3 Cara Tekan Risiko Kecelakaan Kendaraan

Automotive | Jumat, 8 Oktober 2021 11:36

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Risiko kecelakaan turut mengintai para pemilik kendaraan.

Dream – Risiko mengalami kecelakaan mobil masih tetap ada meskipun kita telah mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Biaya perbaikan kendaraan yang mengalami kecelakaan ini bisa saja merogoh kantong dalam-dalam.

Dikutip dari keterangan tertulis Lifepal, Jumat 7 Oktober 2021, menurut financial educator Lifepal, Aulia Akbar, ada tiga tips untuk melindungi pemilik kendaraan dari kecelakaan. Pertama, memilih asuransi mobil yang tepat. Beban finansial yang ditanggung akibat kecelakaan akan ditransfer ke perusahaan asuransi.

Secara garis besar, asuransi mobil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu total lost only (TLO) yang menanggung kerugian finansial akibat pencurian kendaraan bermotor atau kerusakan parah nilainya setara dengan 75 persen dari harga mobil.

3 Cara Tekan Risiko Kecelakaan Kendaraan
Ada Cara-cara Yang Bisa Dilakukan Untuk Menghindari Risiko Kecelakaan Mobil. (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Siapkan Dana Darurat untuk Kendaraanyy

Tak hanya proteksi, Sahabat Dream juga bisa menyisihkan dana darurat. Dana ini bisa berguna untuk menutup pengeluaran tak terduga terkait kepemilikan mobil. Sebut saja suku cadang penting seperti ban dan aki.

Dana darurat juga bisa berguna kalau ingin klaim asuransi kendaraan. Perlu diketahui, asuransi mobil tidak akan menanggung 100 persen biaya perbaikan yang terjadi karena risiko.

Ada yang namanya biaya own risk. Pada umumnya, biaya ini senilai Rp300 ribu dan harus dibayarkan pemilik kendaraan ketika mengklaim per kejadian. Tujuan biaya own risk ini adalah pemilik asuransi mobil tetap berhati-hati ketika mengendarai mobil.

3 dari 6 halaman

Lindungi Diri dan Keluarga

Tak cukup kalau kamu hanya punya asuransi yang melindungi mobil. Kamu juga perlu melindungi diri dengan asuransi kecelakaan diri.

Beberapa asuransi mobil all risk umumnya punya manfaat berupa perlindungan kecelakaan diri. Tapi, besar santunan akan kecelakaan diri yang diberikan asuransi mobil mungkin dinilai kurang cukup. Tak ada salahnya untuk menambah proteksi berupa asuransi kecelakaan diri.

Biaya pengobatan akan kecelakaan tidaklah murah. Yang lebih parah, bisa saja pengendara mengalami cacat tubuh atau meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.

Kalau si pengendara cacat total atau meninggal dunia dan kebetulan dia adalah pencari nafkah dalam keluarga, keluarga yang ditinggalkan akan kehilangan pendapatan bulanan. Oleh karena itu, si pemilik kendaraan yang berstatus pencari nafkah juga harus dilindungi oleh asuransi kecelakaan maupun asuransi jiwa. 

© Dream
4 dari 6 halaman

Gara-Gara Knalpot, Pemilik Asuransi Mobil Ini Nyaris Ketiban Apes

Dream – Saat menandatangani sebuah polis, seorang peserta asuransi sebaiknya membaca dengan seksama tentang isi perjanjian yang akan ditandatangani. Lebih baik lagi, tidak ada satu pun bagian perjanjian yang terlewat atau tidak dimengerti.

Dengan menandatangani perjanjian tersebut, pemegang asuransi dan perusahaan terikat secara hukum dengan kesepakatan tersebut. Yang lebih mengerikan, segala risiko sudah dipahami kedua pihak dan tidak ada penyesalan di kemudian hari. Jangan sampai seperti pengalaman yang dialami oleh pria ini.

 

 Gara-Gara Knalpot, Pemilik Asuransi Mobil Ini Nyaris Ketiban Apes© Dream

 

Dikutip dari Auto Evolution, Kamis 13 Mei 2201, Modasir Ayobi—bukan nama sebenarnya—berasal dari Toronto, Kanada. Dia mengangsur mobil Subaru BRZ keluaran 2020. Pria ini harus bekerja di dua pekerjaan agar bisa melunasi cicilan kendaraan. Ditambah lagi, membayar asuransi kendaraan senilai 7.200 dolar Kanada (Rp84,54 juta) selama setahun.

Selain menyicil mobil dan membayar asuransi, Ayobi sempat membeli knalpot mobil di pasar aftermarket. Knalpot seharga 2 ribu dolar Kanada (Rp23,48 juta) dibeli karena bisa mengeluarkan suara yang lebih kencang dari model lama.

5 dari 6 halaman

Klaim Ditolak

Nahas, Ayobi mengalami kecelakaan fatal pada Maret tahun ini. Namun pria ini tidak menjelaskan dengan detail kecelakaannya.

“ Pria di depan benar-benar dekat dengan saya,” kata Ayobi kepada Global News.

Polisi pun tidak menemukan ada kesalahan yang dilakukan oleh Ayobi. Namun, asuransi kendaraan melihatnya.

Perusahaan tersebut menolak klaim asuransi mobil Subaru itu. Diketahui mobil Ayobi mengalami rusak parah dan perbaikannya menelan biaya 35 ribu dolar Kanada (Rp410,98 juta).

© Dream
6 dari 6 halaman

Tidak Tahu Modifikasi Bisa Pengaruhi Klaim

Kontraknya memang jelas mengatakan bahwa perusahaan asuransi akan menolak klaim pada mobil yang dimodifikasi. Ayobi menghubungi asuransi untuk memastikan asuransinya bisa diklaim, namun alasan ini dinilai tidak masuk akal.

“ Kalau tahu modifikasi akan mempengaruhi asuransi, saya takkan melakukannya,” kata dia kepada media.

Setelah ada revisi kedua dari klaim tersebut, perusahaan asuransi akhirnya bersedia membayar penuh klaim.

Join Dream.co.id