Benarkah Pelumas Makin Encer Baik untuk Mesin Kendaraan?

Automotive | Sabtu, 30 November 2019 15:01
Benarkah Pelumas Makin Encer Baik untuk Mesin Kendaraan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Tingkat kerapatan oli yang makin jarang, diklaim bagus untuk kendaraan yang komponen mesinnya punya kerapatan yang tinggi.

Dream - Oli memegang peranan penting bagi kendaraan. Cairan pekat bertekstul kental ini bertugas melumasi mesin serta mencegahnya aus dan tergores. Panas mesin juga akan terjaga jika asupan oli cukup.

Seiring perkembangan zaman, teknologi mesin semakin maju, termasuk tingkat kerapatan antar komponen. Konsekuensinya, oli yang dibutuhkan semakin encer.

Apakah viskositas oli mesin seperti ini baik untuk kendaraan?

Mengutip laman OTO, Sabtu 30 November 2019, pelumas yang semakin encer cocok untuk komponen mesin sepeda motor dan mobil yang semakin rapat, misalnya mobil low cost green car (LCGC). Oli mesin yang encer diyakini baik untuk mesin, termasuk performa karena bisa melumasi semua bagian mesin di celah-celah yang sempit.

Dengan kelebihan oli encer akan membuat friksi di dalam komponen bisa direduksi. Alhasil, kinerja mesin lebih optimal. Begitu pula dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Technical Specialist PT Pertamina Lubricant, Agung Prabowo, menjelaskan mobil terbaru menggunakan mesin yang kerapatannya tinggi untuk mengurangi gaya gesek. Selain alasan memaksimal kerja mesin, gaya gesek yang berkurang juga bisa memperhemat konsumsi BBM.

“ Gaya gesek rendah memerlukan oli yang lebih encer. Dengan menggunakan oli yang lebih encer, bahak bakar yang dibutuhkan lebih sedikit,” kata Agung dalam media gathering Touring XVII Bro Ringo.

2 dari 7 halaman

Kalau Pakai Oli Kental?

Agung melanjutkan beda halnya jika mesin keluaran baru menggunakan oli kental. Pelumas tak bisa bekerja maksimal karena tak bisa masuk ke ruang yang sempit tadi.

Akhirnya, ini membuat komponen mesin saling bergesekan. Hal ini berdampak pada performa mesin. Jadi, cepat panas, mengurangi umur mesin kendaraan, dan bisa merusak mesin.

Agar tak keliru, kamu bisa melihat spesifikasi oli mesin yang direkomendasikan pada area blok mesin atau buku panduan. Cocokkan dengan spesifikasi pelumas di bagian kemasannya. Biasanya diwakili bilangan SAE. Semakin besar angkanya, artinya semakin kental olinya.

3 dari 7 halaman

Bergantung Bahan Bakar

Siklus oli bergantung pada pemakaian bahan bakar. Selama kualitas BBM terjaga, oli bisa lebih awet, termasuk penggunaan bensin beroktan diri. Misalnya, lanjut Agung, oli mesin akan lebih awet jika menggunakan BBM pertamax daripada premium.

“ Dengan oktan yang baik, pembakaran menjadi lebih sempurna. Mesin tidak bekerja keras,” kata dia.

Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah bisa memicu kerusakan di ECU. Selain itu, kerak di ruang bakar bisa timbul dan mesin bisa menggelitik.

“ Pilihlah oli yang memberikan ketahanan mesin, bukan kecepatgan. Jika ketahanan meisn tidak terjaga, akselerasi mesin akan jeblok,” kata dia.

Yang paling penting, lanjut Agung, adalah mengganti oli tepat waktu. Misalnya, penggantian oli setiap 2 ribu km untuk motor dan 5 ribu km-10 ribu km untuk mobil.

“ Pelumas yang terlalu lama digunakan tidak dapat melindungi mesin secara maksimal,” kata dia.

4 dari 7 halaman

Tak Cuma Melumasi, Ini Fungsi Lain Oli Mesin

Dream – Oli mesin selama ini lebih banyak diketahui berfungsi melumasi bagian dapur pacu kendaraan. Tapi tahukah Sahabat Dream jika ada fungsi lain dari cairan kental berwarna pekat ini.

Dikutip dari Federal Oil, Kamis 17 Oktober 2019, oli mesin yang berfungsi melumasi mesin berfungsi mendinginkan komponen mobil yang paling aktif bekerja ini. Oli akan meredam panas yang berlebihan yang dihasilkan oleh mesin.

 

 Tak Cuma Melumasi, Ini Fungsi Lain Oli Mesin

 

Oli mesin juga bisa membantu membersihkan komponen. Pelumas memiliki zat aditif yang bisa membersihkan komponen di dalam mesin.

Fungsi oli mesin ketiga adalah menghaluskan suara mesin. Jika mesin motor bersuara kasar, kemungkinannya berasal dari oli yang sudah lama tidak diganti. Oli ini berperan sebagai peredam suara agar membuat mesin terdengar halus.

5 dari 7 halaman

Cegah Mesin Berkarat

Keempat, mencegah mesin berkarat. Oli memiliki aditif yang berfungsi sebagai anti karat yang efektif membantu mesin berbahan dasar logam.

Kemungkinan besar karat timbul karena bercampur dengan elemen lain. Saat mesin berkarat, kerjanya akan semakin terbebani.

Terakhir, Oil mesin berfungsi sebagai perapat. Selain melumasi, oli mesin merapatkan celah-celah antara silinder dan piston.

Ini akan membuat kemungkinan terjadinya kebocoran kompresi dan tekanan hasil pembakaran akan berkurang.

6 dari 7 halaman

Tak Cukup Rutin Ganti, Aturan Isi Oli Mesin Ini Sering Dilupakan

Dream – Penggantian rutin oli mesin wajib dilakukan setiap pemilik kendaraan. Lalai melakukannya hingga membuta kering, bersiap-siap saja mengeluarkan biaya perbaikan yang sangat mahal.

Selain soal rutinitas, sayangnya masih banyak pemilik kendaraan yang lupa satu aturan penting saat mengganti oli mobil. 

Tahukah Sahabat Dream jika pengisian oli mobil juga harus memperhatikan ketepatan takaran.

 

 Tak Cukup Rutin Ganti, Aturan Isi Oli Mesin Ini Sering Dilupakan

 

Pengisian oli, baik kurang maupun berlebih, akan berakibat buruk kepada mesin. Ingat, setiap mesin memiliki kapasitas masing-masing. Bahkan, mesin yang punya kapasitas sama, tapi beda produksi, bisa punya takaran yang berbeda.

Makanya, pemilik kendaraan diminta untuk melihat stik penunjuk yang disediakan pada mesin kendaraan ketika mengisi oli.

Berikut ini adalah tiga efek pengisian oli yang terlalu banyak, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 20 September 2019.

7 dari 7 halaman

3 Bahaya Isi Oli Mesin Berlebih

Kualitas Oli Turun

Ketika terlalu banyak, oli mesin akan menggenani poros engkol. Akibatnya, oli tak bisa melunasi komponen mesin dengan baik dan gesekan antar komponen berlangsung secara kasar. Ha ini berpotensi merusak kualitas oli dan keausan komponen menjadi lebih cepat.

Langkah Piston Terhambat

Efek yang satu ini masih ada hubungannya dengan yang pertama. Biasanya, poros engkol tidak terendam oleh oli mesin. Gerakannya terbebas dari hambatan zat cair.

Saat poros engkol terendam oleh cairan oli, pekerjaan piston akan menjadi lebih berat. Jika itu terjadi, ada dua kemungkinan: putaran mesin jadi tidak maksimal atau bensin menjadi lebih boros.

 Mengganggu Kopling Basah

Di sepeda motor, transmisi manual (sport/bebek) dilengkapi dengan wet clutch atau kopling basah. Kopling ini bekerja maksimal saat terendam oli mesin. Kalau rendaman ini berlebih, kopling juga berpotensi slip.

Jika benar-benar tergenang, gesekan menjadi semakin besar dan imbasnya tenaga mesin kurang atau bensin juga semakin boros.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker
Join Dream.co.id