Cara Memilih Busi Motor Agar Motor Selalu Siap `Ngegas`

Automotive | Rabu, 30 Juni 2021 06:33

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Jangan sampai salah pilih, ya.

Dream – Berukuran kecil dibandingkan komponen lainnya, busi memegang peran vital untuk kendaraan bermotor. Jangan berharap motor dan mobil kamu akan jalan ketika busi ini sedang ngadat atau soak. 

Untuk sebuah sepeda motor, fungsi busi adalah membakar campuran udara atau bahan bakar serta membantu untuk melepas panas dari ruang pembakaran.

Melihat peran busi yang sangat penting tersebut, para pengendara motor perlu memilih busi yang asli dan berkualitas agar memberikan kinerja maksimal pada sepeda motor.

“ Pemillihan serta penggunaan busi yang tepat dan sesuai standard, dapat memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar,” kata Manager Public Relations, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Antonius Widiantoro, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Yamaha, Rabu 30 Juni 2021.

Dengan busi yang berkinerja baik, performa mesin akan meningkat dan penggunaan bahan bakar dalam berkendara bisa optimal

Lalu, bagaimana caranya memilih busi?

Cara Memilih Busi Motor Agar Motor Selalu Siap `Ngegas`
Busi Berperan Penting Dalam Pembakaran BBM Di Sepeda Motor. (foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Perhatikan Ukuran dan Penampilan Fisik

1. Ukuran Busi

Pastikan ukuran busi terutama diameter ulir, panjang ulir dan jangkauan insulator sesuai dengan spesifikasi mesin. Jika tidak sesuai, kemungkinan busi akan longgar, overheat, terkena endapan karbon sehingga pengapian tidak sempurna, dan bahkan bisa merusak piston.

2. Penampilan Fisik Busi

Pastikan busi yang dipakai dalam kondisi prima dengan memperhatikan beberapa ciri fisik berikut :

- gasket (ring) sangat sulit dilepas
- shell lebih mengkilap karena melalui proses chromium plating Cr3
- ulir terminal nut lebih halus dan rapi
- konstribusi ujung elektroda, gap, dan penyambungan di busi sangat rapi.

3 dari 3 halaman

Cek Angka Panas Busi

3. Angka Panas Busi

Pastikan angka panas busi yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Kalau angka panas busi yang dipakai terlalu besar atau busi terlalu dingin, ini akan membuat pengendapan karbon di busi.

Kalau angka yang dipakai terlalu kecil atau busi terlalu panas, dia akan overheat dan berujung kepada gagal pengapian.

Angka panas busi akan tertera pada model busi, contohnya pada busi NGK Iridium motor Yamaha dengan kode CR8. C itu merupakan kode ulir 10mm, R artinya busi resistor, dan 8 adalah angka tingkat panas busi.

Semakin tinggi angka busi (7,8,9) maka termasuk golongan busi dingin. Sebaliknya, jika semakin rendah angkanya (di bawah 6), ini termasuk golongan busi panas.

Busi dingin memiliki insulator pendek yang cepat melepas panas, cocok digunakan pada motor dengan performa tinggi, seperti motor balap. Busi panas lebih cepat panas dan lebih lambat dalam melepaskan panas, sehingga cocok digunakan untuk motor sehari-hari.

Join Dream.co.id