Begini Aturan Baru Naik KRL Selama New Normal

Automotive | Jumat, 29 Mei 2020 10:36
Begini Aturan Baru Naik KRL Selama New Normal

Reporter : Arie Dwi Budiawati

KCI merilis sederet kebijakan baru untuk menyambut kebijakan new normal.

Dream – Skenario pola hidup kenormalan baru (The New Normal) terus dipersiapkan berbagai pihak terutama yang kemungkinan digunakan banyak orang. Persiapan serupa juga tengah disusun penyedia jasa layanan kereta api, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang akan mengeluarkan beberapa kebijakan-kebijakan baru.

“ Kebijakan wajib dilaksanakan bagi petugas frontliner kami maupun pengguna KRL itu sendiri untuk melengkapi protokol kesehatan yang telah berjalan selama ini,” kata VP Corporate Communication KCI, Anne Purba, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis KCI, Jumat 29 Mei 2020.

Pada pemberlakuan new normal, KCI tetap menjalankan protokol kesehatan pada moda transportasi publik yang sudah berjalan selama ini. Yaitu, wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan penerapan physical distancing atau jaga jarak sesuai dengan marka-marka yang ada di area stasiun dan di kereta.

Untuk semakin memungkinkan kondisi jaga jarak ini, pada waktu-waktu tertentu terutama kala padat pengguna, KCL akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik stasiun. Jumlah orang yang berada di peron dan di dalam kereta bisa terkendali.

“ Jika diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun,” kata Anne.

2 dari 5 halaman

Siapkan Fasilitas Tambahan

Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini juga menyediakan fasilitas wastafel tambahan selain yang telah ada di toilet, agar dapat dimanfaatkan pengguna KRL untuk mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan KRL. Selain itu fasilitas hand sanitizer di stasiun maupun yang dibawa oleh petugas pengawalan di dalam kereta juga masih tersedia.

“ Kebersihan kereta dan stasiun juga semakin dijaga oleh KCI,” kata dia.

Sebelum pandemi virus corona melanda, seluruh kereta dan stasiun rutin dibersihkan baik saat beroperasi melayani penumpang maupun selepas jam operasional. Sejak pandemi, pembersihan ini dilengkapi dengan cairan disinfektan dan penyemprotan disinfektan rutin di stasiun maupun sarana KRL.

Permukaan-permukaan yang rutin disentuh penumpang di stasiun seperti vending machine, gate tiket elektronik, tempat duduk, hingga pegangan tangga juga dibersihkan sekurang-kurangnya sembilan kali dalam satu hari.

3 dari 5 halaman

Tak Sediakan Peralatan Sholat di Musala

Untuk menjaga kebersihan ini pula, musala stasiun selama masa pandemi Covid-19 ini tidak menyediakan karpet, sajadah, sarung dan mukena.

“ Kebijakan ini masih akan berlanjut untuk mencegah penularan dari perlengkapan ibadah yang dipakai bersama-sama,” kata dia.

 

 Tak Sediakan Peralatan Sholat di Musala© MEN

 

Pembahasan kebijakan-kebijakan baru lainnya masih berlanjut secara intensif oleh pihak-pihak terkait, merujuk pada berbagai pedoman normal baru yang telah dikeluarkan pemerintah. Saat ini yang sudah disampaikan adalah himbauan kepada seluruh pengguna untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon seluler.

Salah satu penularan Covid-19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara.

4 dari 5 halaman

Maksimalkan Fasilitas Tiket Non Tunai

Anne mengajak pengguna KRL untuk memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas transaksi tiket non tunai dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, dan aplikasi Link Aja. Khusus untuk aplikasi link aja, saat ini telah ada 40 unit gate yang dapat mengakomodasi transaksi jenis ini dan jumlahnya akan terus bertambah.

Himbauan menggunakan transaksi non tunai ini untuk meminimalisir kemungkinan penularan Covid-19 dari uang tunai yang sangat sering berpindah tangan.

“ Petugas frontliner kami juga telah mulai menggunakan pelindung wajah atau face shield sebagai upaya untuk semakin mencegahan penularan Covid-19. Nantinya seluruh petugas di stasiun maupun kereta akan mengguna pelindung wajah ini,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Gunakan Transportasi Publik untuk Kebutuhan yang Mendesak

Memasuki era New Normal, tentunya akan semakin banyak masyarakat yang kembali beraktivitas. Jika memungkinkan, sebaiknya tetap bekerja dari rumahl

“ Untuk meminimalisir resiko, hanya keluar rumah dan gunakan transportasi publik untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak,” kata Anne.

Kemudian untuk menghindari antrian, hindari naik KRL di jam-jam sibuk karena akan tetap ada pembatasan jumlah pengguna untuk menjaga physical distancing.

 

 Gunakan Transportasi Publik untuk Kebutuhan yang Mendesak© MEN

PT KCI juga menghimbau masyarakat terutama para pengguna KRL untuk gotong royong saling bekerja sama dan disiplin dalam menjalankan ketentuan dan arahan dari petugas dilapangan agar dapat menghambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“ Layanan KRL Commuter Line akan mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dengan kebijakan yang diberlakukan pemerintah,” kata Anne.

Join Dream.co.id