2 Hal yang Jadi Biang Kerok Mobil Terbakar, Rifat Sungkar Cara Pencegahannya

Automotive | Rabu, 15 Desember 2021 08:36

Reporter : Alfi Salima Puteri

Ternyata mobil terbakar bisa disebabkan beberapa faktor, sehingga menuntut kewaspadaan lebih dari pengguna mobil.

Dream - Peristiwa mobil terbakar masih sering terjadi di jalanan, Tak hanya melibatkan mobil lama, ada juga mobil baru. Ternyata mobil terbakar bisa disebabkan beberapa faktor, sehingga menuntut kewaspadaan lebih dari pengguna mobil.

Pembalap Indonesia sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, berbagi tips mencegah mobil terbakar. Setidaknya ada dua hal utama yang menjadi penyebab mobil terbakar saat digunakan, yaitu kerusakan selang bensin dan sistem kelistrikan bermasalah.

Kebocoran atau terlepasnya selang bensin menjadi penyebab pertama terbakarnya mobil di jalan. Hal itu disebabkan bensin yang bocor mengenai komponen panas atau percikan api sehingga mobil dengan mudah terbakar.

Untuk mencegah masalah itu, kata Rifat, pemilik mobil perlu melakukan perawatan berkala dengan memeriksa komponen selang, dari bagian tangki hingga ke pompa bahan bakar (fuel pump).

" Pastikan selang dalam kondisi baik dan pemasangan ke sambungan fuel pump dilakukan sesuai standar agar tidak terlepas," ujar Rifat dalam MMKSI Virtual Interview, Selasa 14 Desember 2021.

Kemudian faktor kedua adalah kelistrikan. Masalah kelistrikan yang menyebabkan mobil terbakar umumnya terjadi ketika pengguna mobil menggunakan aksesori yang tidak sesuai dengan kemampuan daya listrik kendaraan.

2 Hal yang Jadi Biang Kerok Mobil Terbakar, Rifat Sungkar Cara Pencegahannya
Rifat Sungkar (Foto: Instagram Rifat Sungkar)
2 dari 3 halaman

Rifat berpesan kepada pemilik mobil untuk berpikir berkali-kali jika ingin menambahkan aksesori mobil yang menggunakan kelistrikan.

Sebab, aksesori yang dijual di after market memiliki muatan listrik yang berbeda dengan standar pabrikan, bahkan bisa lebih besar konsumsi listriknya.

 Rifat Sungkar© Instagram Rifat Sungkar

Terkait modifikasi atau pemasangan aksesori, Rifat mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak menggunakan atau mengganti engine harness atau kabel kelistrikan mesin dengan spesifikasi yang berbeda dengan standar pabrikan.

" Saya rekomen sekali spesifikasi engine harness mohon jangan dimodifikasi karena sistem engine harness akan sangat mempengaruhi performa kendaraan," tuturnya.

Selain itu, Rifat juga membedakan penyebab mobil terbakar dari posisi mesin mobil.

" Biasanya yang terjadi pada mobil yang mesinnya di depan adalah ketika mobil itu pernah sekali atau dua kali melintasi genangan air, dan itu biasanya masalah tidak kelihatan. Contohnya ada mobil yang ECU-nya di bawah lantai mobil dan ada mobil yang air intake-nya di bawah bumper, jadi masalah kelistrikan bisa jadi pemicunya," kata Rifat.

3 dari 3 halaman

Sementara pada mobil dengan mesin di belakang, menurut Rifat biasanya bukan menyangkut masalah kelistrikan. Namun mobil bermesin di belakang bisa terbakar diakibatkan posisi mesinnya yang terlalu dekat dengan knalpot.

 Rifat Sungkar© Instagram Rifat Sungkar

" Jadi panas knalpot masuk ke dalam ruang bakar mesin, sehingga panasnya berlebih dan kabel yang ada di dalam banyak yang meleleh. Dan hal ini sudah banyak terjadi," ucapnya

Untuk itu Rifat mengingatkan pemilik mobil untuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam kendaraan untuk mencegah hal buruk terjadi dalam perjalanan.

" Pastikan APAR ditaruh di tempat yang strategis, jangan sampai menggangu pengemudi dan malah bisa menyebabkan kecelakaan," imbuh Rifat.

Join Dream.co.id