Bahaya Memakai Teknik Slipstream di Jalan Tol, Apa Itu?

Automotive | Minggu, 22 September 2019 07:02
Bahaya Memakai Teknik Slipstream di Jalan Tol, Apa Itu?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Cara ini membuat mobilmu bisa melaju lebih cepat tanpa memerlukan tenaga penuh, tapi...

Dream – Hampir di setiap negara memiliki akses tol untuk mempermudah pengendara untuk tetap mendapatkan akses cepat untuk sampai ke lokasi tujuan.

Ada beberapa hal kebiasaan yang harus dihilangkan ketika sedang melintasi jalur tol yang panjang. Salah satu kebiasaaannya adalah teknik slipstream atau memanfaatkan aliran udara.

Dikutip dari Garda Oto, Senin 23 September 2019, slipstream adalah kondisi saat salah satu mobil mengikuti kendaraan lain dari belakang.

Cara ini membuat mobilmu bisa melaju lebih cepat tanpa memerlukan tenaga penuh, karena tak berbenturan dengan aliran udara yang datang dari depan mobilmu.

Biasanya ini dilakukan dengan melaju di belakang bis besar atau mobil-mobil lain yang lebih besar daripada mobilmu. Dengan teknik ini pula, kita bisa mencapai kecepatan tinggi tanpa menggunakan banyak bahan bakar.

Teknik ini merupakan teknik yang sering digunakan para pembalap mobil, motor ataupun sepeda di arena balapan yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya.

Para pembalap mengikuti pembalap lain di depannya untuk mengimbangi kecepatannya tanpa harus mengeluarkan tenaga besar.

2 dari 6 halaman

Tapi, Bahaya

Perlu dicatat, aksi ini sangat membahayakan semua orang. Sebab, pengendara tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada mobil depanmu.

Kalau terjadi tabrakan, kamu akan sulit menghindar. Risiko terburuknya, ya, kamu akan terlibat kecelakaan beruntun dengan mobil di depanmu.

Kalau mau irit, gunakan teknik eco-driving. Caranya, menggunakan kecepatan yang digunakan 80 km per jam dengan jarak 80 m.

Atau, kamu bisa menggunakan teori jarak dengan hitungan detik. Kamu memperkirakan kecepatan tersebut bisa sampai ke mobil depan selama tiga detik.

Ini teknik yang lebih tepat diterapkan. Dengan begitu, bahan bakar lebih hemat dan pengendara aman.   (ism)

3 dari 6 halaman

5 Tips Berkendara Aman di Jalan Tol

Dream – Berkendara di jalan tol memerlukan perhatian ekstra. Di jalan tol, para pengemudi diperbolehkan mengemudikan berkendara tinggi hingga minimal 40 km per jam dan maksimal 100 km per jam.

Dalam kecepatan itu, seseorang bisa saja berpeluang mengalami kecelakaan jika kehilangan konsentrasi.

Dikutip dari Nissan, Rabu 4 September 2019, salah satu hal yang membuat berkendara di jalan tol semakin berbahaya adalah ketika harus mendahului mobil lain.

 

 5 Tips Berkendara Aman di Jalan Tol

 

Saat mendahului, sudah pasti kecepatan yang dibutuhkan harus lebih tinggi dari pengendara lain.

Salah perhitungan sedikit saja bisa berakibat fatal. Lalu, bagaimana cara aman mendahului mobil di jalan tol? Berikut ini adalah lima cara berkendara aman di jalan tol:

4 dari 6 halaman

Tidak Ugal-ugalan

1. Dahului dengan Cepat dan Tanpa Ugal-ugalan

Ketika mendahului mobil lain, wajib memiliki kecepatan tinggi. Setidaknya, kecepatan kamu 16 km/jam lebih cepat dibandingkan mobil yang akan didahului. Jika kurang atau tak cukup, jangan dahului.

Pastikan juga berhati-hati mendahului kendaraan melalui blind spot. Jangan menganggap sang pengendara bisa melihatmu. Gaya mengemudi ini hanya menjadikan kamu sebagai pengendara yang ugal-ugalan.

2. Lihat Spion sebelum Memberikan Tanda

Sebelum menyalakan tanda lampu sein, kamu harus melakukan pengamatan visual di sekitar mobil.

Gunakan spion untuk melihat, tak hanya kondisi tetapi juga lajur jalan yang ingin digunakan untuk mendahului kendaraan. Hal ini untuk memastikan tak ada mobil bergerak di lajur jalan yang sama.

3. Jika Melihat Kedipan Lampu, Sebaiknya Kembali ke Lajur Asal

Ketika mendahului kendaraan pada saat berada di jalan tol, jangan pernah kembali mundur ke lajur asal. Kecuali, mobil belakang mengedipkan lampu.

Kedipan lampu menandakan, kamu tidak boleh menghalangi laju kendaraan itu. Alasannya, kecepatan yang terlalu tinggi atau ketidakmampuan pengendara untuk memberikan jalan.

5 dari 6 halaman

Hati-hati Jika Ada yang Mendahului

4. Berhati-hati Jika Mobil Lain Meningkatkan Kecepatan saat Mendahuluinya

Ada beragam karakter pengendara di jalan raya. Ada orang yang membiarkan kamu mendahului mereka.

Ada pula yang merasa kurang senang jika kamu mendahuluinya dan menganggap itu adalah tantangan balapan. Orang yang seperti ini biasanya justru akan menambah kecepatannya ketika kamu mendahuluinya.

Jika hal ini terjadi padamu, lebih baik mundur ke kendaraan itu dan menjauhlah. Tak ada gunananya menanggapi tantangan itu. Sangat berbahaya jika kamu berada di sekitarnya. Jauhilah dan tunggu dia keluar dari jalan tol.

5. Beriklah Tanda Klakson Atau Kedipan Lampu Jika Tak Ada Celah

Umumnya mobil yang lebih cepat bergerak di lajur paling kanan dan yang paling lambat berada di sebelah kiri. Meskipun begitu, ada juga kendaraan yang melaju pelan justru menempati lajur kanan dan hal ini membuat kamu sulit untuk mendahuluinya.

Menunggu agar lajur kosong tentu butuh waktu lama. Biasanya orang akan memberikan tanda klakson atau kedipan lampu agar pengendara tersebut minggir dari lajur kanan.

6 dari 6 halaman

Olah TKP Tabrakan Beruntun, Tol Cipularang Contraflow

Dream – Pasca kecelakaan beruntun di Tol Cikampek-Purwakarta-Cipularang (Cipularang), yang menewaskan 8 orang, polisi menjadwalkan olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP ini memerlukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

“ Sejak pukul 09.20 WIB, Jasa Marga bersama pihak Kepolisian kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow yang dimulai sejak KM 96—KM 90,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head, Dwimawan Heru, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 3 September 2019.

Heru mengatakan pengalihan lalu lintas juga diberlakukan. Pengguna jalan dari Bandung ke arah Jakarta bisa keluar dari GT Cikamuning dan masuk kembali ke Tol Cipularang melalui GT Jatiluhur.

 Olah TKP Tabrakan Beruntun, Tol Cipularang Contraflow

“ Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan atas pengalihan lalu lintas yang dilakukan,” kata dia.

Heru juga mengimbau penguna jalan untuk fokus berkendara, memenuhi kecepatan minimum berkendara di jalan tol, dan memperhatikan rambu-rambu jalan serta arahan petugas.

“ Terutama menjelang titik contraflow yang diberlakukan,” kata dia.

Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id