK, kendala terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan mobil listrik yaitu ketentuan pajak. Ini terkait dengan besar kecilnya pajak yang akan dibebankan pada mobil listrik.

" Kalau pajaknya dihilangkan nanti keuangan juga gimana. Tapi kalau pajak tinggi konsumen tidak beli, sinkronkan itu," ucap dia.

 

2 dari 8 halaman

Bakal Jadi Usaha Publik

Terkait kepastian selesainya regulasi, JK belum dapat memberikan keterangan. " Nanti lah," ucap dia.

 JK© dream.co.id

Lebih lanjut, JK menjelaskan industri mobil listrik nantinya tidak hanya mengandalkan peran pelaku di hulu. Mereka yang berada di hilir industri juga turut terlibat, seperti pengelola tempat pengisian daya yang mirip dengan SPBU.

" Ya tentu harus dealer atau distributor punya perlengkapan itu. Itu bisa menjadi usaha publik juga, kayak pom-pom bensin," kata dia.

3 dari 8 halaman

GIIAS 2019 Resmi Dibuka, Gaikindo Pamer Kehebatan Industri Otomotif RI

Dream - Gabungan Industri Kendaraan Otomotif Indonesia (Gaikindo) menilai industri otomotif dalam negeri sudah mandiri. Kebutuhan nasional untuk transportasi bahkan diklaim sudah bisa terpenuhi dari industri di Tanah Air.

" Saat ini industri otomotif sudah mandiri dalam memenuhi kebutuhan domestik," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, dalam pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 18 Juli 2019.

Yohannes melaporkan angka impor kendaraan terus menurun sebaliknya ekspor meningkat signifikan.

Tercatat pada 2018, angka impor kendaraan utuh (compelety built in unit/CBU) mencapai 90 ribu unit sedangkan ekspornya tumbuh 14,4 persen mencapai 264.500 unit.

 Gaikindo© dream.co.id

" Ini yang tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya," kata dia.

Yohannes mengatakan produk kendaraan utuh Indonesia terserap oleh 87 negara. Di antaranya negara-negara kawasan ASEAN, Asia, Jepang, Afrika, dan Amerika Serikat.

4 dari 8 halaman

Impor Kendaraan Utuh Turun, Ekspor Naik Tajam

Sepanjang 2019, ekspor kendaraan utuh ditargetkan mencapai 300 ribu unit dan tembus 1 juta unit pada 2025. Agar target tersebut tercapai, menurut Yohannes, salah satu caranya yaitu dengan menggelar GIIAS.

 Gaikindo© dream.co.id

Pameran otomotif ini sudah berkelas dunia. Segala yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan teknologi dan inovasi terkini di industri otomotif.

" Diharapkan GIIAS menjadi dorongan kuat bagi ekspor Indonesia," kata dia.

 

5 dari 8 halaman

Bersaing Tampilkan Inovasi

GIIAS 2019 menampilkan transformasi teknologi industri otomotif. Pameran ini menghadirkan berbagai macam produk kendaraan terbaru didukung teknologi terkini dari industri otomotif dunia.

Puluhan kendaraan terkini bakal meluncur baik dari lini penumpang maupun komersial. Masing-masing pabrikan akan memperkenalkan hasil inovasi mereka pada 18 Juli 2019 pukul 12.00-18.30 WIB.

Dalam gelaran ke-27 ini, tercatat 20 merek kendaraan penumpang, 10 merek kendaraan komersial dan karoseri, 12 merek sepeda motor, serta total lebih dari 300 merek dari industri pendukung ambil bagian.

Acara ini dibuka untuk umum mulai sore hari pukul 17.00. Berbagai program interaktif dan edukatif, serta fasilitas pameran yang nyaman menjamin hadirnya beragam ide dan inspirasi.

6 dari 8 halaman

Infrastruktur Belum Ada, Ini Alasan Mitsubishi Nekat Jualan Outlander PHEV

Dream - Keputusan Mitsubshi Motor mendatangkan Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ke Indonesia boleh dibilang cukup nekat.

Tak banyak produsen berani memasarkan mobil listrik ke Tanah Air. Sebab, belum ada draf regulasi mobil listrik yang diketuk palu.

" Indonesia memang masih butuh banyak pengembangan infrastruktur kendaraan listrik. Kami tidak ingin menunggu sesuatu terjadi. Kami ingin membuat sesuatu itu terjadi," kata President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura di Jakarta, belum lama ini.

Nakamura mengatakan kehadiran mobil PHEV ini bukanlah bisnisi strategi. Produsen otomotif berlogo tiga berlian ini ingin membangun lingkungan yang baik untuk masa depan Indonesia.

" Jadi kami minta kepada MMC (Mitsubishi Motor Corporation) untuk bisa memberi alokasi PHEV untuk pasar Indonesia, untuk kami jual di Indonesia," tutur dia.

Lebih dari itu, diharapkan supaya terjadi transfer pengetahuan kendaraan listrik di Indonesia. 

" (Penjualan mobil ini) supaya kami dapat ‘know how’ juga dari Jepang. Misalnya, umur baterai, baterainya nanti seperti apa, daur ulang, dan segala macam. Itu pasti akan ada transfer knowledge dari MMC (Mitsubishi Motor Corporation) selaku principal," ujar Irwan Kuncoro Director of Sales and Marketing Division MMKSI.

 

 
7 dari 8 halaman

Harga Selangit, Ini Hitungan Pajaknya

Mitsubishi Outlander PHEV untuk pasar Indonesia dibanderol antara Rp1,2-1,3 miliar. Estimasi harga itu sudah mempertimbangkan banyak faktor, termasuk adalah PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah).

Luxury tax untuk model sport utility vehicle (SUV) 4x4 mencapai 40 persen, sehingga harga kendaraan bisa tembus Rp1,2 miliar.

Dari hitung-hitungan harga itu, kata Iwan, masih menggunakan tarif yang berlaku sekarang. Namun ke depannya bisa saja berubah, karena pemerintah sedang merencanakan memberikan insentif (kendaraan listrik).

8 dari 8 halaman

Begini Rasanya Jajal Outlander PHEV

Pasangan artis Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara didapuk jadi brand ambassador Mitsubishi Outlander PHEV. Kedua jadi yang pertama merasakan mobil yang diimpor untuh dari Jepang itu.

“ Pertama lihat saya bilang sangat elegan dan bagus banget. Selain itu begitu tahu ramah lingkungan jadi nilai plus buat saya karena istri saya peduli lingkungan,” kata Dimas saat peluncuran.

Sang istri Nadine juga punya pendapat serupa. Mobil yang ramah lingkungan menjadi kebutuhan Indonesia saat ini.Tanpa polusi udara, polusi suara pun juga berkurang karena kesenyapan mobil bertenaga listrik.

" Rasanya ngga bersalah pakai kendaraan tanpa lingkungan. Interiornya lega dan nyaman, suara juga tenang, jadi satu paket lah," tambah Nadine.

Join Dream.co.id