Deretan Jurus Pemerintah Gairahkan Industri Otomotif

Automotive | Jumat, 19 Februari 2021 11:13
Deretan Jurus Pemerintah Gairahkan Industri Otomotif

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai dari diskon pajak hingga DP 0 persen.

Dream – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri otomotif. Beragam cara dilakukan agar sektor ini kembali bergairah.

“ Beragam kebijakan didorong agar konsumsi rumah tangga bisa meningkat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Opening Ceremony IIMS Virtual di akun YouTube IIMS_ID, Kamis 18 Februari 2021.

Pertama, kebijakan diskon PPnBM yang terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, diskon 100 persen, 50 persen, dan 25 persen. Kebijakan ini berlangsung hingga akhir tahun 2021.

“ Diharapkan bisa mendorong minat daya beli masyarakat,” kata dia.

Airlangga mengatakan, industri otomotif termasuk industri padat karya. Di dalamnya terdapat 1,5 juta orang yang bekerja langsung dan 4,5 juta yang tidak langsung.

Insentif itu berlaku bagi semua kendaraan di bawah 1.500 cc, baik sedan, MPV, maupun SUV. Pajak PPnBM itu ditanggung pemerintah.

“ Ini berlangsung sembilan bulan,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Plus DP 0 Persen

Ditambah lagi ada kebijakan pelonggaran uang muka 0 persen untuk pembelian kendaraan bermotor baru dan penurunan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).

“ Diharapkan bisa mendorong pembiayaan sektor otomotif,” kata mantan menteri perindustrian itu.

Dari sisi ekspor, pemerintah juga merampungkan Pelabuhan Patimban. Dengan pelabuhan ini, pemerintah berharap ekspor industri otomotif bisa meningkat.

“ Diharapkan cost akan bersaing dan ekspor meningkat,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Sektor Andalan

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan sektor otomotif menjadi salah satu sektor andalan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini ada 22 perusahaan industri rodal empat atau lebih di Indonesia.

Nilai investasi industri ini mencapai Rp100 triliun dan kapasitas produksinya 2,35 juta unit per tahun. “ Bisa menyerap tenaga kerja 38.390 orang,” kata Agus.

Sementara itu, industri kendaraan roda dua dan tiga ada 26 perusahaan. Nilai investasinya mencapai Rp10,05 triliun dengan kapasitas produksi 9,53 juta unit per tahun serta menyerap tenaga kerja 32 ribuan orang.

“ Terdapat lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri otomotif,” kata dia. 

Join Dream.co.id