Jika Tak Terpaksa, Jangan Beli Mobil Bekas Umur di Atas 7 Tahun!

Automotive | Senin, 6 Juli 2020 06:12
Jika Tak Terpaksa, Jangan Beli Mobil Bekas Umur di Atas 7 Tahun!

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pastikan juga mobil bebas tabrak, bebas banjir, dan dokumen lengkap.

Dream – Selama masa adaptasi kehidupan baru (New Normal) masyarakat lebih memilih bepergian menggunakan kendaraan pribadi. Cara ini diyakini bisa meminimalisasi kontak dengan orang lain terutama jika menggunakan angkutan umum.

Dalam kondisi ekonomi yang belum stabil, memilih kendaraan baru bukanlah solusi yang tepat. Orang-orang melirik mobil lama yang kondisinya masih bagus dan relatif murah.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 Juli 2020, Cofounder portal jual beli mobil bekas Carro, Aditya Lesmana, berbagi tips membeli mobil seken.

" Kriterianya, bebas tabrak, bebas banjir, dokumen harus lengkap, dan pastinya bebas masalah. Itu persyaratan paling mendasar," kata dia.

Aditya memberikan satu lagi syarat jika kamu hendak membeli mobil bekas. Dia mengingatkan untuk mengecek umur kendaraan. Usahakan untuk tidak membeli mobil yang umurnya sudah lebih dari tujuh tahun.

Dia beralasan, mobil yang sudah berumur di atas tujuh tahun cenderung akan merongrong kantong kamu. Biaya perawatan mobil bekas akan semakin mahal jika kendaraan berusia “ tua”.

“ Jadi, kami pikir jangan beli yang terlalu tua juga,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Perhatikan Jarak Tempuh

Sementara itu, faktor lain yaitu kilometernya jangan diputar-putar. Pilih mobil yang jarak tempuhnya masih di bawah standar.

" Rata-rata, satu tahun ini 20 ribu km. Jadi, kalau mobil dua tahun jarak tempuhnya di bawah 40 ribu km," tambahnya.

Sementara itu, untuk menentukan mobil layak jual atau tidak di situs Carro, ada 150 poin inpeksi. Selain itu, mobil yang dijual juga biasanya direkondisi, dan konsumen yang membelinya sudah pasti hanya tinggal pakai saja.


(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

3 dari 4 halaman

Virus Corona Covid-19 Dorong Orang Beli Mobil Pribadi

Dream – Virus corona baru tak hanya menyerang manusia. Pandemi virus yang dikenal dengan nama Covid-19 ini juga menghantam dunia bisnis. Usaha di banyak negara menjadi lesu.

Namun sebuah survei yang dilakukan di China, negara yang menjadi awal pandemi ini, menunjukkan fenomena mengejutkan. Menurut lembaga riset Ipsos, pandemi corona justru mendongkrak hasrat masyarakat untuk membeli mobil pribadi.

Menurut hasil survei yang dikutip oleh laman Zing.vn, masyarakat China menghindari penggunaan transportasi umum. Memang virus corona bisa menular dari manusia ke manusia, sehingga orang cenderung menghindari kerumunan.

Survei itu menunjukkan pembelian kendaraan pribadi meningkat. Secara psikologis, mereka cemas dengan infeksi virus corona.

 

 Virus Corona Covid-19 Dorong Orang Beli Mobil Pribadi© Dream

 

Survei itu menunjukkan penggunaan bus menurun 50 persen. Begitu pula dengan trem dan taksi. Pada saat yang sama, penggunaan mobil pribadi meningkat dua kali lipat selama pandemi corona. Pengguna mobil pribadi takut berpapasan dengan orang yang terjangkit virus corona.

Ada 66 persen orang yang tak punya kendaraan, ingin beli mobil dalam enam bulan ke depan. Ada 77 persen di antaranya beralasan tak mau terinfeksi saat menggunakan transportasi umum.

4 dari 4 halaman

Tertarik Ingin Beli Mobil Ini

Pandemi virus ini juga mengerek jumlah pembeli mobil online di China. Pengunjung aplikasi jual beli mobil, situs, dan jejaring sosial tentang jual beli kendaraan juga lebih tinggi daripada yang sebelumnya.

Konsumen tertarik dengan fitur disinfektan yang ada di mobil. Mobil yang menggunakan materi antibakteri dan pengendalian suhu mobil untuk menyaring bakteri, sukses menarik minat pembeli.

Diler mobil mempersilakan pengunjung untuk melihat-lihat mobil di toko onlinenya. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang menghindari keramaian.

Kendaraan itu akan diantar ke rumah. Inspeksi kendaraan selesai disertai dengan garansi tertinggi dari dilernya. 

Join Dream.co.id