Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi November 2019, Berapa Tarifnya?

Automotive | Jumat, 20 September 2019 13:36
Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi November 2019, Berapa Tarifnya?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Jalan tol ini beroperasi akhir November 2019.

Dream – Setelah lama ditunggu, pemerintah memperkirakan jalan tol layang Jakarta-Cikampek bisa beroperasi pada November 2019. Jalan tol ini diharapkan bisa memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020.

Progres konstruksi tol sepanjang 36,4 Km tersebut saat ini sudah mencapai 96,5 persen.

“ Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kita rencanakan pada November 2019, Insya allah bisa operasional,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Japek II di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Jumat 20 September 2019.

Basuki mengatakan pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II itu merupakan pekerjaan besar. Ada sekitar 9 ribu tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini, sehingga menjadikan tol Layang Japek II ini juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

“ Tol ini juga diiawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ),” kata dia.

Sebelum dioperasikan, akan dilakukan uji beban di jalan tol layang dengan 16 truk yang bebannya masing-masing 40 ton yang terdiri dari uji statis dan dinamis.

2 dari 6 halaman

Jalan Jarak Jauh

Adanya Jalan Tol Layang Jakarta—Cikampek II diyakini bisa menambah kapasitas tol yang ada di bawahnya. Jalan ini akan memisahkan arus lalu lintas jarak pendek dengan jarak jauh.

Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan Tol Layang Japek II. Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).

Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Menteri Basuki mengapresiasi pembangunan Tol Layang Japek II karena proses konstruksi dilakukan bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni Kereta Cepat JakartaBandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light tail transit) dilakukan di atas jalan tol existing yang beroperasi.

“ Pekerjaan berhasil diselesaikan dengan window time yang sempit dan tidak boleh ada pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu. Selain itu faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga diperhatikan dengan baik sehingga bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang fatal. Harmonisasi juga berhasil dilakukan,” kata Basuki.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani yang ikut dalam kunjungan tersebut mengusulkan Tol Layang Japek II digunakan hanya untuk kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus.

“ Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan, namun pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah ban dan seterusnya,” kata Desi.

3 dari 6 halaman

Berapa Tarifnya

Jasa Marga menyampaikan penentuan tarif ruas tol tersebut belum final. PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pihak pengelola Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II menyampaikan, penentuan tarif pada ruas tol tersebut hingga saat ini masih belum final.

" Tarif masih dibahas. Kami masih presentasi dengan PPJT (dokumen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol) mekanisme trafik manajemennya nanti di sini seperti apa. Ini masih terus dibahas bersama tim," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, ketentuan tarif nantinya tidak akan keluar dari batas atas dan batas terrendah yang diusulkan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) dalam dokumen PPJT.

" Kalau enggak salah usulannya antara Rp 1.700-2.000 per km. Ini nanti akan kita rebalancing dengan yang ada di bawah tol (Tol Jakarta-Cikampek eksisting)," ujar Danang.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

4 dari 6 halaman

Jalan Tol Pertama Ibu Kota Baru Beroperasi Oktober 2019

Dream – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke dua kabupaten di Kalimantan Timur, yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Perusahaan pelat merah bahkan menargetkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan rampung hampir 100 persen hingga awal September 2019.

Dikutip dari keterangan tertulis Jasa Marga yang diterima Dream, Senin 9 September 2019, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, mengatakan tol ini bisa digunakan masyarakat pada akhir Oktober 2019.

“ Saat ini progres konstruksi seluruhnya telah mencapai 97 persen,” kata Danang di Balikpapan, Kalimantan Timur.

 Jalan Tol Pertama Ibu Kota Baru Beroperasi Oktober 2019

Dia mengatakan Seksi II sampai Seksi IV Palaran bisa beroperasi secara fungsional hingga akhir Oktober 2019. Seksi V dan I ditargetkan beroperaso hingga akhir tahun 2019.

Sekadar informasi, jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 99,350 Km terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi V ruas Balikpapan (Km 13) – Sepinggan (11,500 Km), Seksi I ruas Balikpapan (Km 13) – Samboja (22,025 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,975 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,300 Km) dan Seksi IV Palaran – Samarinda (17,550 Km).

5 dari 6 halaman

Investasi Rp9,97 T

Jalan tol dengan investasi sebesar Rp9,97 triliun ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Dari lima seksi jalan tol, ada dua yang didukung pemerintah, yaitu Seksi V dan Seksi I. Untuk Seksi II sampai IV, pembangunannya menggunakan anggaran PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.

Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, juga menyoroti percepatan penyelesaian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mengingat jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini akan cikal bakal pembangunan infrastruktur lainnya untuk mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.

 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

“ Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, 11 Km dari Balikpapan,” kata Desi.

Dia memproyeksikan jalan tol bisa membangkitan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Sebab, jalan tol ini berperan sebagai penghubung ibu kota negara dengan dua daerah utama, yaitu Balikpapan dan Samarinda.

6 dari 6 halaman

Optimistis Capai Target

Direktur Utama JBS, STH Saragi, percaya diri bisa memenuhi target jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol ini setiap hari. Disebutkan angkanya mencapai 10 ribu unit kendaraan per hari.

“ Kami optimis angka tersebut dapat tercapai, bahkan lebih dari itu, karena Samboja sebagai daerah yang dilewati jalan tol ini telah resmi wilayahnya menjadi bagian dari ibu kota negara yang baru,” kata dia.

 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (1)2)

Saragih mengharapkan rampungnya pengerjaan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota negara yang baru. Plus mendukung percepatan distribusi barang dan jasa antara dua kota.

Dikatakan bahwa jalan tol bisa memangkas perjalanan dari 3-4 jam menjadi 1 jam. 

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id