Hore! Gratis PPnBM Diperpanjang, Uang Kelebihan Pembelian Mobil Dikembalikan

Automotive | Jumat, 17 September 2021 17:36

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Konsumen yang sudah membeli mobil dengan ketentuan PPnBM sebelumnya bisa mendapat selisih cukup besar.

Dream - Masyarakat yang sudah terlanjur membayar uang muka untuk pembelian mobil baru di masa kebijakan diskon PPnBM 25 persen akan mendapat durian runtuh. Pihak diler memastikan akan mengembalikan kelebihan pembayaran yang sudah dilakukan konsumen. 

Langkah ini dilakukan setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan memperpanjang masa pemberlakan diskon PPnBM 100 persen, alias gratis, hingga akhir 2021. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120/PMK 010/2021.

Salah satu kepastian pengembalian kelebihan pembayaran itu datang dari pemilik merek mobil Daihatsu.

Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, memastikan selisih uang yang sudah terlanjur dibayarkan pembeli saat membeli mobil dengan diskon PPnBM merujuk ketentuan sebelumnya akan dikembalikan.

" Yang sudah bayar dan beli, tidak akan dirugikan. (Selisih) akan dikembalikan. Dijamin," kata Hendrayadi dalam konferensi pers " Daihatsu Terios Improvement" , Jumat 17 September 2021.

 

Hore! Gratis PPnBM Diperpanjang, Uang Kelebihan Pembelian Mobil Dikembalikan
Daihatsu Memastikan Akan Mengembalikan Kelebihan Pembayaran Pembelian Mobil Yang Menggunakan Skema PPnBM Lama
2 dari 5 halaman

Diakui Hendrayadi, selisih harga mobil yang mendapatkan diskon PPnBM persen 100 persen dibandingkan ketentuan sebelumnya terbilang lumayan.

Konsumen yang memberli mobil jenis Terios misalnya bisa mendapatkan selisih pembelian hingga Rp11,3 juta-Rp12,3 juta.

" Itu kalau cicilan, (senilai) empat bulan," kata dia.(Sah)

3 dari 5 halaman

Diskon Pajak 100% Mobil Baru Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

Dream – Pemerintah kembali memperpanjang Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir tahun 2021. Melalui PMK 120/PMK 010/2021, besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021 diperpanjang menjadi hingga Desember 2021.

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Jumat 17 September 2021, insentif yang diperpanjang meliputi, PPnBM DTP 10 persen untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, PPnBM DTP 50 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc, serta PPnBM DTP 25 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc

“ Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19, sehingga diharapkan terus dimanfaatkan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu.

4 dari 5 halaman

Pertumbuhan Double Digit

Secara kumulatif Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel telah tumbuh 38,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan.

Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi. Produksi mobil secara kumulatif Januari – Juli 2021 mampu tumbuh 49,4 persen secara year-on-year (yoy). 

Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik namun juga ekspor kendaraan Complete Knockdown (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode yang sama.

Dengan performa tersebut, kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat tumbuh double digit atau masing-masing sebesar 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada triwulan II-2021.

Ruang bagi industri otomotif nasional masih cukup besar untuk dapat kembali berproduksi secara maksimal. Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada Q2-2021 masih belum kembali ke level pra-pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang.

5 dari 5 halaman

Multiplier Effect

Kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, namun juga kepada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, prasyarat pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi juga memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya, seperti sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan. Sektor otomotif juga merupakan sektor strategis yang memiliki nilai tambah dan level adopsi teknologi yang relatif tinggi.

“ Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut seiring dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional,” tambah Febrio.

Kebijakan insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor ini menjadi salah satu bukti kehadiran APBN dan kebijakan fiskal yang responsif di tengah pandemi. Konsistensi peran APBN sebagai instrumen countercyclical secara keseluruhan akan terus diperkuat untuk kembali mendorong laju pemulihan yang lebih berkelanjutan.

Di tengah pandemi yang masih terjadi, kebijakan fiskal akan terus menjadi instrumen yang optimal dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, melindungi daya beli masyarakat, serta memberi dukungan bagi dunia usaha.

Join Dream.co.id