Hore! Mobil Listrik Diusulkan Gratis Gartis dan Bebas Ganjil-Genap

Automotive | Sabtu, 24 Agustus 2019 12:01
Hore! Mobil Listrik Diusulkan Gratis Gartis dan Bebas Ganjil-Genap

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik dipercepat.

Dream – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat terobosan untuk mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Rencananya, pemerintah akan membebaskan para pemilik mobil listrik dari membayar tarif parkir.

Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 24 Agustus 2019, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 yang berisi beberapa insentif untuk para produsen dan pengguna kendaran listrik.

Sebagai aturan turunannya, Kemenhub berencana mengeluarkan surat edaran untuk setiap Pemerintah Daerah (Pemda) agar meniadakan ongkos parkir bagi kendaraan listrik.

" Kalau perlu, tidak perlu ada tarif parkirnya, jadi insentif yang diberikan sangat berpihak kepada masyarakat," kata dia di Jakarta.

 

2 dari 8 halaman

Serius Dorong Mobil Listrik Sebagai Transportasi Massal

Selain pembebasan tarif parkir, ia meneruskan, Kemenhub juga telah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengecualikan kendaraan listrik dari ketentuan ganjil-genap.

" Lalu juga ada pengecualian pembatasan penggunaan jalan tertentu seperti ganjil-genap. Kendaraan bermotor listrik boleh gunakan jalan itu. Itu agar membuat masyarakat beralih dari kendaraan BBM premium ke kendaraan bermotor listrik," tuturnya.

Budi Setiyadi melanjutkan, Kemenhub juga berupaya serius untuk menempatkan kendaraan listrik sebagai transportasi massal yang bisa digunakan semua kalangan di berbagai kota besar di Indonesia.

" Jadi saya kira beberapa kota besar di Indonesia dan kita merencanakan untuk pengadaan kendaraan-kendaraan bus, atau kemudian ada skema yang by the service dari Dirjen Perhubungan Darat. Mungkin nanti alatnya dan kendaraan juga dari kendaraan bermotor listrik," pungkas dia.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

3 dari 8 halaman

Grab Bakal Impor Mobil Listrik Hyundai dan Toyota?

Dream – Grab Indonesia akan menggandeng Hyundai dan Toyota untuk menyediakan mobil listrik bagi perusahaan itu. Langkah ini diambil sembari menunggu pabrik mobil listrik di Indonesia.

" Tadi dijelasin, mereka tadi minta dengan Hyundai dan Toyota. Saya kira silakan saja tidak ada masalah. Dia boleh impor dalam periode waktu tertentu dan jumlah tertentu sampai industrinya jadi," kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Luhut mengatakan, saat ini, peraturan implementasi mobil listrik sudah mulai selesai. Aturannya tinggal menunggu ratifikasi di Kementerian Hukum dan HAM.

“ Sudah tadi Perpresnya sudah keluar. Sekarang mungkin ratifikasi di Kemenkumham,” kata dia.

4 dari 8 halaman

Grab Siap Dukung Pemerintah

Sementara itu, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah dalam mendorong implementasi mobil listrik. Alasannya sederhana, karena kendaraan ini dianggap ramah lingkungan.

Meski demikian, Grab belum mau terlalu banyak bicara mengenai hal ini.

 Grab Siap Dukung Pemerintah

" Berkaitan dengan dukungan Grab untuk electric vehicles, kami membahas beberapa tahap-tahap untuk menuju ke implementasinya,” kata dia.

Ridzky mengatakan pembahasan mobil listrik masih terlalu dini untuk didiskusikan. “ Tapi, yang kami bicarakan adalah tahapan-tahapannya,” kata dia. (ism)

5 dari 8 halaman

Respons Pelaku Otomotif Usai Perpres Mobil Listrik Diteken

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik. Dengan regulasi ini, pemerintah bisa mendorong industri otomotif membangun mobil listrik di Indonesia.

Apalagi bahan baku untuk membuat baterai mobil listrik, tersedia di Indonesia sehingga bisa cepat dirancang.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik penandatanganan Perpres mobil listrik.

" Kami, Gaikindo menyambut baik mengenai Perpres Mobil Listrik ini. Dengan demikian maka aturannya menjadi jelas untuk industri," ujar Ketua I Gaikindo, Jongki Sugiarto kepada Liputan6.com, dikutip Jumat 9 Agustus 2019.

6 dari 8 halaman

Pelajari Aturan

Jongki mengatakan semua pelaku industri otomotif, termasuk agen pemegang merek (APM) akan mempelajari aturan ini.

" Tentunya para APM dan Industri akan mempelajari dan antisipasi," kata dia

Jongki tak ingin berkomentar terkait kesiapan APM untuk menghadirkan mobil listrik. Ia menilai hal tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

" Ini rencana dari masing-masing APM, silahkan tanya ke APM saja," kata dia.

7 dari 8 halaman

Begini Tanggapan Toyota

Menanggapi hal tersebut, beberapa APM kendaraan roda empat di Tanah Air memberikan komentarnya. PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku mendukung langkah yang diambil pemerintah. Diketahui Toyota telah merilis mobil hybrid.

" Semua Agen Pemegang Merek (APM) di Tanah Air, termasuk Toyota, pasti akan mendukung semua kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Nasional," kata Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

Soerjo menegaskan pihaknya memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah terkait pengembangan kendaraan listrik yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

" Sekarang ini kita mengenal beberapa jenis EV, di antaranya hybrid EV, plug-in hybrid EV, battery EV, dan fuel cell EV. Pemahaman masyarakat mengenai kendaraan jenis EV perlu diperkuat agar masyarakat siap mengoperasikan secara aman mobil ramah lingkungan ini," kata dia.

8 dari 8 halaman

Bagaimana dengan DFSK?

Pabrikan otomotif asal Cina, DFSK juga menyambut positif Perpres yang telah ditandatangani Presiden RI. Meski demikian, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah terkait kendaraan listrik.

" Tentunya kami menyambut positif, namun hingga sekarang kami belum mendapat sosialisasi secara resmi tentang Perpres tersebut dari kementerian terkait. Tentu nya jika nanti kami mendapatkan surat tersebut, akan kami pelajari dan diskusikan di internal kami," kata PR & Digital Manager DFSK Arvianne DB kepada Liputan6.com.

Meski demikian, wanita yang akrab disapa Anne tersebut menegaskan pihaknya sudah siap secara produk.

" Kalau produk siap, karena di Cina sendiri produk kami sudah mulai dipasarkan. Tapi kami harus pelajari dulu regulasi di Indonesia," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id