3 Alasan Pengendara Mobil Harus Jaga Jarak, Jangan Cuma Prokes Covid-19 Ya!

Automotive | Senin, 6 September 2021 08:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pengemudi kendaraan bermotor sebaiknya menjaga jarak aman di jalan.

Dream – Sahabat Dream sadar nggak imbauan jaga jarak sebetulnya tidak hanya berlaku ketika kita berada di luar ruangan di masa pandemi Covid-19 ini. Jauh sebelumnya, kita sudah sering mendengar atau membaca imbauan jaga jarak ketika berkendara.

Sama seperti protokol kesehatan saat pandemik, imbauan jaga jarak saat berkendara juga dibuat untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengendara. Salah satu yang sudah diketahui adalah mencegah terjadinya kecelakaan beruntun.

Dikutip dari Suzuki, Minggu 5 September 2021, kecelakaan ini terjadi karena kendaraan tidak bisa berhenti tepat waktu meskipun pengemudi sudah menekan pedal rem.

Imbauan jaga jarak kendaraan juga dibuat agar pengemudi bisa menghindari blind spot atau titik buta dimana sopir tak bisa melihat objek di belakangnya.

Jarak antar mobil depan dan belakang akan mempermudah kendaraan di depan melihat keberadaan mobil di belakang.

Kalau jarak mobil terlalu dekat, kendaraan di depan tidak bisa melihat yang di belakangnya meskipun pakai spion. Untuk itu, jaga jarak harus dilakukan agar titik blind spot ini bisa dicegah.

3 Alasan Pengendara Mobil Harus Jaga Jarak, Jangan Cuma Prokes Covid-19 Ya!
Penting Banget Untuk Jaga Jarak Ketika Mengemudi. (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Lalu, Bagaimana Caranya Jaga Jarak?

Pertama, berpatokan pada hitungan detik. Cara yang paling mudah dilakukan adalah menggunakan hitungan detik. Tiga detik jadi jarak aman bagi kendaraan mobil dan motor.

Sementara itu, kendaraan yang lebih besar seperti truk dan bus membutuhkan waktu 8 detik.

Kamu bisa memperkirakannya dengan kendaraan di depan. Langkah ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengingat ukuran jarak aman dengan kecepatan. Kalau kendaraan di depan berhenti mendadak, kamu masih punya waktu untuk mengerem.

3 dari 4 halaman

Amati Roda Belakang Mobil

Kedua, mengamati roda belakang mobil di depan. Kamu juga bisa mengamati ban belakang mobil di depan apakah masih menyentuh tanah atau terlihat utuh.

Artinya, jarak antara mobil dengan kendaraan di depan masih cukup untuk bisa bermanuver atau menyalip. Kamu masih punya jarak aman kalau ingin menyalip.

Perlu diingat, kalau ingin menambah kecepatan, sementara kendaraan di depan masih dengan kecepatan yang sama, sebaiknya menyalip. Jangan lupa pastikan jalan sepi dan aman.

Namun ingat, jika Anda ingin menambah kecepatan sedangkan kendaraan di depan masih dengan kecepatan yang sama sebaiknya menyalip. Saat menyalip pastikan kondisi jalan sepi dan aman.

4 dari 4 halaman

Jangan Terlalu Lama di Belakang Truk dan Bus

Cukup sulit bagimu untuk mengemudi di belakang kendaraan berukuran besar, misalnya truk atau bus. Kamu lebih baik menyalip kendaraan ini daripada jaga jarak.

Misalnya, truk lebih baik disalip. Kalau berada di belakang truk, kamu bisa terkena material dari truk. Ini bisa mengganggu penglihatan meskipun sudah jaga jarak dengan aman. Apalagi, kalau truk di depan mengerem mendadak.

Sebelum menyalip truk, pastikan jaga jarak aman agar mobil atau motor tidak terserempet bus atau truk.

Join Dream.co.id