4 Tips Defensive Driving Saat Berkendara di Jalan Tol, Jangan Diabaikan!

Automotive | Selasa, 3 September 2019 18:36
4 Tips Defensive Driving Saat Berkendara di Jalan Tol, Jangan Diabaikan!

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Setidaknya kamu bisa menekan potensi kecelakaan jika menerapkan konsep ini ketika berkendara.

Dream – Kecelakaan tabrakan di jalan raya masih kerap terjadi. Salah satu yang tengah jadi perhatian adalah kecelakaan di Cipularang, jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang,  (Cipularang) yang melibatkan belasan kendaraan.

Peristiwa nahas ini dipicu dari mobil dump truk yang terguling di ruas tol. Kendaraan lain yang berada di jalur yang sama berhenti tiba-tiba sehingga tabrakan beruntun tak bisa dihindari.

Sebagai tragedi, peristiwa kecelakaan memang tak bisa diketahui kapan akan terjadi. Namun kita bisa menghindarinya jika menjalani pola mengemudi safety driving yang mengacu pada standar keamanan berkendara.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 3 September 2019, ketentuan safety driving diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009.

Walaupun sudah mengenal safety driving, pengendara jarang yang mengetahui defensive driving untuk terhindar dari kesalahan yang dibuat oleh pengendara lain.

2 dari 6 halaman

Apa Itu Defensive Driving?

Dikutip dari berbagai sumber, defensive driving merupakan perilaku mengemudi yang menghindarkan diri dari masalah, baik yang disebabkan oleh diri sendiri maupun orang lain. Perilaku ini memerlukan keterampilan dan sikap berkendara yang lebih baik.

Training Director Safety and Defensinve Consultant Indonesia (SDC), Sony Susmana, mengatakan pengendara harus tetap waspada meskipun sudah berada di jalur yang benar dan sesuai dengan panduan safety driving.

" Selama ini orang sudah paham safety driving, mengemudi sudah aman. Tetapi tidak mengantisipasi kecelakaan yang disebabkan pengemudi lain. Hal ini jarang disosialisasikan kepada pengendara," kata Sony.

Salah satu hal yang paling banyak dilakukan pengendara ketika berkendara di jalan tol adalah memilih lajur kanan. Ini dilakukan oleh 75 persen pengendara. Alasannya tekstur dan kondisi jalan dinilai lebih baik.

“ Padahal, (lajur kanan) hanya untuk menyusul,” kata dia.

Sony mengungkapkan pengendara ogah berada di lajur kiri karena jalannya sudah rusak oleh kendaraan berat.

3 dari 6 halaman

Perhatikan Empat Hal

Bicara tentang defensive driving, Sony meminta pengendara untuk memperhatikan empat hal. Berikut ini adalah rinciannya.

1. Menjaga jarak

2. Menjaga kecepatan, jadi di lajur kiri 60 km per jam kalau mau nyusul boleh ke kanan abis itu ke kiri lagi

3. Melihat dan dilihat, apabila berkendara malam harus melihat sinar lampu dari sekitar dan melihat kondisi lingkungan sekitar

4. Mata pengemudi bergerak menangkap atau mencari objek yang berpotensi bahaya.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih) 

4 dari 6 halaman

Kesaksian Mengerikan Korban Selamat Kecelakaan Tol Cipularang

Dream - Suherman, pengemudi mobil bernomor polisi A 1355 Z, selamat dari kecelakaan di Tol Cipularang Kilometer 91.400.

Warga Kawidaran, Desa Cibadak, Kabupaten Tangerang itu bercerita mengenai proses kecelakaan yang dia alami.

Suherman mengatakan, posisi mobilnya menjadi berlawanan arah ke arah Bandung, karena tabrakan hebat itu. Usai pindah jalur, mobil yang dia tumpangi masuk ke semak belukar.

 

 Kesaksian Mengerikan Korban Selamat Kecelakaan Tol Cipularang © Dream

 

" Lagi antre, tiba-tiba ada yang nabrak dan oleng ke jalur ke arah Bandung," kata Suherman kepada , Selasa, 3 September 2019.

Mobil milik Suherman disebut terseret sekitar 50 meter. Dia sempat tidak sadarkan diri. Dia hanya tahu saat terbangun mobilnya berada cukup jauh dari jalan tol dan masuk ke semak belukar.

 

5 dari 6 halaman

Trauma

Suherman mengatakan, berada di lokasi kejadian karena hendak pulang ke Tangerang. Dia dan keluarganya baru saja mengunjungi Tasikmalaya.

" Yang luka ibu saya, tangannya patah, beruntung yang lain masih selamat, saya bersyukur masih diberikan keselamatan," kata dia.

Suherman mengatakan, trauma seandainya mengingat kejadian yang dia alami.

Sementara itu, saksi mata lain, Endang mengatakan, sempat melihat mobil jenis Fortuner milik Suherman menyeberang ke jalur tol arah Bandung.

" Beruntung waktu itu jalur arah ke Bandungnya sepi," kata dia.

 

6 dari 6 halaman

Kondisi Mobilnya

Kondisi mobil milik Suherman tampak rusak parah. Bagian depan kap terbuka dan mesin hancur. Sasis mobilnya sudah tak terbentuk. Di dalam kendaraan airbag mengembang.

Dahlan, petugas derek Jasa Marga, mengatakan, mobil tersebut belum dievakuasi karena letaknya yang agak sulit.

" Kita siapkan crane untuk mengangkatnya," kata Dahlan.

Sumber: 

Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis
Join Dream.co.id