McLaren Gadai Mobil Bersejarah Demi Bertahan dari Pandemik Corona

Automotive | Kamis, 28 Mei 2020 14:48
McLaren Gadai Mobil Bersejarah Demi Bertahan dari Pandemik Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mobil ini dijadikan jaminan dalam pinjaman.

Dream – Virus corona penyebab penyakit Covid-19 tak pandang bulu “ menghantam” korbannya. Di dunia otomotif, McLaren menjadi contoh perusahaan yang mengalami kerugian besar karena krisis pandemi corona.

Perusahaan mobil mewah ini terpaksa memangkas 1.200 pekerjaan dan menggadaikan mobil-mobil bersejarah.

Dikutip dari Car And Driver, Kamis 28 Mei 2020, juru bicara McLaren menjelaskan kepada Car and Driver bahwa pemecatan 1.200 pekerjaan ini setara dengan seperempat tenaga kerja perusahaan. PHK akan dilakukan tersebar di seluruh grup McLaren, meliputi tim Formula 1 dan Divisi Teknologi Terapan.

Manajemen perusahaan juga akan melakukan berbagai cara untuk bisa mengamankan bisnisnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghentikan sementara produksi di pabriknya di Woking, Inggris, pada Maret lalu saat Inggris menerapkan lockdown. Kemudian, memotong gaji karyawan dalam jangka pendek.

Untuk keluar dari krisis yang dihadapi, perusahaan juga akan melakukan pinjaman hingga 300 juta poundsterling dengan jaminan pabrik produksi dan koleksi balap, termasuk mobil yang digunakan oleh Ayrton Senna, dikutip dari Liputan6.com.

Pinjaman akan dilunasi setelah penjualan mobil meningkat dan balapan musim F1 kembali normal dari penangguhan saat ini.

2 dari 5 halaman

Suara Bising Bikin Emosi, Tetangga Sumpal Knalpot Ford Mustang Pakai Sabun Padat

Dream – Suara bising knalpot tak bisa dipandang sebelah mata, Sahabat Dream. Suara berisik ini bisa memicu “ perang dunia” dengan tetangga.

Pengalaman ini dialami seorang pemilik Ford Mustang bernama Aaron Robinson. Tanpa dimodifikasi saja, knalpot mobil ini sudah terdengar berisik.

 

 Suara Bising Bikin Emosi, Tetangga Sumpal Knalpot Ford Mustang Pakai Sabun Padat© Dream

 

Dikutip dari Otosia yang melansir Zing, Kamis 28 Mei 2020, pipa knalpot mobil Aaron disemprot dengan sabun padat oleh tetangganya. Tetangganya kesal karena mobil Mustang milik Aaron itu terlalu bising.

Tetangga Robinson mengambil tindakan keras dan mendesak pemilik mobil untuk segera memperbaiki knalpot itu. Itulah yang tertuang dari catatan kecil yang penuh kata-kata marah dari para tetangganya.

3 dari 5 halaman

Dilaporkan ke Polisi

Tak terima dengan ulah tetangganya, Robinson melaporkan kejadian itu ke polisi dan menyebut seseorang menjadi dalang reaksi yang berlebihan itu. Dikatakan bahwa larutan sabun padat ke pipa knalpot bisa membuat komponen ini harus diganti.

Tapi di sisi lain, Aaron pun mendapatkan banyak kritik. Sebab, sejak 2017, Ford sudah melengkapi Mustang GT dengan sistem peredam knalpot, yakni Mode Quiet Exhaust. Sementara Mustang Aaron adalah tipe baru, jadi tentu saja mobilnya memiliki fitur itu.

Mode Quiet Exhaust menyesuaikan pengoperasian sistem knalpot, menghasilkan kebisingan 10 desibel lebih rendah dari biasanya. Ford menyebut fitur ini sebagai Good Neighbor Mode

4 dari 5 halaman

Lebih Berpolusi Ban Mobil atau Knalpot? Jawabannya Mengejutkan

Dream - Selama ini kita mungkin harus mengoreksi pernyataan jika knalpot mobil sebagai komponen kendaran terbanyak menyumbang polusi udara. Survei terbaru menunjukan ada bagian dari kendaraan yang justru jadi polutan yang lebih parah daripada knalpot.

Dikutip dari Zing, Minggu 15 Maret 2020, riset yang diterbitkan oleh Emission Analytics di Inggris, menunjukkan polusi yang disebabkan oleh ban ribuan kali lebih tinggi daripada asap dari pipa knalpot.

Hasil penelitian ini tentu mengejutkan banyak orang. Hal ini disebabkan anggapan asap knalpot yang menyumbang polusi tertinggi.

 

 Lebih Berpolusi Ban Mobil atau Knalpot? Jawabannya Mengejutkan© Dream

 

Emission Analytics menguji ban karet standar baru yang dipasang di mobil hatchback. Hasil penelitian ini menunjukkan keausan ban dan rem yang dikombinasikan dengan gesekan di jalan, bisa menghasilkan 5,8 gram partikel berbahaya per km perjalanan.

Angkanya 1.289 kali lebih tinggi daripada emisi knalpot mobil yang sesuai standar emisi Euro 6 saat ini. Partikel berbahaya yang dihasilkan oleh emisi standar terbaru mencapai 0,0045 gram.

5 dari 5 halaman

Bisa Lebih Tinggi

Tingkat polusi juga bisa lebih tinggi dalam kondisi berkendara yang kurang ideal. Misalnya, ban kualitas jelek dan kendaraan yang mengangkut muatan berlebih juga bisa menambah polusi.

Partikel mikro yang kurang dari 10 mikron dan dihasilkan dari pergerakan kendaraan, bisa meningkatkan polusi, terutama dari mobil SUV, truk, dan kendaraan listrik.

“ Sudah saatnya tak hanya memperhatikan polusi dari pipa knalpot, tetapi juga dari ban dan rem yang aus,” kata peneliti senior Emission Analytics, Richard Lofthouse.

Richard mengaku prihatin dengan fakta bahwa peraturan emisi belum diperketat. Ditambah lagi dengan polusi yang bisa disebabkan oleh ban

Join Dream.co.id