Review Outlander PHEV: Menyalak dalam Kelembutan di Gunung Rinjani

Automotive | Senin, 10 Februari 2020 16:09
Review Outlander PHEV: Menyalak dalam Kelembutan di Gunung Rinjani

Reporter : Cynthia Amanda Male

Perfoma dan fitur-fiturnya bisa membuaimu sepanjang jalan. Bikin betah banget deh!

Dream - Setelah menyapa Lombok dengan membuat kerajinan tangan di Pasar Sesela dan berfoto di Bukit Merese, akhirnya Tim Dream bersama awak media yang mengikuti Mitsubishi Media Test Drive sampai di hari kedua Mitsubishi Ayo Gas Terus Media Media Adventure 2020, akhir pekan kemarin.

Setelah sarapan, kami menuju ke Lesehan Mae Cenggo menggunakan mobil berbeda. Sebelumnya, Tim Dream menggunakan Xpander Cross.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Lalu, diganti dengan Outlander PHEV. Perjalanan menuju tempat lesehan, Tim Dream merasa cukup nyaman berada di kursi di sebelah sopir.

2 dari 6 halaman

Kenyamanan Interior

Terlihat dari tampak luar, Outlander PHEV memang tak sebesar Xpander Cross. Ruangannya sedikit lebih sempit daripada Xpander Cross. Terutama, buat orang yang bertubuh agak jangkung.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Tapi, hal tersebut terbayar dengan halusnya suara mesin ketika berkendara menggunakan tenaga listrik/baterai. Suara yang terdengar ketika pedal gas diinjak sangatlah minim.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Kompartemen dan bagasinya bisa menyimpan cukup banyak barang. Tarikan mesinnya cukup halus, sehingga menambah kenyamanannya.

Selesai menyicip camilan pasar dan kopi khas Lombok di Lesehan Mae Cenggo, Tim Dream berkesempatan mencoba mengemudikan mobil hybrid ini ke sebuah pondok di kaki Gunung Rinjani.

3 dari 6 halaman

Pengalaman Berkendara

Untuk bisa sampai ke tempat tersebut, Tim Dream menempuh jarak sekitar 40 kilometer dengan kontur jalanan penuh tikungan, tanjakkan dan turunan.

Belum lagi, jalanan yang licin karena hujan. Tapi, kondisi jalanan tersebut membuat Tim Dream mencoba mode 'snow' yang menjadi salah satu bagian fitur four wheel drive.

 Mitsubishi Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Mode ini diklaim dapat membuat ban mobil bisa lebih stabil berkendara saat jalanan licin. Namun dengan mode ini, Tim Dream justru merasa tarikannya jauh lebih berat.

Apalagi dengan menggunakan tenaga mesin, bukan listrik, suara mobil terdengar cukup kencang. Kemudian, kami mengembalikan modenya ke normal dan tarikannya pun lebih ringan.

4 dari 6 halaman

Pengisian Daya Saat Pengereman

Saat digunakan untuk membelah hutan dan pemukiman warga di kaki Gunung Rinjani, baterai mobilnya habis serta harus menggunakan bensin.

Meski begitu, Outlander PHEV memiliki fitur pengisian daya saat pengereman. Ketika melepas gas, menginjak rem dan kecepatan menurun, otomatis mesin akan mengisi daya baterai.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Tim Dream mencoba mode 'B5' yang membuat pengisian dayanya semakin besar. Apalagi, berada di jalanan yang berliku dan tidak terlalu sepi. Sehingga, performa berkendara lebih dinamis.

Mobil ini sangat ideal untuk pergi jauh karena suara mesinnya cukup halus dan tempat duduk supir yang nyaman. Kamu juga bisa menghemat biaya dengan menggunakan mode elektrik dari baterai dan mesin secara bergantian sesuai kebutuhan.

5 dari 6 halaman

Ramah Lingkungan, Tapi Mobil Listrik Kurang Laku di Indonesia

Dream - Pengguna mobil hybrid maupun listrik masih sangat minim di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga mobil dan tempat pengisian baterai yang sangat minim.

Padahal, kendaraan ini lebih ramah lingkungan dan futuristik.

“ Dengan emis gas buang, kendaraan ini bisa mengurangi polusi lingkungan. Emisi gasnya rendah, jarak tempuhnya jauh, kan? Mobilnya kencang juga,” kata pembalap profesional, Rifat Sungkar dalam acara Mitsubishi Media Drive di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan kemarin.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream


Emisinya yang sangat rendah membuat pengguna mobil hybrid bisa menghemat biaya pengisian bahan bakar maupun listrik jangka panjang.

“ Nggak bisa dipungkiri, bukan hanya cinta lingkungan hidup, tapi juga menghemat uang dan waktu dalam jangka panjang. Mobilnya nggak pernah isi bensin dan hemat waktu,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Perawatan Lebih Murah

Selain itu, jumlah partisi yang lebih sedikit membuat perawatan mobil hybrid juga lebih murah. Partisi mobil konvensional berjumlah 5 ribu-12 ribu , sedangkan mobil hybrid 700-1200.

“ Perawatan dengan partsnya lebih sedikit jadi lebih murah,” kata dia.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Di luar negeri telah banyak yang memakai mobil jenis ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keuntungan dari segi regulasi terhadap penggunaan kendaraan hybrid, seperti harga pajak yang lebih murah dan bisa melintasi jalan protokol.

" Banyak hal yang jadi pemicu penggunaan mobil listrik di luar negeri. Dampak jangka panjangnya baik untuk semua," kata dia.

Rifat menyarankan agar pemerintah bisa mendukung penggunaan mobil hybrid dari segi infrastruktur. Tidak hanya membuat charging station, tapi kelebihan di jalan protokol dan kebijakan lainnya.

Join Dream.co.id