Catat, Ini Plus Minus Tukar Tambah Motor di Diler Resmi

Automotive | Selasa, 17 September 2019 06:16
Catat, Ini Plus Minus Tukar Tambah Motor di Diler Resmi

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Program ini makin banyak ditawarkan oleh diler resmi sepeda motor.

Dream – Program trade in alias tukar tambah kini semakin banyak ditawarkan oleh diler resmi sepeda motor. Cara ini mendapatkan respons positif dari masyarakat, terutama yang ingin mengganti motor lamanya dengan model terbaru.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 16 September 2019, umumnya, pihak diler selaku pelaksana, akan membeli motor bekas itu. Lalu, uang hasil penjualan dimasukkan sebagai uang muka pembelian motor baru.

Apakah cara seperti ini benar-benar menguntungkan calon konsumen? Berikut plus-minus tukar tambah motor bekas dengan baru di diler resmi.

2 dari 6 halaman

Keunggulan

OTO.com memberitakan, kemudahan merupakan nilai utama yang didapat. Dengan menjual motor lama ke diler, kamu tak perlu bingung menawarkan ke tempat lain.

Selain itu, motor baru juga bisa langsung didapat. Taksiran harga segera keluar, karena inspeksi berlangsung di dealer. Bandingkan jika kamu menjualnya terlebih dahulu, yang belum tentu langsung laku.

Ditambah lagi, kamu tak perlu mengeluarkan uang untuk membayar uang muka. Misalnya, DP motor baru Rp8 juta. Kemudian, motor lama ditaksir Rp6 juta. Nah, kamu cukup membayar sisa kekurangannya.

Program trade-in ditempatkan sebagai sarana promosi produk baru. Sebagai contoh, PT Astra Honda Motor (AHM) merilisnya untuk Honda Genio. Namun, dilakukan dengan syarat tertentu.

 Keunggulan

Contohnya, trade-in skutik ini cuma berlaku untuk konsumen yang belum punya motor Honda. Skemanya sama, nominal penjualan motor bekas, bisa untuk tambahan DP jika membeli secara kredit atau buat tambahan pembelian cash keras.

Tahun lalu Yamaha Indonesia juga merilis program serupa. Tidak merujuk produk tertentu, melainkan untuk semua tipe.

Artinya, konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan dalam menetapkan motor yang diinginkan. Trade-in juga berlaku untuk semua jenis merek, meski penentuan harganya pasti bakal beda jika motor seken itu bermerek Yamaha.

3 dari 6 halaman

Tapi, Ada Kekurangannya, lho

Mengenai kekurangan menjual di diler resmi, sudah pasti soal kecocokan harga. Belum tentu harga yang ditawarkan diler sesuai dengan pasaran.

Memang semuanya tergantung dengan beberapa hal. Meliputi tahun, kondisi fisik hingga kelengkapan surat-surat maupun nomor rangka. Tapi, unsur-unsur modifikasi menjadi hal yang diharamkan ketika menjualnya ke diler resmi.

Jika menjualnya kepada user, ada kemungkinan harga motor seken Anda punya banderol lebih baik. Dengan catatan mesti punya kesabaran ekstra, itung-itung jual santai.

Tahun produksinya pun jadi salah satu kendala program ini. Biasanya diler cuma mau menerima unit motor dalam rentang umur tertentu. Kamu yang punya motor lebih tua, jelas tidak bisa mengikuti program trade-in tadi.

Tapi, peluang terjual tetap ada jika menggunakan cara lain. Seperti ke diler motor bekas atau meniagakannya secara online.

Di samping itu, kamu dapat menetapkan harga sendiri sesuai keinginan. Apalagi kalau kondisinya mulus serta ditambahkan modifikasi yang ciamik. Jadi pilih mana, mau motor sekennya laku cepat atau punya harga tinggi?

4 dari 6 halaman

Cara Jual Motor Usai Lebaran Agar Harganya Tak Anjlok

Dream – Pasca libur panjang Lebaran, ada satu kondisi yang sama-sama dirasakan oleh masyarakat, terutama pemudik: dompet tiris. Gajian masih panjang, namun dompet sudah mulai kosong melompong bak kopiah.

Agar bisa menyambung hidup hingga masa gajian tiba, salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah menjual kendaraan bermotor. Tapi, bagaimana, ya, caranya agar bisa menjual motor dan harganya tidak anjlok?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan kamu sebelum melepas motor kesayangan. Pertama, kamu harus memastikan surat-surat kendaraan bermotormu lengkap. Pastikan ada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Keberadaan dokumen itu menegaskan motormu bukan motor yang bodong.

 

 Cara Jual Motor Usai Lebaran Agar Harganya Tak Anjlok

 

Kamu juga harus membayar pajak kendaraan. Pastikan juga motormu tidak “ mati”. Harga jual sepeda motor yang pajaknya mati, akan turun drastis. Tentu kamu tak mau “ rugi bandar”, kan?

Selanjutnya, kamu harus memastikan sepeda motor yang akan dijual, dalam kondisi yang prima. Pastikan setiap komponennya berjalan baik, mulai dari rem, lampu, sampai aki. Calon pembeli akan jatuh hati kepada motor bekas yang kinerja dan tampilannya masih oke.

Pastikan juga motormu tidak dimodifikasi. Motor yang dimodifikasi akan menurunkan harga jual. 

Selamat mencoba!

5 dari 6 halaman

Modifikasi Motor Merusak Harga Jual?

Dream – Pemilik kendaraan lumrah melakukan modifikasi. Selain meningkatkan performa dengan mengubah mesin, pemilik sering mempercantik tampilan dengan mengganti knalpot, jok, pelek, atau yang berhubungan dengan eksterior dan interior.

Ternyata, modifikasi juga akan menurunkan harga jual motor di samping harga komponennya lebih mahal daripada yang asli.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 21 Mei 2019, salah satu mekanis inspeksi dari Otomoto, Andri, mengatakan, untuk menentukan harga jual kendaraan memang lebih mudah jika sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, serta kondisi kendaraan masih sangat baik dan dalam kondisi standar seperti bawaan pabrik.

" Saat kami melakukan inspeksi, kami juga melihat fungsi dari komponen. Jadi, saat sudah dilakukan modifikasi, dan tidak sesuai standar, harganya akan jatuh," kata Andri kepada Liputan6.com.

Dia mengatakan penurunan harga jual tersebut, juga berlaku bagi penggantian dengan komponen yang lebih mahal. Misalnya, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor. Harganya mahal, plus shockbreaker-nya. Nah, komponen mahal itu bisa menekan harga jual sepeda motor.

" Alasannya, karena kondisi kendaraan tidak lagi standar. Penurunannya bahkan kurang lebih 50 persen. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan,” kata dia.

Misalkan, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor, dan mahal maka akan terjadi penurunan untuk knalpot, begitu juga dengan shockbreaker. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan," kata dia. 

6 dari 6 halaman

Ubah Jadi Standar

Sementara itu, dengan melakukan penggantian atau modifikasi biasanya hanya sesuai dengan si pemilik tangan pertama. Ketika dijual, belum tentu komponen modifikasi tersebut berguna untuk pemilik baru.

" Jika masih ada waktu, sebaiknya ganti dulu kendaraan sesuai standar pabrikan,” kata dia.

Tapi, kalau ada kesepakatan pembeli dan penjual, ya, itu tidak apa-apa jika tidak diubah.

“ Namun, jika memang ada kesepakatan lain antara pembeli dan penjual, bisa juga dilakukan hal lain," kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham
Join Dream.co.id