6 Tips Sederhana Tetap Fokus Berkendara

Automotive | Rabu, 18 September 2019 09:49
6 Tips Sederhana Tetap Fokus Berkendara

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Perhatikan betul yang nomor 1.

Dream – Saat berkendara di jalan lengang, konsentrasi pengemudi bisa saja buyar dengan mudah. Melihat jalanan kosong, pengemudi akan mudah tergoda bermain ponsel atau mengobrol dengan penumpang di samping atau di belakangnya. 

Padahal jalanan kosong bukan berarti kamu aman sepenuhnya. Masih banyak potensi bahaya bisa muncul. Apalagi sampai konsentrasi buyar. 

Penulis safety driving, Sandra Macdonald-Ames di majalah GEM Motoring Assist, dikutip dari Motor1, Rabu 18 September 2019 mengatakan banyak potensi gangguan konsentrasi muncul dari dalam ataupun luar mobil. Malah gangguan itu bisa saja muncul dari kepala kita.

Kalau pengemudi bisa menghilangkan gangguan, dia bsia selamat sampai tujuan. Paling tidak, lanjut Sandra, pengendara bisa fokus saat berkendara.

Lantas, bagaimana caranya meminimalisir potensi konsentrasi buyar saat berkendara?

2 dari 6 halaman

Tinggalkan Ponsel

Tinggalkan Ponsel

Alangkah baiknya kamu tidak memegang ponsel ketika sedang mengemudi. Kecuali urusan darurat, letakkan ponsel di tempat yang jauh dari jangkauan.

Nyalakan mode hening dan matikan Bluetooth. Meskipun pesan masuk tetap ditampilkan, setidaknya kamu tidak terganggu dengan bunyi “ ting” atau “ kring” dari ponselmu. 

 Tinggalkan Ponsel

Rencanakan Perjalanan

Sebelum bepergian, lebih baik kamu merencanakan perjalanan terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan rute mana yang akan ditempuh.

Kamu bisa melirik Google Streetview. Ini akan memberikanmu gambaran rute yang akan dilalui. Cara ini bisa mencegah perhatian lirik ponsel untuk melihat-lihat rute.

Perhatikan Musik

Pilih lagu favorit kamu sebelum tancap gas. Ini memastikan kamu tak perlu melakukan apa pun dalam perjalanan. Pertahankan volume di tingkat yang wajar.

Volume yang tidak terlalu kencang tidak akan membuatmu lengah dari lingkungan sekitar.

3 dari 6 halaman

Jangan Lupa Sarapan

Sarapan

Pertimbangkan untuk sarapan sebelum berangkat kerja. Kalau berencana melakukan perjalanan dalam waktu yang lama, kamu bisa merencanakan istirahat untuk makan dan minum.

Walaupun ada tatakan gelas di mobil, ya, tetap saja berisiko jika makan dan minum saat sedang memegang setir kemudi.

 Jangan Lupa Sarapan

Tetap Segar

Kita justru mencari gangguan dalam perjalanan untuk mengurangi kebosanan. Lebih baik kamu berhenti setidaknya 15 menit sekali dalam dua jam. Kamu bisa mendapatkan udara segar dengan berjalan-jalan, minum kopi, atau minum soft drink.

Bawa Pendamping

Jika kamu berkendara dengan anak yang masih kecil, tentu ada pertanyaan “ siapa yang akan menjaganya”. Anak kecil bisa saja merusak konsentrasi mengemudi.

Entah dengan teriakannya, tangisannya, atau rengekan minta mainan atau lapar.

Jika punya anak yang lebih tua, tak ada salahnya menjadikannya sebagai pendamping dan menemani anak yang lebih muda ketika kamu mengemudi. Ini bisa membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan persepsi bahaya sejak dini.

4 dari 6 halaman

Semua Anak Muda di Negara Ini Tak Bisa Menyetir di Malam Hari

Dream – Setiap negara memberlakukan aturan yang unik untuk mengemudi. Salah satunya di Inggris.

Belakangan ini, Inggris, Skotlandia, dan Wales akan melarang pengemudi baru, terutama anak muda, untuk berkendara pada malam hari. Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan.

Wacana ini dilempar oleh pemerintah Inggris karena ada lima pengendara terlibat kecelakaan dalam setahun. Kecelakaan ini terjadi setelah mereka lulus tes mengemudi dan mendapatkan SIM, dikutip dari Mirror, Minggu 21 Juli 2019. 

Departemen Transportasi Inggris akan melarang pengemudi baru ini berkendara pada malam hari selama beberapa waktu. Kebijakan ini juga akan melarang orang-orang yang di bawah umur dan masih sekolah mengemudi, untuk berkendara.

 Semua Anak Muda di Negara Ini Tak Bisa Menyetir di Malam Hari

Sayangnya tak dijelaskan lebih rinci tentang kebijakan tersebut.

Menteri Transportasi Darat, Michael Ellis, mengatakan mendapatkan SIM menyenangkan dan menakutkan bagi kaum muda. Lisensi pengemudi yang lulus bisa membantu pengemudi baru untuk tetap aman dan mengurangi jumlah orang yang tewas atau terluka di jalan.

Skema ini sudah beroperasi di beberapa bagian dunia, termasuk New York dan California, Amerika Serikat.

5 dari 6 halaman

Tuai Kontroversi

Wacara ini menuai kontroversi. Perusahaan asuransi menyebut larangan ini tidak efektif dan membuat ketidakadilan bagi pengemudi muda.

“ Memberlakukan tindakan hukum pada pengemudi bisa berdampak tidak adil pada kehidupan mereka, seperti menghambat potensi penghasilan mereka kalau bekerja shift malam,” kata Manajer Keselamatan Jalan Insurethebox, Simon Rewell.

Lagipula, kata Rewell, pengendara muda perlu meninggalkan rumah untuk kuliah, sekolah, atau bekerja.

Dia juga meminta pemerintah untuk mencari solusi agar pengemudi muda bisa aman berkendara. Misalnya, dengan memperpanjang periode belajar sesuai dengan umur pengendara dan membatasi jumlah penumpang di dalam mobil. 

6 dari 6 halaman

Survei: Materi Kursus Mengemudi Sudah Ketinggalan Zaman

Dream – Seberapa banyak kamu ingat materi kelas mengemudi? Jika jawabannya tidak banyak, artinya kamu tak sendirian.

Dikutip dari Carscoops, Senin 8 Juli 2019, studi yang diadakan Volvo dengan Harris Poll menyebutkan, sebagian besar orang Amerika berpandangan sekolah mengemudi suram.

Dikatakan ada 2 ribu orang memiliki SIM yang menanggapi survei. Ada 52 persen responden mengatakan pendidikan pengemudi sudah ketinggalan zaman dan 60 persen menilai tes mengemudi dirancang untuk lulus.

Ada 28 responden yang mengatakan menghabiskan waktu kurang dari 20 jam di belakang kemudi sebelum mengambil tes mengemudi.

 Survei: Materi Kursus Mengemudi Sudah Ketinggalan Zaman

Sementara, di negara-negara lain, kata Volvo, rata-rata pengemudi memerlukan waktu 46 jam di balik setir dan ada juga yang mengambil waktu di bawah 40 jam sebelum tes menyetir.

Tak terlalu mengejutkan bahwa kebanyakan orang tidak belajar tentang praktik berkendara yang aman dari sekolah mengemudi.

Ada 51 persen responden mengatakan orangtua dan wali mereka mengajarkan cara berkendara mobil dengan aman.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id