Tilang Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Lagi, Kemacetan Turun 40%

Automotive | Senin, 10 Agustus 2020 13:34

Reporter : Ahmad Baiquni

Pelanggar bakal ditilang Rp500 ribu.

Dream - Ditlantas Polda Metro Jaya hari ini, Senin, 10 Agustus 2020, resmi memberlakukan kembali sistem ganjil genap yang sempat dihentikan akibat pandemi Covid-19. Masa sosialisasi resmi berakhir pada Minggu, 9 Agustus 2020.

Terhitung mulai hari ini, Senin, 10 Agustus 2020, petugas kepolisian di lapangan resmi memberlakukan penegakan hukum dengan memberikan tilang kepada pemilik kendaraan roda empat yang melanggar.

" Kami tidak memperpanjang sosialisasi, petugas mulai Senin menindak pengendara yang melanggar," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari Liputan6.com.

Sambodo mengatakan sejak diaktifkan kembali sistem ganjil genap di masa sosialiasi, kemacetan di DKI Jakarta berkurang hingga 40 persen.

" Pemberlakuan ganjil genap sangat efektif dari sisi mengurai kemacetan," kata Sambodo.

 

Tilang Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Lagi, Kemacetan Turun 40%
Pemeriksaan Kendaraan Oleh Kepolisian (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
2 dari 2 halaman

Dampak yang paling terasa ketika ganjil genap, kata Sambodo, yaitu ketika melintas di Jalan Sudirman dan Thamrin. Menurut dia, arus kendaraan di ruas jalan tersebut menurun.

" Ini sangat efektif terutama di ruas Jalan Sudirman dan Thamrin, bisa berkruang sampai 30-40 persen," kata dia.

Selanjutnya, Sambodo menegaskan para pelanggar akan dikenakan sanksi berupa denda tilang sebesar Rp500 ribu. Sanksi ini sesuai dengan amanah dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

" Pasal pelanggar ganjil genap yaitu Pasal 287 ayat 1 tentang pelanggaran tentang rambu. Dendanya maksimal Rp500 ribu subsider dua bulan kurungan," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi.

Join Dream.co.id