4 Tahun Diparkir di Monas, BMW Ini Milik Siapa?

Automotive | Senin, 11 November 2019 13:10
4 Tahun Diparkir di Monas, BMW Ini Milik Siapa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mobil ini sudah lama tidak diambil oleh pemiliknya.

Dream – Sejumlah mobil yang terparkir di kawasan Monumen Nasional (Monas) belakangan menjadi sorotan. Sebab, mobl-mobil tersebut sudah lama tak diambil oleh pemiliknya.

“ Yang BMW dan yang warna biru itu sudah empat tahun, dari saya masuk sudah ada,” kata Dinas Perhubungan DKI Jakarta, K. Wattimena, dikutip dari Merdeka.com, Senin 11 November 2019.

Wattimena mengatakan mobil ini ditinggal pemiliknya begitu saja di lapangan parkir Monas, sehingga menghalangi mobil lain yang ingin parkir. Oleh karena itu, mobil-mobil ini diderek dan ditempatkan dipojokan.

" Awalnya mobil-mobil ini ditinggal gitu aja oleh pemiliknya di lapangan dan mengganggu tidak diambil-ambil oleh pemiliknya, jadi kita derek ke pojok sana," kata dia.

2 dari 6 halaman

Tempat Tidur Siang Juru Parkir Monas

Selain mobil BMW, ada juga mobil angkot dan satu unit Daihatsu Taruna. Dua mobil ini terparkir di Monas sekitar enam bulan yang lalu. Ada satu mobil yang saat itu sedang digunakan istirahat tidur siang oleh juru parkir di Monas.

" Iya kalau siang dibuat istirahat karena panas," kata dia.

Menurut Wattimena, bila pemilik mobil tersebut ingin mengambil kembali mobilnya, tidak dikenakan biaya parkir, tapi hanya membayar biaya derek.

" Tidak dikenakan biaya parkir, tapi ada biaya penarikan mobil derek setengah tahun sehari buat derek Rp500 ribu," kata dia.

3 dari 6 halaman

Niat Blokir Motor di Samsat, Penjual Sepatu Bingung Tercatat Punya 3 Mobil Mewah

Dream - Bukannya senang, Edi Hartono malah terlihat sedih saat namanya tercatat sebagai pemilik tiga mobil mewah di kantor Samsat.

Bagaimana tidak bingung dan stres? Edi hanyalah seorang tukang penjual sepatu keliling di sekitar Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

 

 Niat Blokir Motor di Samsat, Penjual Sepatu Bingung Tercatat Punya 3 Mobil Mewah

 

Menurut data di Samsat, nama Edi dipakai untuk membeli tiga mobil mewah. Masing-masing adalah Mercedes-Benz 220, Mercedes-Benz 190, dan supercar Ferrari Dino.

4 dari 6 halaman

Tahu Saat Akan Memblokir STNK

Edi memang patut kaget karena saat mengurus pemblokiran STNK di Samsat, namanya tercatat sebagai pemilik tiga mobil mewah tersebut.

Padahal, Edi mengaku hanya punya satu motor atas namanya sendiri. Dia ke Samsat untuk memblokir STNK karena motornya sudah dia jual.

" Saya awalnya punya motor tiga, tapi udah saya jual dua, dan tinggal satu, lalu saya ke Samsat sana untuk blokir motor dua yang saya udah jual, cuma saya gak baca bahwa disitu tertulis ada roda empat ada mobil satu Ferrari, dan dua mobil Mercedes Benz," kata Edi dikutip Dream dari Merdeka.com

5 dari 6 halaman

Semua Cocok dengan Data KTP-nya

Edi mengaku tidak habis pikir kenapa namanya bisa terdata sebagai pemilik tiga mobil mewah di Samsat.

Tetapi, ketiga kendaraan mewah itu benar-benar memang atas namanya. Tidak itu saja, mulai dari alamat hingga tanggal lahir juga atas nama Edi Hartono.

" Ya pokoknya semua yang ada di KTP saya," katanya setelah melihat data yang dibeberkan oleh petugas Samsat.

 

6 dari 6 halaman

Berawal dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) Bermasalah

Edi kemudian menceritakan bahwa pada tanggal 29 Oktober, dia mendapat pemberitahuan dari sekolah anaknya di SMPN 265 Kebon Baru.

Pihak sekolah memberitahukan bahwa Kartu Jakarta Pintar (KJP) anaknya bermasalah. Karena namanya tercatat memiliki banyak mobil mewah.

" KJP itu kan buat orang tidak mampu. Kalau orang tuanya punya lebih kendaraan ya anak tidak bisa dapat KJP," kata Edi.

Karena cemas anaknya tidak dapat subsidi pemerintah, Edi cepat-cepat mengurus KJP anaknya.

Edi masih belum tahu apakah subsidi pendidikan untuk anaknya sudah diberhentikan atau belum.

Menurut Edi, KJP biasanya akan cair tepat pada saat tanggal 20 atau sebelumnya.

(Sumber: Merdeka.com)

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id