Cakram Mobil Seperti Berkarat Saat Musim Hujan, Berbahaya?

Automotive | Rabu, 22 Januari 2020 10:24
Cakram Mobil Seperti Berkarat Saat Musim Hujan, Berbahaya?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Saat musim hujan, rem cakram mobil berbintik cokelat seakan berkarat.

Dream - Saat musim hujan atau usai melewati genangan air, beberapa pemilik kendaraan bermotor pasti pernah mengalami suara decita saat mengerem. Ada pula yang melihat rem cakram mengeluarkan bintik cokelat seperti karat. 

Sebagai komponen penting untuk menghentikan laju mobil atau motor, kondisi rem tersebut tentu membuat khawatir. Timbul pertanyaan apakah rem cakram berbintik cokelat akan mengurangi kinerja pengereman?

“ Keluar bintik cokelat seperti karat itu sama sekali tidak berbahaya,” kata Mekanik Auto2000 Pandeglang, Banten, Dzikri, dikutip dari Auto2000, Rabu 22 Januari 2020.

Bintik cokelat disebabkan karena rem cakram yang terbuat dari bahan logam sering mengalami gesekan dengan kampas rem saat mengerem. Namun Dzikri memastikan bintik coklat itu tidak berbahaya dan takkan mempengaruhi kinerja pengereman pada mobil.

“ Kelihatannya memang seperti karat tapi itu sebenarnya bukan karat tapi kotoran yang terkena air. Jadi kesannya kayak keluar cairan kuning kecoklat-coklatan, padahal itu cuma kotoran saja,” kata dia.

2 dari 7 halaman

Cara Mengatasinya

Bagaimana cara mengatasi keluarnya cairan kuning kecoklat-coklatan tadi?

“ Ya, pastinya cakram rem akan awet jika kita sering melakukan pengecekan kampas rem. Karena cakram dibuat untuk bantalan gesekan kampas rem,” kata dia.

Usahakan sering melakukan pengecekan baik pada kampas rem maupun cakram. Kalau sering melakukan pengecekan cairan tersebut akan semakin berkurang.

“ Kalau jarang dilakukan servis rem akan sangat berpengaruh pada kinerja rem,” ujar Dzikri.

Sementara itu, Dzikri juga menyarankan agar sering melakukan perawatan pada kampas rem. Karena kampas rem identik dengan adanya maintenance berkala yang harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

3 dari 7 halaman

3 Penyebab Kampas Rem Mobil Matik Cepat Menipis

Dream – Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis memang menjadi pilihan untuk masyarakat perkotaan. Dengan lalu lintas yang saban hari dipenuhi kemacetan, kamu tak perlu lagi merasa pegal karena harus menginjak pedal kopling.

Cukup menggeser tuas transmisi ke posisi D, kamu tinggal mengandalkan satu kaki untuk menekan pedal gas dan rem.

 

 3 Penyebab Kampas Rem Mobil Matik Cepat Menipis © Dream

 

Kaki kiri bisa beristirahat dan berkendara bisa jadi lebih santai.

Akan tetapi, di balik nonaktifnya kaki kiri, ada konsekuensi yang harus ditanggung pemilik mobil matik.

4 dari 7 halaman

Kampas Rem Cepat Menipis

Dikutip dari Auto2000, Rabu 26 Januari 2019, kampas rem mobil bisa cepat menipis. Kondisi ausnya kampas rem jauh lebih cepat dan terasa daripada mobil manual.

Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman, menipisnya kampas rem mobil matik memang cukup wajar. Rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil.

Tidak seperti mobil manual yang masih bisa dibantu dengan engine brake atau rem tangn memanfaatkan momentum penurunan level transmisi.

“ Kalau dibandingkan dengan mobil manual, mobil matik itu lebih cepat setengahnya. Jadi bila mobil manual ganti kampas rem tiap 60 ribu kilometer (km), mobil matik bisa 30 ribu sampai 40 ribu km sudah ganti,” kata kata dia.

Suparman melanjutkan penjelasan, ada tiga poin kenapa kampas rem mobil matik lebih cepat habis dibandingkan manual.

5 dari 7 halaman

1. Menahan Rem

Kebiasaan pemilik mobil matik lebih suka menahan pedal rem dengan kaki dibandingkan memanfaatkan rem tangan saat berhenti. Selain itu, pedal rem diinjak ketika posisi tuas transmisi masih berada di D untuk menahan laju mobil.

Kondisi inilah yang menyebabkan kampas rem cepat habis. Kondisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan para pemilik mobil matik.

Dilakukan hampir setiap berhenti, jika terus-menerus, ketika mobil mau melaju terjadi gesekan antara cakram dan kampas rem, sehingga cukup berat kerjanya.

6 dari 7 halaman

2. Selalu Diandalkan

Mobil matik memiliki ritme penggunaan rem yang sangat aktif. Mulai dari akan bergerak, memperlambat laju kendaraan sampai mobil berhenti pasti dan wajib menginjak pedal rem.

Otomatis, kondisi ini akan membuat kampas rem bekerja ekstra sehingga cukup wajar bila lebih cepat mengalami keausan.

7 dari 7 halaman

3. Posisi Netral

Selain beban yang tinggi, pengendara mobil matik juga jarang menyicil rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman mendekati posisi berhenti. Kondisi ini membuat rem bekerja lebih keras.

Sementara, pada pengendara mobil manual, kebanyakan sudah menetralkan posisi transmisi jika terlihat akan terhadang lampu merah, baru kemudian mulai melakukan pengereman.

Sebenarnya, metode ini bisa ditiru untuk pengendara mobil matik. Caranya cukup mudah, tinggal dorongan posisi tuas ke N, lalu mulai melakukan pengereman secara bertahap hingga akhirnya mobil bisa berhenti.

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id