Bertemu Jokowi, Bos Hyundai Singgung Electric Car Sampai Mobil Terbang

Automotive | Kamis, 25 Juli 2019 16:24
Bertemu Jokowi, Bos Hyundai Singgung Electric Car Sampai Mobil Terbang

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Jokowi bertemu dengan pimpinan produsen mobil asal Korea Selatan hari ini.

Dream – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan pimpinan Hyundai Motor Group di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan yang membahas masa depan teknologi otomotif tersebut, Hyundai sempat menyinggung soal rencana pemerintah Indonesia mengembangkan mobil listrik.

“ Di dalamnya termasuk electrical vehicle (mobil listrik), fuel shell vehicle, kendaraan otonom,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 Juli 2019.

Menurut Airlangga, pertemuan juga membahas tentang mobil terbang yang saat ini mulai banyak dipertimbangkan pelaku industri otomotif.

Dari penjelasan Hyundai diketahui jika mulai banyak produsen otomotif mempertimbangkan mobil terbang (flying vehicle).

“ Pembahasan seputar teknologi,” kata Airlangga.

2 dari 6 halaman

Bagaimana Rencana Investasi?

Saat disinggung tentang investasi, Airlangga mengatakan masih ada beberapa hal yang masih dikaji Hyundai Motors sebelum menanamkan modalnya di Indonesia.

Salah satunya adalah kawasan dan insentif yang diberikan pemerintah.

Airlangga menuturkan Jokowi menyambut baik rencana investasi Hyundai Motor.

“ Tentu presiden positif menanggapi industri otomotif karena ini yang menjadi salah satu andalan untuk ekspor Indonesia ke depan. Itu salah satunya bagian dari mobil listrik,” kata dia.

Sekadar informasi, perwakilan Hyundai Motors Group yang hadir yakni Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung, Presiden Hyundai Young Woon Kong, Executive Vice Presiden Hyundai, Hong-jae Park, dan Senior Vice Presiden YoungTack Lee.

Sementara itu, dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Thomas Lembong, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

(Sumber: Liputan6.com/Lisza Egenham) 

3 dari 6 halaman

JK: Regulasi Mobil Listrik Selesai Tahun Ini

Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan regulasi mobil listrik kini sedang dalam tahap penggodogan. Menurut JK, regulasi tersebut selesai disusun tahun ini.

" Tahun ini, tahun ini (selesai)," ujar JK usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 18 Juli 2019.

JK mengatakan saat ini beberapa kementerian seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan bersama industri dalam negeri tengah melakukan sinkroninasi. sejumlah aturan. Ini untuk menunjang hadirnya mobil listrik.

" Segera disinkronkan," kata dia.

 

 JK: Regulasi Mobil Listrik Selesai Tahun Ini

 

Menurut JK, kendala terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan mobil listrik yaitu ketentuan pajak. Ini terkait dengan besar kecilnya pajak yang akan dibebankan pada mobil listrik.

" Kalau pajaknya dihilangkan nanti keuangan juga gimana. Tapi kalau pajak tinggi konsumen tidak beli, sinkronkan itu," ucap dia.

 

4 dari 6 halaman

Bakal Jadi Usaha Publik

Terkait kepastian selesainya regulasi, JK belum dapat memberikan keterangan. " Nanti lah," ucap dia.

a JK

Lebih lanjut, JK menjelaskan industri mobil listrik nantinya tidak hanya mengandalkan peran pelaku di hulu. Mereka yang berada di hilir industri juga turut terlibat, seperti pengelola tempat pengisian daya yang mirip dengan SPBU.

" Ya tentu harus dealer atau distributor punya perlengkapan itu. Itu bisa menjadi usaha publik juga, kayak pom-pom bensin," kata dia.

5 dari 6 halaman

Tinggal Diparaf Menkeu, Regulasi Mobil Listrik Terbit Bulan Ini

Dream - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan regulasi mobil listrik hampir selesai. Dia menyebut regulasinya tinggal menanti tanda tangan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawat.

" Saya berharap bulan ini" kata dia di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Senin 22 Juli 219.

 

 Tinggal Diparaf Menkeu, Regulasi Mobil Listrik Terbit Bulan Ini

 

Luhut mengatakan kementeriannya kini tinggal meminta Sri Mulyani meneken regulasi tersebut. Dikatakan bahwa tak ada hal substantif yang dipermasalahkan dari regulasi ini.

" Nanti saya mau telepon Menteri Keuangan karena di luar kota mengenai paraf dia. Tinggal paraf saja," kata Luhut.

6 dari 6 halaman

Penggunaan Kandungan Lokal

Luhut mengatakan regulasi ini juga mengatur penggunaan kandungan lokal. Dikatakan bahwa pemerintah ingin membangun pabrik baterai lithium untuk mobil listrik.

" Itu betul-betul menjadi daya tarik karena bahan bakunya di kita," kata dia.

Luhut juga sepakat dengan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, tentang usulan kuota impor kepada produsen yang memproduksi mobil jadi di Indonesia. Perhitungan dua bulan ini menyesuaikan waktu untuk mendirikan pabrik.

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id